Kereta Argo Parahyangan Terlambat 80 Menit di Stasiun Gambir

Kompas.com - 15/09/2017, 21:45 WIB
Sejumlah penumpang kereta Argo Parahyangan menunggu di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2017). Kompas TV/MartianSejumlah penumpang kereta Argo Parahyangan menunggu di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/9/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - KA 10424 Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung terlambat diberangkatkan hingga 80 menit.

Senior Manager Humas Daerah Operasi 1 Jakarta PT KAI Suprapto menuturkan normalnya kereta berangkat dari Stasiun Gambir pukul 18.30, kenyataannya baru diberangkatkan pukul 19.50 WIB.

"Penyebab kelambatan karena kedatangan dari Bandung sudah terlambat dan ada pergantian gerbong kereta pembangkit listrik di Stasiun Gambir," kata Suprapto.

PT KAI memohon maaf kepada penumpang KA 10424 yang terganggu perjalanannya. Kendati demikian, tidak ada kompensasi yang diberikan lantaran keterlambatan hanya 80 menit.

"Aturan kompensasi makanan ringan dan minuman kalau lebih dari 3 jam, lebih dari 5 jam, makanan berat," ujar Suprapto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PMI Kota Bekasi Punya 1 Alat Pengambilan Plasma Konvalesen, tapi Belum Buka Layanan

PMI Kota Bekasi Punya 1 Alat Pengambilan Plasma Konvalesen, tapi Belum Buka Layanan

Megapolitan
Wali Kota: 35 Persen Wilayah Jakbar Dataran Rendah, Pasti Ada Genangan Saat Musim Hujan

Wali Kota: 35 Persen Wilayah Jakbar Dataran Rendah, Pasti Ada Genangan Saat Musim Hujan

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Prostitusi Anak di Bawah Umur di Sunter

Kronologi Terbongkarnya Prostitusi Anak di Bawah Umur di Sunter

Megapolitan
Video Viral Tawuran di Rel Kereta Api di Tanjung Priok, Berawal dari Masalah Parkir

Video Viral Tawuran di Rel Kereta Api di Tanjung Priok, Berawal dari Masalah Parkir

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pulangkan 31 WNA yang Tak Penuhi Syarat Masuk Indonesia

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pulangkan 31 WNA yang Tak Penuhi Syarat Masuk Indonesia

Megapolitan
Duduk Perkara Kisruh di Gerindra, Berawal Kritikan Ali Lubis Desak Anies Baswedan Mundur...

Duduk Perkara Kisruh di Gerindra, Berawal Kritikan Ali Lubis Desak Anies Baswedan Mundur...

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta: 153 WNA yang Masuk ke Indonesia Punya Izin Tinggal

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta: 153 WNA yang Masuk ke Indonesia Punya Izin Tinggal

Megapolitan
Pembangunan Embung Semanan dan Tegal Alur Sudah Capai 95 Persen

Pembangunan Embung Semanan dan Tegal Alur Sudah Capai 95 Persen

Megapolitan
Alat Berat Diterjunkan untuk Bersihkan Sampah di Kali Baru Cimanggis

Alat Berat Diterjunkan untuk Bersihkan Sampah di Kali Baru Cimanggis

Megapolitan
Polisi Tembak 4 Pencuri Motor di Tangerang Raya yang Sudah Beraksi 2 Tahun

Polisi Tembak 4 Pencuri Motor di Tangerang Raya yang Sudah Beraksi 2 Tahun

Megapolitan
Prostitusi Anak, Muncikari Mengaku Dapat Rp 1,2 Juta

Prostitusi Anak, Muncikari Mengaku Dapat Rp 1,2 Juta

Megapolitan
Buron 3 Bulan, Seorang Pelaku yang Nyaris Begal Perwira Marinir Saat Bersepeda Ditangkap

Buron 3 Bulan, Seorang Pelaku yang Nyaris Begal Perwira Marinir Saat Bersepeda Ditangkap

Megapolitan
Polisi Tembak Kapten Perampok Minimarket di Ciputat

Polisi Tembak Kapten Perampok Minimarket di Ciputat

Megapolitan
1.434 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Rujukan Kota Bekasi, Mayoritas Ber-KTP Luar Daerah

1.434 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Rujukan Kota Bekasi, Mayoritas Ber-KTP Luar Daerah

Megapolitan
DPC Gerindra Jaktim Minta Anies Mundur, Wagub DKI: Tidak Boleh Melebihi Kebijakan Partai

DPC Gerindra Jaktim Minta Anies Mundur, Wagub DKI: Tidak Boleh Melebihi Kebijakan Partai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X