Lahan untuk Depo MRT di Kampung Bandan Dihuni 1.500 KK

Kompas.com - 18/09/2017, 17:51 WIB
Permukiman padat di sekitar Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Rabu (10/6). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata kawasan sekitar Stasiun Kampung Bandan dengan membangun rumah susun yang memanfaatkan lahan milik PT KAI. KOMPAS/RADITYA HELABUMIPermukiman padat di sekitar Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Rabu (10/6). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata kawasan sekitar Stasiun Kampung Bandan dengan membangun rumah susun yang memanfaatkan lahan milik PT KAI.
Penulis Nursita Sari
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, lahan milik PT KAI di Kampung Bandan, Jakarta Utara, yang akan dijadikan depo Mass Rapid Transit (MRT) jalur Selatan-Utara, saat ini masih dihuni warga.

Menurut William, ada sekitar 1.500 kepala keluarga (KK) yang tinggal di lahan tersebut.

"Ada pemukim yang kami identifikasi itu sekitar 1.500 KK," ujar William, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (18/9/2017).

William menjelaskan, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah memerintahkan jajarannya untuk segera membebaskan lahan tersebut dan merelokasi warga di sana.

"Itu segera dicarikan mekanisme untuk penghunian kembali sehingga kawasan itu bisa benar-benar bebas untuk dimanfaatkan sebagai depo Kampung Bandan," kata dia.

(baca: Djarot Minta PT KAI Berikan HPL di Kampung Bandan kepada Pemprov DKI)

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta masih menunggu kepastian penggunaan lahan tersebut. William menyebut Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) akan memfasilitasi percepatan kepastian penggunaan lahan itu.

Akibat belum adanya kejelasan penggunaan lahan, PT MRT belum bisa menentukan trase definitif atau final dari Kota ke Kampung Bandan.

"Indikatif itu kan cuma yang di Kampung Bandan. Ini kan cuma masalah lahan, tapi kalau lahannya sudah selesai, ya sudah. Trasenya sudah ada, tinggal lahannya harus bebas dulu," ucap William.

Kompas TV Sebanyak 29 bangunan dan halaman ruko di sepanjang Jalan Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, dibongkar oleh pihak Pemkot Jakarta Selatan, Selasa siang (28/2). Pembongkaran dilakukan karena lahan telah dibayarkan untuk proyek MRT.


Sementara itu, trase Bundaran HI-Kota sudah definitif. PT MRT Jakarta sudah bisa melakukan rencana pembangunan jalur MRT dari Bundaran HI ke Kota.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Buka 222 Formasi CPNS, Dua Persen untuk Disabilitas

Pemkot Tangsel Buka 222 Formasi CPNS, Dua Persen untuk Disabilitas

Megapolitan
Ada Pendaftaran CPNS, Pemohon SKCK Di Polres Jakarta Timur Membeludak

Ada Pendaftaran CPNS, Pemohon SKCK Di Polres Jakarta Timur Membeludak

Megapolitan
Pohon di Lokasi Revitalisasi Trotoar Akan Ditebang dan Diganti Tabebuya

Pohon di Lokasi Revitalisasi Trotoar Akan Ditebang dan Diganti Tabebuya

Megapolitan
Sebelum Mendaftar, Simak Dulu Persyaratan CPNS 2019 Kota Bekasi

Sebelum Mendaftar, Simak Dulu Persyaratan CPNS 2019 Kota Bekasi

Megapolitan
Fraksi PDI-P Protes Penebangan Pohon di Trotoar karena Bertentangan dengan UU Lingkungan Hidup

Fraksi PDI-P Protes Penebangan Pohon di Trotoar karena Bertentangan dengan UU Lingkungan Hidup

Megapolitan
Anggota DPRD Usul agar Trotoar Cikini Ditanami Pohon Kurma

Anggota DPRD Usul agar Trotoar Cikini Ditanami Pohon Kurma

Megapolitan
Pemkab Tangerang Buka 448 Formasi CPNS

Pemkab Tangerang Buka 448 Formasi CPNS

Megapolitan
Polresta Bandara Soetta: Biro Umrah Bodong Rekrut Jamaah dari Majelis Pengajian

Polresta Bandara Soetta: Biro Umrah Bodong Rekrut Jamaah dari Majelis Pengajian

Megapolitan
Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus, Lurah Minta Pasang CCTV

Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus, Lurah Minta Pasang CCTV

Megapolitan
Tinjau Trotoar Cikini, Anggota DPRD Sebut Trotoar Tidak Terawat

Tinjau Trotoar Cikini, Anggota DPRD Sebut Trotoar Tidak Terawat

Megapolitan
Kota Bekasi Buka 171 Formasi CPNS 2019 untuk Tenaga Pendidik, Kesehatan, dan Teknik

Kota Bekasi Buka 171 Formasi CPNS 2019 untuk Tenaga Pendidik, Kesehatan, dan Teknik

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2019, Kota Bekasi Hanya Buka 6 Kuota untuk 'Cum Laude' dan Tunadaksa

Pendaftaran CPNS 2019, Kota Bekasi Hanya Buka 6 Kuota untuk "Cum Laude" dan Tunadaksa

Megapolitan
Dianggap Pemborosan, Anggaran Pembangunan Rusunawa Terancam Dicoret DPRD DKI

Dianggap Pemborosan, Anggaran Pembangunan Rusunawa Terancam Dicoret DPRD DKI

Megapolitan
Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ungkap Dugaan Penipuan Umrah PT Duta Adhikarya Bersama

Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ungkap Dugaan Penipuan Umrah PT Duta Adhikarya Bersama

Megapolitan
Penampakan Mobil Polisi yang Diamuk Massa di Tanjung Barat, Kaca Depan Remuk, Kap Penyok

Penampakan Mobil Polisi yang Diamuk Massa di Tanjung Barat, Kaca Depan Remuk, Kap Penyok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X