Menhub Minta BPTJ Tambah Bus untuk Transportasi dari Perumahan Warga

Kompas.com - 19/09/2017, 11:53 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan uji coba dengan menaiki bus Transjabodetabek premium rute Mega City Bekasi-Plaza Senayan, Selasa (19/9/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan uji coba dengan menaiki bus Transjabodetabek premium rute Mega City Bekasi-Plaza Senayan, Selasa (19/9/2017).
|
EditorDian Maharani

BEKASI, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk menambah bus dari perumahan-perumahan warga.

"Kita berusaha untuk mencari alternatif teman-teman dari Bekasi ke Jakarta. Tapi saya juga mengidentifikasi bahwasannya ada kesulitan dari sebagian warga yang tidak bisa efisien. Karena dia harus menggunakan tiga moda transportasi," ujar Budi saat melakukan uji coba bus Transjabodetabek premium di Mega City Bekasi, Selasa (19/9/2017).

Ia menjelaskan, dari adanya bus transjabodetabek premium ini memang membantu warga. Namun, masih ada warga dari rumahnya, kemudian harus menggunakan moda ke Mega City, lalu naik bus premium, dan dari Plaza Senayan harus menyambung lagi dengan moda transportasi lain.

"Jadi kita lagi mikirin supaya masyarakat bisa menggunakan paling banyak dua moda saja. Kita akan kembangkan moda transportasi dari perumahan-perumahan, baik itu bus premium maupun reguler," kata dia.

 

Baca: Menhub Uji Coba Bus Transjabodetabek Premium dari Bekasi ke Jakarta

Adapun tujuan dari pada bus Transjabodetabek premium ini, kata Budi, targetnya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Uji coba bus transjabodetabek premium sudah dilakukan sejak 7 September 2017 dengan rute Mega City Bekasi-Plaza Senayan dibagi dua keberangkatan pagi dan sore.

Seperti bus reguler transjabodetabek rute Bekasi-Bundaran HI, bus premium juga menggunakan jalur khusus angkutan umum (JKAU), sehingga bus berjalan di bahu jalan tol.

Untuk sementara, bus premium dikawal voorijder dari pihak kepolisian demi mempercepat laju kendaraan dan terbebas dari antrean kendaraan di dalam tol.

Sementara itu, biaya yang harus dikeluarkan para penumpang untuk bisa menggunakan bus premium ini lebih mahal dibanding tarif bus reguler yaitu Rp 20.000 per orang. Masa uji coba bus akan berlangsung hingga 20 September 2017.

Baca: Uji Coba Bus Transjabodetabek Premium Dibagi Dua Keberangkatan

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Pemprov DKI Raih Anugerah Pemda Informatif 3 Kali Berturut-turut

Megapolitan
Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Pemasangan Spanduk dan Baliho Liar Umumnya Terjadi di Akhir Pekan

Megapolitan
11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

11 Anggota TNI Divonis Bersalah karena Aniaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Pura-pura Hendak Beli Pulsa, 2 Pria Rampok Minimarket di Bekasi

Megapolitan
Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Normalisasi Saluran Air di Jalan Panjang Ditargetkan Rampung Desember

Megapolitan
Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Video Perampokan Minimarket di Bekasi Viral, Pelaku Ancam Karyawan dengan Celurit

Megapolitan
Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Polisi: Begal yang Tewaskan Tukang Ojek Beberapa Kali Lakukan Tindak Kejahatan

Megapolitan
Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Dibujuk Pacar, Perempuan yang Coba Bunuh Diri di Apartemen Akhirnya Selamat

Megapolitan
Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Lukai Polisi Saat Ditangkap, Begal di Jakarta Utara Tewas Ditembak

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Polisi Tangkap Komplotan Bajing Loncat, Modus Saat Terjadi Macet

Megapolitan
'Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka...'

"Jangan Ada Kriminalisasi Guru Jika Siswa Tertular Covid-19 karena KBM Tatap Muka..."

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

UPDATE 25 November: Bertambah 38, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Jadi 2.438

Megapolitan
UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 25 November: Bertambah 1.273, Total Ada 130.461 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Kepulauan Seribu Punya Pembangkit Listrik Surya Hybrid Terbesar di DKI Jakarta

Megapolitan
Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Kisah Adi, Berbisnis Modifikasi Sepeda Listrik hingga Raup Omzet Rp 400 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X