RS Mitra Keluarga Kalideres: Kami Sudah Optimal Bantu Bayi Debora

Kompas.com - 25/09/2017, 19:22 WIB
Humas Mitra Keluarga Group, Nendya Libriya (tengah) bersama manajemen RS Mitra Keluarga Kalideres lainnya saat .enggelar konferensi pers, Senin (11/9/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Humas Mitra Keluarga Group, Nendya Libriya (tengah) bersama manajemen RS Mitra Keluarga Kalideres lainnya saat .enggelar konferensi pers, Senin (11/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Humas RS Mitra Keluarga Kalideres Nendya Libriani menegaskan, pihaknya tidak melakukan kesalahan dalam memberikan penanganan medis untuk bayi Tiara Debora.

Nendya mengatakan, bayi Debora sudah ditolong secara optimal dari mulai masuk rumah sakit hingga meninggal dunia.

"Tidak ada pelanggaran yang kami lakukan terhadap anak Tiara Debora. Tiara Debora kami lakukan upaya pertolongan secara terus menerus, seoptimal mungkin di ruang resutitasi, ruang khusus di IGD untuk menolong nyawa Tiara Debora," ujar Nendya di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jalan Kesehatan, Senin (25/9/2017).

Nendya mengatakan, hal yang dia sampaikan didukung hasil audit medik tim investigasi yang dibentuk Dinas Kesehatan DKI Jakarta.


Baca: Direktur RS Mitra Keluarga Kalideres Kurang Paham UU Rumah Sakit

Dari audit tersebut, bayi Debora memiliki predicted death rate atau kemungkinan meninggal sebesar 79,6 persen.

Kemudian, dokter IGD langsung melakukan tindakan medis seperti pembebasan jalan nafas, membantu pernafasan bayi Debora dan menjaga sirkulasinya.

Dokter IGD juga telah melakukan konsultasi dengan dokter ahli terkait tindakan medisnya. Selain itu, dokter anak juga telah memberikan saran kepada dokter IGD yang berjaga di RS Mitra Keluarga Kalideres.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan, RS Mitra Keluarga Kalideres telah melakukan penanganan medis kepada bayi Debora.

"Dokter IGD telah melakukan tata laksana kegawatdaruratan sesuai standar profesi dan kompetensi dokter Indonesia," ujar Koesmedi.

Meski demikian, Dinas Kesehatan DKI Jakarta tetap menjatuhkan sanksi kepada RS Mitra Keluarga Kalideres.

Mereka diminta mengubah struktur manajemen hingga ke tingkat pimpinan. Mereka juga harus segera melakukan akreditasi kembali. Jika dua hal itu tidak dilakukan, maka Pemprov DKI tidak akan memberikan izin.

Baca: RS Mitra Keluarga Kalideres Diberi Sanksi Rombak Manajemen hingga Pimpinannya

Terkait sanksi tersebut, Nendya mengatakan, menghargai keputusan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Yang jelas kami akan mempelajari segala rekomendasi yang Pak Kadis sampaikan dan kami akan berkomitmen untuk menjalankan segala rekomendasi sesuai pertaturan perundangan yang berlaku," ujar Nendya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Final Piala Indonesia, The Jakmania Padati Area Gelora Bung Karno

Final Piala Indonesia, The Jakmania Padati Area Gelora Bung Karno

Megapolitan
Kronologi Versi Pertamina, Kebakaran Truk Bukan karena Sopir Mengantuk

Kronologi Versi Pertamina, Kebakaran Truk Bukan karena Sopir Mengantuk

Megapolitan
Ini Alasan Anies Gelar Lebaran Betawi di Monas

Ini Alasan Anies Gelar Lebaran Betawi di Monas

Megapolitan
Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Aroma Bensin Masih Tercium di Lokasi

Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Aroma Bensin Masih Tercium di Lokasi

Megapolitan
Kepala Truk Pertamina yang Terbakar Selesai Dievakuasi, Gerbang Tol Rawamangun Dibuka

Kepala Truk Pertamina yang Terbakar Selesai Dievakuasi, Gerbang Tol Rawamangun Dibuka

Megapolitan
Anies, Lulung, hingga HNW Ikut Lebaran Betawi di Monas

Anies, Lulung, hingga HNW Ikut Lebaran Betawi di Monas

Megapolitan
Ada Persija Vs PSM Makassar, Ini Rekayasa Lalin hingga Kantong Parkirnya

Ada Persija Vs PSM Makassar, Ini Rekayasa Lalin hingga Kantong Parkirnya

Megapolitan
Truk Pertamina Tabrak Pembatas Tol Hingga Terbakar, Sopir Diduga Mengantuk

Truk Pertamina Tabrak Pembatas Tol Hingga Terbakar, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Ada Evakuasi Kepala Truk Pertamina, Arus Lalin Jalan Jendral Ahmad Yani Padat

Ada Evakuasi Kepala Truk Pertamina, Arus Lalin Jalan Jendral Ahmad Yani Padat

Megapolitan
Truk Pertamina Bermuatan 32.000 Liter Terbakar Setelah Tabrak Pembatas Tol

Truk Pertamina Bermuatan 32.000 Liter Terbakar Setelah Tabrak Pembatas Tol

Megapolitan
Evakuasi Kepala Truk Pertamina yang Terbakar, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Evakuasi Kepala Truk Pertamina yang Terbakar, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalan Tol, Bagian Kepala Truk Pertamina Jatuh ke Jalur Arteri

Tabrak Pembatas Jalan Tol, Bagian Kepala Truk Pertamina Jatuh ke Jalur Arteri

Megapolitan
Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Hanya 2 Lajur yang Bisa Dilalui di Lokasi

Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Hanya 2 Lajur yang Bisa Dilalui di Lokasi

Megapolitan
Ini Kronologi Kebakaran Truk Pertamina yang Juga Bertabrakan dengan Calya

Ini Kronologi Kebakaran Truk Pertamina yang Juga Bertabrakan dengan Calya

Megapolitan
Dalam Satu Jam, Petugas Padamkan Kebakaran Truk Pertamina yang Tabrakan dengan Calya

Dalam Satu Jam, Petugas Padamkan Kebakaran Truk Pertamina yang Tabrakan dengan Calya

Megapolitan
Close Ads X