Soal Izin Kafe Sabela, Polisi Kordinasi dengan Pemkot Tangerang

Kompas.com - 27/09/2017, 22:09 WIB
Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan kasus pengeroyokan disertai pembunuhan di kafe karaoke Sabela, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Rabu (27/9/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan kasus pengeroyokan disertai pembunuhan di kafe karaoke Sabela, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Rabu (27/9/2017).
|
EditorErvan Hardoko

TANGERANG, KOMPAS.com - Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan mengungkapkan kafe karaoke Sabela di Jalan Raya Perancis, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, baru berdiri sekitar dua bulan terakhir.

Kafe karaoke Sabela menjadi tempat pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Ana Rusmana (48) oleh enam nelayan pada Selasa (26/9/2017) malam.

"Untuk kafe nanti akan kami koordinasikan dengan pihak kecamatan dan pemerintah kota, kafe tersebut ada izinnya atau tidak," kata Harry dalam konferensi pers, Rabu (27/9/2017) sore.

Adapun kasus pembunuhan Ana Rusmana sudah diungkap dalam hitungan jam. Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang mengamankan enam nelayan yang membunuh Ana dan melukai dua orang lainnya.

Baca: Nelayan Bunuh Pria di Kafe Dipicu Rebutan Pemandu Karaoke

Mereka ditangkap di perkampungan nelayan Kamal, Jakarta Utara, pada Rabu dini hari. Saat pelaku diamankan, salah seorang dari mereka berusaha melawan dengan menggunakan badik.

Karena dinilai membahayakan, petugas terpaksa bertindak tegas dengan menembak kaki pria tersebut.

Keenam tersangka yang dibekuk adalah A (24), MA (21), MJ (20), AN (32), T (25), dan SAA (36) yang semuanya ditahan di Polres Metro Tangerang.

Keenam orang itu dijerat Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pengeroyokan yang Menyebabkan Kematian dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

Megapolitan
Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Soal Tweet Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Soal Tweet Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X