Langkah Mantan Rektor UNJ Melapor ke Bareskrim Ditanggapi Para Dosen

Kompas.com - 28/09/2017, 14:34 WIB
Konferensi pers Kolega Aliansi Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Kampus UNJ, Kamis (27/9/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comKonferensi pers Kolega Aliansi Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Kampus UNJ, Kamis (27/9/2017).
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Aliansi Dosen Universitas Negeri Jakarta ( UNJ) menanggapi langkah mantan rektorUNJ Djaali yang melaporkan salah seorang anggotanya.

Salah seorang Anggota Kolega Aliansi Dosen UNJ yang dilaporkan ke Mabes Polri, Ubaedillah Badrun menyatakan, langkah Djaali melaporkan dirinya adalah hal yang keliru dan tanpa dasar.

"Laporan yang dilakukan mantan Rektor UNJ kepada saya adalah pencemaran nama baik tetapi sampai saat ini pencemaran nama baik seperti apa yang ditemukan oleh mantan rektor itu, saya tidak tahu," kata Ubaedillah di Kampus UNJ, Kamis (28/9/2017).

Selain tanpa dasar dan keliru, Ubaedillah yang juga adalah dosen Sosiologi UNJ itu juga menganggap tindakan Djaali yang di luar kebiasaan dunia akademik.

Baca: Dipecat dari Jabatan Rektor UNJ, Djaali Laporkan Dua Orang ke Polisi

Pasalnya, permasalahan seperti ini dituduhkan kepada Ubaedillah mestinya dapat diselesaikan melalui diskusi, bukan dengan melibatkan kepolisian.

"Upaya pelaporan ini dalam tradisi akademik merupakan langkah di luar habitus intelektual karena kampus sebagai sebuah entitas habitus intelektual justru seharusnya memelihara kultur demokrasi dan ada tradisi dialog di dalamnya," tambah dia.

Dalam laporan tersebut, Djaali tak hanya melaporkan Ubaedillah, tetapi juga melaporkan dosen lainnya. Langkah ini dilihat sebagai langkah anti-demokrasi.

"Pelaporan dosen ini sebagai langkah anti-demokrasi dan langkah yang bertentangan dengan habitus intelektual dan juga bertentangan dengan karakter scientific attitude serta ini seharusnya tidak terjadi di lingkungan kampus," dia menegaskan.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Palsukan Buku KIR, Ayah dan Anak Ini Rugikan Negara Rp 10 Miliar

Palsukan Buku KIR, Ayah dan Anak Ini Rugikan Negara Rp 10 Miliar

Megapolitan
[BERITA FOTO] Kondisi Kantor Penyelenggara Pernikahan di Pulogadung yang Terbakar dan Tewaskan Seorang Pegawai

[BERITA FOTO] Kondisi Kantor Penyelenggara Pernikahan di Pulogadung yang Terbakar dan Tewaskan Seorang Pegawai

Megapolitan
Soal Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel, Kak Seto Ingatkan Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

Soal Ayah Perkosa Anak Tiri di Tangsel, Kak Seto Ingatkan Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

Megapolitan
Pendaftaran CPNS 2019, Pemprov DKI Siapkan Formasi untuk Disabilitas dan Lulusan Terbaik

Pendaftaran CPNS 2019, Pemprov DKI Siapkan Formasi untuk Disabilitas dan Lulusan Terbaik

Megapolitan
Kabur Setelah Serempet Kendaraan dengan Mobil, Polisi Diamuk Massa di Tanjung Barat

Kabur Setelah Serempet Kendaraan dengan Mobil, Polisi Diamuk Massa di Tanjung Barat

Megapolitan
Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Pendaftaran CPNS, Antrean SKCK di Polres Jaksel Ramai sejak Loket Belum Dibuka

Megapolitan
Kabel Menjuntai ke Tanah, Jalan Tanah Abang Timur Ditutup Sementara

Kabel Menjuntai ke Tanah, Jalan Tanah Abang Timur Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengamat: Anies Masuk Daftar Calon yang Berpotensi Maju Pilpres 2024

Pengamat: Anies Masuk Daftar Calon yang Berpotensi Maju Pilpres 2024

Megapolitan
Pohon Tumbang Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Bogor

Pohon Tumbang Terjang Sejumlah Wilayah di Kota Bogor

Megapolitan
Pembangunan Trotoar Jakarta, Diprotes karena Telan Triliunan dan Alasan di Baliknya

Pembangunan Trotoar Jakarta, Diprotes karena Telan Triliunan dan Alasan di Baliknya

Megapolitan
Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Ancaman Ambil Ginjal Hantui Siswa SDN Bambu Apus 02, Korban Gemetaran

Megapolitan
Proses Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid Kian Menjelimet

Proses Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid Kian Menjelimet

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lowongan 3.958 CPNS, dari Tenaga Pendidikan hingga Kesehatan

Pemprov DKI Buka Lowongan 3.958 CPNS, dari Tenaga Pendidikan hingga Kesehatan

Megapolitan
Klaim Rizieq Shihab dapat Surat Cekal yang Dibantah Pemerintah Indonesia

Klaim Rizieq Shihab dapat Surat Cekal yang Dibantah Pemerintah Indonesia

Megapolitan
Polisi Sita Senjata Api dari Sopir yang Diamuk Massa di Poltangan karena Tabrak Lari

Polisi Sita Senjata Api dari Sopir yang Diamuk Massa di Poltangan karena Tabrak Lari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X