Pemkot Bekasi Surati Pemkab Bogor soal Pencemaran Kali Bekasi

Kompas.com - 02/10/2017, 20:46 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melakukan penyegelan terhadap perusahaan atau pabrik yang telah mencemari Kali Bekasi dari limbah pabrik PT Millenium Laundry, Cikiwul, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Kamis (20/7/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahWali Kota Bekasi Rahmat Effendi melakukan penyegelan terhadap perusahaan atau pabrik yang telah mencemari Kali Bekasi dari limbah pabrik PT Millenium Laundry, Cikiwul, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Kamis (20/7/2017).
|
EditorDian Maharani

BEKASI, KOMPAS.com – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sudah memberikan surat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor soal air Kali Bekasi yang tercemar. Rahmat menduga pencemaran kali tersebut juga berasal dari Kali Cileungsi.

“Kita udah menyurati Pemkab bogor, kita menyurati (dinas) lingkungan hidup. Tapi belum ada jawaban apa-apa. Kita belum dapat jaminan kepastian bagaimana daerah bertindak,” ujar Rahmat saat ditemui di Bekasi, Senin (2/10/2017).

Ia menjelaskan akan melihat langsung bagiamana keadaan Kali Bekasi hingga ke hulunya yang berbatasan langsung dengan Kali Cileungsi. Sebab, kata dia, di wilayah Kabupaten Bogor sendiri terdapat beberapa pabrik yang diduga telah membuang limbahnya ke kali.

“Saya mau liat nanti rabu ke sana. Di Kali Cileungsi itukan banyak pabrik, ya mungkin saja dia buang limbahnya ke sana. Makanya kita tuntut mereka bikin IPAL (instalasi pengolahan air limbah), supaya enggak mencemarkan kali,” kata Rahmat.

Baca: Kualitas Air Kali Bekasi Tidak Sesuai Ambang Baku Mutu

Air Kali Bekasi tercemar selama sekitar sepekan ini. Beberapa hari yang lalu, air kali nampak bewarna hitam pekat dan menimbulkan bau, serta dipenuhi dengan busa.

Adapun Kali Bekasi ini dimanfaatkan oleh warga Kota Bekasi untuk kehidupan sehari-hari yang didistribusikan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sehingga, jika kali tercemar maka akan berdampak pada warga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi mengatakan sudah melakukan penelusuran ke perbatasan Kali Bekasi terkait kondisi air kali yang tercemar.

"Kami sudah telusuri sumber pencemaran, kita lihat air sampai hitam, apakah berada di Kota Bekasi. Ternyata ketika ditelsuri di wilayah Villa Nusa Indah sudah hitam," ujar Jumhana.

Baca: Kali Bekasi Berbusa, DPRD Minta Ada MoU Antar Daerah

"Artinya bisa dipastikan sumber air hitam bukan bersumber dari Kota Bekasi, tapi dari hulu, dari Kali Cileungsi," kata dia.

Jumhana menduga, adanya kandungan limbah cair di dalam air sehingga membuat aliran di Kali Bekasi menjadi hitam pekat.

Usai dilakukan uji laboratorium dari sampel air Kali Bekasi, hasilnya pH (derajat keasaman) dan dissolved oxygen (DO) atau kadar oksigen terlarut pada air Kali Bekasi tidak sesuai dengan ambang baku mutu.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekeringan di Jakarta, Warga Munjul Minta Pemprov Berikan Tangki Air dan Sumur

Kekeringan di Jakarta, Warga Munjul Minta Pemprov Berikan Tangki Air dan Sumur

Megapolitan
Rentetan Kejadian Penyiraman Cairan Kimia, Diracik Sambil Ngopi di Samping Kantor Polisi

Rentetan Kejadian Penyiraman Cairan Kimia, Diracik Sambil Ngopi di Samping Kantor Polisi

Megapolitan
Gubernur dan DPRD DKI Terancam Tak Digaji 6 Bulan jika Tak Sahkan APBD 2020 hingga 30 November

Gubernur dan DPRD DKI Terancam Tak Digaji 6 Bulan jika Tak Sahkan APBD 2020 hingga 30 November

Megapolitan
Digugat OC Kaligis, Bambang Widjojanto: Lagi Cari Panggung

Digugat OC Kaligis, Bambang Widjojanto: Lagi Cari Panggung

Megapolitan
Pelamar CPNS Kabupaten Tangerang Sudah Tembus 2.670 Orang

Pelamar CPNS Kabupaten Tangerang Sudah Tembus 2.670 Orang

Megapolitan
Limpasan Air Turun dari Jalan Tol Becakayu Saat Hujan Kemarin

Limpasan Air Turun dari Jalan Tol Becakayu Saat Hujan Kemarin

Megapolitan
AKBP Benny Alamsyah, Ditegur karena Foto dengan Vitalia Sesha hingga Pakai Narkoba

AKBP Benny Alamsyah, Ditegur karena Foto dengan Vitalia Sesha hingga Pakai Narkoba

Megapolitan
PA 212 Klaim Dapat Izin Anies Selenggarakan Reuni Akbar di Monas, DKI Bilang Masih Akan Dibahas

PA 212 Klaim Dapat Izin Anies Selenggarakan Reuni Akbar di Monas, DKI Bilang Masih Akan Dibahas

Megapolitan
OC Kaligis Gugat Anies Baswedan karena Tunjuk BW Jadi Anggota TGUPP

OC Kaligis Gugat Anies Baswedan karena Tunjuk BW Jadi Anggota TGUPP

Megapolitan
Konsep Mirip Stadion Premiere League, Begini Cara JIS Antisipasi Penonton Terjun ke Lapangan

Konsep Mirip Stadion Premiere League, Begini Cara JIS Antisipasi Penonton Terjun ke Lapangan

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Batasi Jumlah Pedagang yang Jualan Saat CFD

Pemprov DKI Belum Batasi Jumlah Pedagang yang Jualan Saat CFD

Megapolitan
Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

Sepekan Sebelum Bunuh Diri, Pilot Wings Air Kerap Mengurung Diri di Kamar Indekos

Megapolitan
Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

Dihampiri Samsat dan BPRD, Tukang Bangunan Kaget Disebut Nunggak Pajak Mobil Mewah

Megapolitan
Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

Rel Antara Stasiun Pasar Minggu dan UI Sempat Patah, KRL Sudah Bisa Melintas

Megapolitan
KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

KCI Siapkan KRL sebagai Feeder untuk Pangkas Waktu Tempuh Rangkasbitung-Tanah Abang dan Cikarang-Jakarta Kota

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X