Bacakan Pleidoi, Terdakwa Perampok di Pulomas Bantah Berencana Bunuh Korban

Kompas.com - 03/10/2017, 15:50 WIB
Sidang lanjutan perkara pidana perampokan dan pembunuhan di Pulomas dengan agenda pembacaan pleidoi atau pembelaan dari tiga terdakwa di PN Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comSidang lanjutan perkara pidana perampokan dan pembunuhan di Pulomas dengan agenda pembacaan pleidoi atau pembelaan dari tiga terdakwa di PN Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Tiga terdakwa perampokan dan pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur, membantah tuduhan pembunuhan berencana terhadap para korbannya.

Ketiga terdakwa, Ridwan Sitorus alias Ius Pane, Erwin Situmorang, dan Alfin Sinaga, menyampaikan hal tersebut di depan majelis hakim dalam sidang pembacaan pleidoi atau nota pembelaan.

"Kami bertiga tidak pernah ada rencana menghilangkan nyawa korban dan tidak benar juga kalau kami ada menginap pada 25 Desember 2016 untuk merencanakan pembunuhan," ucap Alfin, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017).

Di sisi lain, Erwin juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berkeliling kompleks perumahan korbannya sebelum melakukan aksi perampokannya.


"Saya enggak pernah berkeliling kompleks untuk mengincar dan mencari sasaran perampokan. Saya juga enggak pernah melakukan kekerasan kepada korban walaupun posisinya waktu itu saya bisa melakukan kekerasan, tapi saya tidak mau," ucap Erwin.

(baca: Dua Terdakwa Perampokan di Pulomas Dituntut Hukuman Mati)

Atas alasan tersebut, ketiga terdakwa yang ditangkap pada Januari 2017 silam itu memohon majelis hakim menolak tuntutan hukuman mati dan seumur hidup dari jaksa penuntut umum (JPU).

"Saya hanya bisa memohon majelis hakim agar tuduhan JPU kepada kami dipertimbangkan karena kami tidak ada sekalipun merencanakan pembunuhan dan kami berempat pun tidak mengenal Pak Dodi," ujar Alfin, saat membacakan pleidoinya sambil menangis.

Dua terdakwa atas nama Ridwan Sitorus alias Ius Pane dan Erwin Situmorang dituntut hukuman mati. Sementara satu terdakwa lainnya atas nama Alfin Sinaga dituntut hukuman seumur hidup.

Perampokan di Pulomas itu terjadi pada Desember 2016 dan menewaskan enam orang karena disekap di dalam kamar mandi.

Korban yang meninggal dalam peristiwa itu adalah Dodi Triono (59) selaku pemilik rumah, dua anak Dodi bernama Diona Arika (16) dan Dianita Gemma (9), Amel yang merupakan teman dari anak Dodi, serta Yanto dan Tasrok yang merupakan sopir keluarga Dodi.

Adapun korban selamat bernama Zanette Kalila (13), yang merupakan anak Dodi. Korban lain yang selamat adalah Emi, Santi (22), Fitriani, dan Windy.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Megapolitan
Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Megapolitan
Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing di Tempat Umum

Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing di Tempat Umum

Megapolitan
Ninoy Karundeng Bantah Diobati Dokter Insani Saat Dianiaya

Ninoy Karundeng Bantah Diobati Dokter Insani Saat Dianiaya

Megapolitan
Tolak Berhubungan Badan, Wanita di Cikupa Dianiaya Pacarnya

Tolak Berhubungan Badan, Wanita di Cikupa Dianiaya Pacarnya

Megapolitan
Dishub DKI Sedang Kaji 3 Hal Terkait Pengoperasian Skuter Elektrik

Dishub DKI Sedang Kaji 3 Hal Terkait Pengoperasian Skuter Elektrik

Megapolitan
Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Perda

Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Perda

Megapolitan
Polda Metro Jaya Nyatakan Tak Buat Pesan Berantai soal Pengamanan Ibadat di Gereja

Polda Metro Jaya Nyatakan Tak Buat Pesan Berantai soal Pengamanan Ibadat di Gereja

Megapolitan
Viral, Seorang Pria Dikeroyok di Stasiun Jurangmangu

Viral, Seorang Pria Dikeroyok di Stasiun Jurangmangu

Megapolitan
Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

Megapolitan
Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Megapolitan
Hari-hari Terakhir Affan, Bocah 10 Tahun yang Tewas Ditabrak Kereta Api

Hari-hari Terakhir Affan, Bocah 10 Tahun yang Tewas Ditabrak Kereta Api

Megapolitan
Setelah Nenek Buta Huruf Ditipu, Kini Rumahnya Berdiri di Atas Tanah dengan 2 Pemilik Berbeda

Setelah Nenek Buta Huruf Ditipu, Kini Rumahnya Berdiri di Atas Tanah dengan 2 Pemilik Berbeda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X