Siapa Mencemarkan Kali Bekasi?

Kompas.com - 05/10/2017, 09:47 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, menyusuri Kali Bekasi, di Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (4/10/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahWali Kota Bekasi Rahmat Effendi, menyusuri Kali Bekasi, di Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (4/10/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

“Kami sudah menyurati Pemkab bogor, kami menyurati (dinas) lingkungan hidup. Tapi belum ada jawaban apa-apa. Kami belum dapat jaminan kepastian bagaimana daerah bertindak,” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Rahmat mengatakan, di wilayah Kabupaten Bogor terdapat beberapa pabrik yang diduga telah membuang limbahnya ke kali.

Rahmat meminta perusahaan di bantaran kali yang berada di wilayah Kabupaten Bogor tidak membuang sampah dan limbah langsung ke kali.

Upaya Pemkot Bekasi

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, menduga pencemaran air Kali Bekasi disebabkan oleh pembuangan limbah 18 perusahaan yang berada dekat kali di daerah Kota Bekasi.

Informasi tentang 18 perusahaan itu sudah didapatkan Dinas LH Kota Bekasi. Perusahaan-perusahaan yang diduga mencemari, kata Jumhana, sudah mendapatkan pembinaan soal penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ke-18 perusahaan tersebut sudah membuat surat pernyataan untuk tidak melanggar. Jika terbukti melanggar, apalagi membuang limbah ke kali, mereka bisa diberikan sanksi berupa penyegelan, tutup paksa, dan hukuman pidana.

Dari ke-18 perusahaan itu, tiga diantaranya sudah disegel Wali Kota Bekasi.  Perusahaan yang pertama disegel adalah PT Millenium Laundry, perusahaan pencucian dan pelusuhan warna celana jeans, yang terbukti membuang limbah cair ke kali.

Perusahaan kedua yaitu PT Prima Kemasindo, yang memproduksi minuman ringan. Perusahaan itu menggunakan batu bara untuk pembakaran dalam proses produksi. Limbah batu bara ini tidak diolah dengan baik dan diduga langsung dibuang ke Kali Bekasi. Lokasi pabrik tersebut berada di dua wilayah, yaitu Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor. Bagian produksi PT Prima Kemasindo yang berada di wilayah Kota Bekasi disegel dan tidak boleh melakukan aktivitas.

Perusahaan ketiga yang disegal adalah PT Prima Baja Utama, yang juga memiliki pelanggaran serupa yaitu tidak mengoperasikan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

Menurut  Jumhana, masih ada empat perusahaan lainnya yang belum dikontrol setelah dilakukan pembinaan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Megapolitan
'Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa...'

"Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa..."

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Megapolitan
Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Megapolitan
Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Megapolitan
Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Megapolitan
Radio Sonora, Garda Oto, Yellow Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Radio Sonora, Garda Oto, Yellow Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Megapolitan
Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Megapolitan
Camat: Penggusuran di Sunter Agung Sesuai Aturan

Camat: Penggusuran di Sunter Agung Sesuai Aturan

Megapolitan
Korban Penggusuran di Sunter Masih Bertahan di Antara Puing

Korban Penggusuran di Sunter Masih Bertahan di Antara Puing

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter: Kami Semua Pendukung Anies, tapi Kenapa Digusur?

Korban Penggusuran Sunter: Kami Semua Pendukung Anies, tapi Kenapa Digusur?

Megapolitan
Penonton Terpukau Saksikan Pertunjukan Musik hingga Sirkus di JakIPA Monas

Penonton Terpukau Saksikan Pertunjukan Musik hingga Sirkus di JakIPA Monas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X