Permukiman Ilegal di Belakang Pasar Pisang Palmerah Dijadikan RPTRA

Kompas.com - 05/10/2017, 11:14 WIB
Lahan milik Pemprov DKI yang tadinya diduduki oleh warga, usai dibongkar, Kamis (5/10/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARLahan milik Pemprov DKI yang tadinya diduduki oleh warga, usai dibongkar, Kamis (5/10/2017).
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah 15 bangunan ilegal yang berdiri di atas tanah Pemprov DKI ditertibkan pada Kamis (5/10/2017), Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan berencana membangun ruang publik terpadu ramah anak ( RPTRA) di tempat itu.

"Karena Pemprov DKI sedang gencar-gencarnya membuat RPTRA, ini kami usulkan untuk dijadikan RPTRA saja," kata Camat Kebayoran Lama Sayid Ali di lokasi, Kamis pagi.

Sayid mengatakan lokasi lahan yang berada di tengah permukiman padat penduduk ini memang cocok dibuat menjadi ruang publik.

Apalagi, di wilayah ini belum terdapat RPTRA. Sayid mengatakan, usulan untuk mendirikan RPTRA sudah disetujui warga setempat.


Baca: Dari RPTRA hingga Gaji Pejabat, Ini Catatan KPK tentang Pemprov DKI

"Warga sangat mendukung, bisa dilihat tidak ada penolakan selama penertiban," ujarnya.

Tanah seluas 1.000 meter persegi ini tadinya merupakan aset Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian dialihkan menjadi milik Pemprov DKI.

Selama 20 tahun terakhir di atas tanah negara ini dibangun 15 rumah petak yang disewakan ke para pendatang. Penghuninya kebanyakan adalah pedagang di sekitar Pasar Pisang Palmerah.

Sayid mengatakan rencana penertiban ini sudah muncul sejak awal tahun ini. Warga yang memang tak memiliki surat-surat, pasrah dan sudah angkat kaki sebelum bangunan dibongkar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Megapolitan
Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Megapolitan
Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Megapolitan
BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Berita Foto
Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

Megapolitan
Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

Megapolitan
Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Megapolitan
Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

Megapolitan
Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

Megapolitan
YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X