Pengendara yang Melanggar di Lampu Merah Tangerang Ditegur Lewat Pengeras Suara

Kompas.com - 05/10/2017, 16:45 WIB
Salah satu persimpangan di Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Kota Tangerang, yang telah menggunakan sistem kendali lalu lintas kendaraan atau area traffic control system (ATCS), Kamis (5/10/2017). Melalui sistem ini, petugas bisa memantau kondisi di lokasi dengan pantauan kamera CCTV dan dapat memberi imbauan dengan pengeras suara. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Salah satu persimpangan di Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Kota Tangerang, yang telah menggunakan sistem kendali lalu lintas kendaraan atau area traffic control system (ATCS), Kamis (5/10/2017). Melalui sistem ini, petugas bisa memantau kondisi di lokasi dengan pantauan kamera CCTV dan dapat memberi imbauan dengan pengeras suara.


TANGERANG, KOMPAS.com -
Dinas Perhubungan Kota Tangerang telah menerapkan sistem kendali lalu lintas kendaraan atau area traffic control system (ATCS) di lampu lalu lintas yang terpasang di persimpangan wilayah Kota Tangerang. Melalui sistem itu, petugas dapat dengan mudah memergoki pengendara yang melanggar garis batas maupun bentuk pelanggaran lain.

"Secara keseluruhan, ada 35 simpang yang terpasang lampu lalu lintas, namun baru 16 simpang yang terpasang (kamera) CCTV," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman saat ditemui Kompas.com di kantornya, Kamis (5/10/2017).

Sembari menjelaskan, Saeful turut memperlihatkan sistem kendali di sebuah ruangan yang dinamakan ruang kendali. Di sana, terlihat beberapa monitor berukuran kecil hingga besar yang menayangkan rekaman kamera CCTV di beberapa persimpangan. Menjelang jam pulang kerja, hampir di semua monitor menampilkan kondisi lalu lintas yang padat.

Terhadap pengendara yang melanggar, seperti berhenti di zebra cross yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki, bisa ditegur menggunakan traffic public announcement (TPA). TPA merupakan pengeras suara yang terpasang di tiap lampu merah dan terhubung dengan ATCS.

"Jadi, kalau kayak ada yang melanggar seperti ini, bisa kami tegur supaya mundur sebelum garis," tutur Saeful.

(baca: Polisi Segera Bahas Persiapan Penerapan E-tilang dengan Dishub DKI)

Dia mencoba menegur sejumlah pengendara, mulai dari mobil sampai sepeda motor. Hasilnya, ada pengendara yang cuek, dan ada juga yang mengindahkan teguran tersebut lalu memundurkan kendaraannya.

"Kalau kami tegur terus-menerus, orang bisa gerah juga, lalu dia mau enggak mau ikut aturan. Disayangkan memang, orang kita masih harus ditegur seperti itu," ujar Saeful.

Adapun dari total 16 simpang yang sudah terpasang kamera CCTV, baru enam di antaranya yang memiliki pengeras suara. Pihak Dinas Perhubungan Kota Tangerang secara bertahap akan melengkapi tiap persimpangan dengan sistem ATCS dan TPA agar bisa membantu menertibkan kondisi lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.



EditorIndra Akuntono


Close Ads X