Alasan Pemkot Jakbar Gelar Wisata Malam Kota Tua untuk SKPD

Kompas.com - 06/10/2017, 22:31 WIB
Walikota Jakarta Barat, Anas Efendi saat memberikan sambutan di acara Wisata Malam Kota Tua, Jumat (6/10/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaWalikota Jakarta Barat, Anas Efendi saat memberikan sambutan di acara Wisata Malam Kota Tua, Jumat (6/10/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jakarta Barat menggelar wisata malam Kota Tua yang digelar untuk para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) wilayah Jakarta Barat pada Jumat (6/10/2017).

Meski demikian, tak banyak SKPD yang hadir dalam acara yang digagas oleh Sekretaris Kota Jakarta Barat, Eldi Andi dan Kasudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat, Linda Enriany ini.

"Iya sayang tidak semua bisa hadir. Mungkin mereka masih ada kesibukan. Tapi mudah-mudahan di kemudian hari kalau ada acara begini lagi semua bisa hadir," ujar Wali Kota Jakarta Barat, Anas Efendi saat ditemui di Kawasan Kota Tua, Jumat.

Menurut Anas, acara ini sangat penting diikuti oleh para SKPD.

Baca: Jembatan dan Kendi yang Sarat Makna Budaya dalam Peresmian Kota Tua

"Kalau kita sendiri yang mengelola dan melestarikan Kota Tua tidak tahu, kan aneh. Itu makanya digelar wisata malam kota tua," sebutnya.

Anas melanjutkan, saat ini Pemprov DKI sedang getol-getolnya melakukan sejumlah perbaikan di kawasan kota tua untuk menarik minat pengunjung dalam maupun luar negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dulu Kota Tua enggak terawat. Sejak zaman Pak Jokowi, lalu Pak Ahok kita gencar lalukan perbaikan fisik. Harapannya Kota Tua bisa jadi destinasi wisata yang menarik," kata dia.

Ia mengatakan, nantinya berbagai kegiatan menarik akan rutin digelar di kawasan Kota Tua.

"Akan ada banyak kegiatan, lalu sekarang kan juga sudah ada lokasi binaan PKL, wisata sepeda di Fatahilah dan berbagai hal menarik lainnya," ujarnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Alarm dari RS Wisma Atlet, Pasien Positif Dipulangkan hingga 'Teror' Sirine

Megapolitan
Ambulans Tak Cukup, Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta Diangkut dengan Truk

Ambulans Tak Cukup, Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta Diangkut dengan Truk

Megapolitan
Kemenkes Utang Rp 144 M ke RSUD Bekasi, Wali Kota: Rumah Sakit Bisa Shut Down

Kemenkes Utang Rp 144 M ke RSUD Bekasi, Wali Kota: Rumah Sakit Bisa Shut Down

Megapolitan
Update 23 Juni: Kasus Covid-19 Bertambah 112 di Tangsel, Pasien Dirawat 669 Orang

Update 23 Juni: Kasus Covid-19 Bertambah 112 di Tangsel, Pasien Dirawat 669 Orang

Megapolitan
77 Persen Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel Warga Lansia dengan Komorbid

77 Persen Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel Warga Lansia dengan Komorbid

Megapolitan
PPDB SMA Jalur Zonasi di Kota Tangerang Diperpanjang sampai Besok

PPDB SMA Jalur Zonasi di Kota Tangerang Diperpanjang sampai Besok

Megapolitan
Diduga Hanyut, Jenazah Bocah 4 Tahun Ditemukan di Pintu Air Manggarai

Diduga Hanyut, Jenazah Bocah 4 Tahun Ditemukan di Pintu Air Manggarai

Megapolitan
Istimewanya Stasiun Terpanjang MRT di Thamrin, Diramal Jadi Titik Kumpul Baru Jakarta

Istimewanya Stasiun Terpanjang MRT di Thamrin, Diramal Jadi Titik Kumpul Baru Jakarta

Megapolitan
Audiensi Tak Ditanggapi Kampus, 19 Mahasiswa STAN yang Di-Drop Out Tempuh Jalur Hukum

Audiensi Tak Ditanggapi Kampus, 19 Mahasiswa STAN yang Di-Drop Out Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan
Pemprov DKI Sediakan 2.500 Kamar Isolasi Pasien Covid-19 di Rusun Nagrak

Pemprov DKI Sediakan 2.500 Kamar Isolasi Pasien Covid-19 di Rusun Nagrak

Megapolitan
Batasi Kegiatan Masyarakat, Polisi Tutup Dua Jalan di Kota Tangerang Pukul 21.00-04.00

Batasi Kegiatan Masyarakat, Polisi Tutup Dua Jalan di Kota Tangerang Pukul 21.00-04.00

Megapolitan
2.801 Personel Dikerahkan untuk Jaga Sidang Vonis Rizieq Terkait Kasus Tes Usap

2.801 Personel Dikerahkan untuk Jaga Sidang Vonis Rizieq Terkait Kasus Tes Usap

Megapolitan
Anies Sebut Makam Pasien Covid-19 di TPU Rorotan Sudah Terisi 900 Petak

Anies Sebut Makam Pasien Covid-19 di TPU Rorotan Sudah Terisi 900 Petak

Megapolitan
Kebutuhan Tabung Oksigen Naik Tiga Kali Lipat di RSUD Kota Tangerang

Kebutuhan Tabung Oksigen Naik Tiga Kali Lipat di RSUD Kota Tangerang

Megapolitan
Sederat Bantuan Logistik yang Dibutuhkan Rusun Nagrak untuk Tampung Pasien Covid-19

Sederat Bantuan Logistik yang Dibutuhkan Rusun Nagrak untuk Tampung Pasien Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X