Datangi Polda Metro, Istri Jonru Akan Diperiksa Polisi sebagai Saksi

Kompas.com - 10/10/2017, 13:17 WIB
Istri Jonru Ginting, Hendra Yulianti saat di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/10/2017). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaIstri Jonru Ginting, Hendra Yulianti saat di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/10/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Hendra Yulianti, istri tersangka kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian Jonru Ginting, mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (10/10/2017) siang.

Kedatangannya tersebut guna menjenguk sekaligus diperiksa sebagai saksi untuk suaminya. Yulianti datang dengan ditemani kuasa hukumnya, Erwin.

"Kan ini rencananya mau (diperiksa) sebagai saksi," ujar Yulianti di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Yulianti menambahkan, kondisi kesehatan suaminya sehat selama ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Dia enggan berkomentar saat ditanyai soal apakah ada upaya penangguhan penahanan terhadap suaminya itu. Dia menyerahkan semuanya kepasa pengacaranya.

Baca: Polisi Kirim Berkas Perkara Jonru ke Kejaksaan Pekan Ini

Di lokasi yang sama, Erwin menambahkan, pihaknya mempunyai rencana mengajukan penangguhan penahanan. Namun, sejauh ini permohonan penangguhan penahanan masih dalam tahap pengkajian.

"Ada. Jonru tidak mungkin melarikan diri, menghilangkan barang bukti juga tidak mungkin, kita akan mengajukan," kata Erwin.

Erwin mengaku sejumlah pihak telah bersedia menjadi penjamin Jonru. Namun dia tak menjelaskan secara rinci siapa saja orang-orang yang siap menjamin Jonru.

Jonru Ginting dijerat pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45A ayat (2); dan atau pasal 35 juncto pasal 51 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),  dan atau pasal 4 huruf (b) angka (1) juncto pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan atau pasal 156 KUHP tentang Penghinaan terhadap Suatu Golongan.

Dia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya sejak 30 September 2017. Jonru dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 31 Agustus 2017 oleh Muannas Al Aidid.

Muannas menilai, unggahan Jonru di media sosial sangat berbahaya dan jika dibiarkan dapat memecah belah bangsa Indonesia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Megapolitan
Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Megapolitan
26 Angkot di Tanah Abang Terjaring Operasi Yustisi

26 Angkot di Tanah Abang Terjaring Operasi Yustisi

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Chandrabaga Akhirnya Mulai Terisi Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Chandrabaga Akhirnya Mulai Terisi Pasien Covid-19

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, KRL Terakhir Berangkat dari Stasiun-stasiun di Ibu Kota pada Pukul 19.00 WIB

Selama PSBB Jakarta, KRL Terakhir Berangkat dari Stasiun-stasiun di Ibu Kota pada Pukul 19.00 WIB

Megapolitan
Belajar dari Youtube, Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi Harley Wismanu

Belajar dari Youtube, Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi Harley Wismanu

Megapolitan
Kelurahan Cengkareng Timur Catat Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak, Kebanyakan dari Klaster Keluarga

Kelurahan Cengkareng Timur Catat Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak, Kebanyakan dari Klaster Keluarga

Megapolitan
Hari ini, KCI Resmi Larang Penumpang KRL Pakai Buff dan Masker Scuba

Hari ini, KCI Resmi Larang Penumpang KRL Pakai Buff dan Masker Scuba

Megapolitan
Periksa 10 Saksi, Polisi Kejar Pembacok di Pesanggrahan yang Diduga Geng Moonraker

Periksa 10 Saksi, Polisi Kejar Pembacok di Pesanggrahan yang Diduga Geng Moonraker

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang Lagi, Pengawasan Protokol Kesehatan Akan Diperketat

PSBB Tangsel Diperpanjang Lagi, Pengawasan Protokol Kesehatan Akan Diperketat

Megapolitan
Hilang di Kali Ciliwung, Remaja Ditemukan Tewas 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

Hilang di Kali Ciliwung, Remaja Ditemukan Tewas 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

Megapolitan
Sepekan Pengetatan PSBB di Jakarta, Jumlah Penumpang KRL Turun 21 Persen

Sepekan Pengetatan PSBB di Jakarta, Jumlah Penumpang KRL Turun 21 Persen

Megapolitan
Pekan Kedua Pengetatan PSBB, Situasi Stasiun KRL Disebut Kondusif Pagi Ini

Pekan Kedua Pengetatan PSBB, Situasi Stasiun KRL Disebut Kondusif Pagi Ini

Megapolitan
Kebakaran di Kemensos Hanguskan Studio di Lantai 1

Kebakaran di Kemensos Hanguskan Studio di Lantai 1

Megapolitan
Suara Dentuman Misterius Kembali Terdengar di Jakarta pada Senin Pagi

Suara Dentuman Misterius Kembali Terdengar di Jakarta pada Senin Pagi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X