Di PHK sebagai Sopir Taksi, Pria Ini Curi Motor di Bekasi dan Depok

Kompas.com - 11/10/2017, 16:53 WIB
Dua orang pencuri sepeda motor, Kadnuri dan Hendri saat digelandang ke Mapolres Kota Depok, Rabu (11/10/2017). Keduanya adalah dua orang yang terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor di kawasan Cimanggis, Depok pada awal September silam. Kompas.com/Alsadad RudiDua orang pencuri sepeda motor, Kadnuri dan Hendri saat digelandang ke Mapolres Kota Depok, Rabu (11/10/2017). Keduanya adalah dua orang yang terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor di kawasan Cimanggis, Depok pada awal September silam.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIndra Akuntono


DEPOK, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Hendri (37), dan adiknya, Kadnuri (36), ditangkap polisi di Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (10/10/2017), karena terlibat kasus pencurian sepeda motor di Cimanggis. Kasus pencurian itu terjadi pada awal September 2017.

Ditemui di Mapolres Kota Depok, Rabu (11/10/2017), Hendri mengungkapkan bahwa dia sempat bekerja sebagai sopir di perusahaan taksi di Jakarta. Namun sekitar empat bulan lalu, Hendri terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

"Berhenti karena sepi. Susah nyari duit di taksi sekarang. Terus nganggur," ujar Hendri.

(baca: Remaja Pelempar Truk Sampah DKI Diduga Jadi Otak Penodongan dan Pencurian Motor)

Saat beraksi, Hendri selalu didampingi Kadnuri. Modus operandi keduanya adalah berboncengan sepeda motor ke suatu lokasi dan mencuri sepeda motor saat kondisi sepi.

Setelah menentukan objek incaran, salah satu menunggu di motor sambil mengamati situasi, sedangkan salah satunya lagi merusak kunci sepeda motor yang diincar untuk kemudian dibawa kabur.

Pembagian tugas dilakukan Hendri dan Kadnuri secara bergantian.

Kepada polisi, Hendri dan Kadnuri mengaku sudah tujuh kali beraksi di beberapa tempat di Bekasi dan Depok, Salah satunya di parkiran Masjid Al Muklis, Jalan Tumaritis, Harjamukti, Cimanggis, Depok pada 5 September 2017.

Saat itu, keduanya mengambil motor Yamaha Vixion milik seorang jemaah masjid yang sedang shalat Shubuh.

"Para pelaku ini memang spesialis beraksi saat waktu-waktu sepi yang sulit terpantau, seringkali pada dini hari," ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Putu Kholis.

Kini Hendri dan Kadnuri harus merasakan dinginnya ruang tahanan Mapolres Kota Depok. Keduanya terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP yang mengatur kasus pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 per Kg

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 per Kg

Megapolitan
Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Megapolitan
Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Banyak Pasien Covid-19 Melapor Sulit Dapatkan RS

Megapolitan
Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Tambah 50 Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Tambah 50 Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

Megapolitan
[Update 22 Januari]: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 117

[Update 22 Januari]: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 117

Megapolitan
DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

DPD APDI Jakarta Tak Akan Larang Pedagang Daging Sapi Berjualan

Megapolitan
70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

70 Persen Pedagang Daging Sapi di Jakarta Disebut Masih Mogok Besok

Megapolitan
Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Sekda DKI Rangkap Jabatan, Wagub DKI Bilang Tentukan Pejabat Ada Mekanismenya

Megapolitan
Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Pemkot Bogor Masih Pertimbangkan Jenis Sanksi untuk RS Ummi

Megapolitan
Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Tiga Rumah Hangus Terbakar di Kalibata

Megapolitan
Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Inspeksi ke Simpang Lima Senen, Anies Berfoto Bareng Ojol

Megapolitan
Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Bima Arya Bilang Belum Paham dengan Usulan Anies agar Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Jakarta Catat Pertambahan Tertinggi Covid-19, Hari Ini Tambah 3.792 Kasus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X