Wali Kota Depok: Rusun TOD Pondok Cina Belum Berizin

Kompas.com - 11/10/2017, 20:06 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Menteri PUPR Basuki Hadimulyono (tengah) didampingi pejabat dari Kemenhub, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, PT KAI dan Perum Perumnas saat acara groundbreaking rusun berkonsep transit oriented development di Stasiun Pondok Cina, Depok, Senin (2/10/2017). Kompas.com/Alsadad RudiMenteri BUMN Rini Soemarno bersama Menteri PUPR Basuki Hadimulyono (tengah) didampingi pejabat dari Kemenhub, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, PT KAI dan Perum Perumnas saat acara groundbreaking rusun berkonsep transit oriented development di Stasiun Pondok Cina, Depok, Senin (2/10/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Idris Abdul Somad menyatakan, rumah susun berkonsep transit oriented development (TOD) yang sedang dibangun di area Stasiun Pondok Cina, Depok belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Karena itu, ia menilai peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut seharusnya belum boleh dilakukan.

"Saya enggak tahu siapa yang mengistilahkan groundbreking. Yang jelas kami pemerintah ketika dapat undangan, saya bilang tidak ada istilah groundbreaking. Sebab mereka belum ada IMB," kata Idris di Balai Kota Depok, Rabu (11/10/2017).

Groundbreaking rusun TOD di Stasiun Pondok Cina berlangsung pada 2 Oktober 2017. Idris ataupun wakilnya, Pradi Supriyatna tak hadir dalam acara yang dihadiri Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Rini Soemarno itu.

Baca juga: Wali Kota Depok Ancam Tak Terbitkan IMB untuk Rusun TOD Pondok Cina

Menurut Idris, belum diterbitkannya IMB untuk proyek rusun TOD di Stasiun Pondok Cina karena belum terpenuhinya syarat lebar jalan atau right of way (ROW).

Menurut Idris, lokasi rusun TOD di Stasiun Pondok Cina berjarak 13 meter dari Jalan Margonda. Artinya, rusun tersebut harus punya jalan akses penghubung dengan lebar minimal 20 meter. Lebar itulah yang disebutnya tak ditemui di jalan akses yang ada saat ini.

"Kalau di bawah 13 meter dari jalan raya, itu boleh (lebar jalan di bawah 20 meter). Seperti (apartemen di pinggir) Margonda itu tidak sampai 13 meter masuknya. Karena Jalan Margonda itu yang jadi ROW-nya," kata Idris.

Rusun TOD yang dibangun di Stasiun Pondok Cina merupakan kerja sama antara Perum Perumnas dam PT KAI. 

Rusun di lokasi ini akan terdiri atas empat tower dengan jumlah total hunian mencapai 3.693 unit. Unit hunian yang disediakan terdiri atas komposisi hunian rusunami dan anami tipe studio hingga tiga kamar tidur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

Megapolitan
Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Megapolitan
Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

Megapolitan
Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Januari: Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dinkes DKI Temukan 592 Klaster Keluarga Pascalibur Natal-Tahun Baru, 1.265 Orang Positif Covid-19

Dinkes DKI Temukan 592 Klaster Keluarga Pascalibur Natal-Tahun Baru, 1.265 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Alat Medis Belum Ada, Pemanfaatan RSU Pakulonan Tangsel untuk Pasien Covid-19 Molor hingga Februari

Alat Medis Belum Ada, Pemanfaatan RSU Pakulonan Tangsel untuk Pasien Covid-19 Molor hingga Februari

Megapolitan
Vaksinasi Tahap Kedua Dimulai Besok, 9.150 Nakes di Kota Bogor Siap Disuntik

Vaksinasi Tahap Kedua Dimulai Besok, 9.150 Nakes di Kota Bogor Siap Disuntik

Megapolitan
Kasus Prostitusi di Sunter, 4 Anak 'Dijual' Rp 20 Juta

Kasus Prostitusi di Sunter, 4 Anak "Dijual" Rp 20 Juta

Megapolitan
Selama PPKM Jilid I, 95 Orang dan 4 Usaha di Kota Tangerang Didenda karena Langgar Prokes

Selama PPKM Jilid I, 95 Orang dan 4 Usaha di Kota Tangerang Didenda karena Langgar Prokes

Megapolitan
Kapolri Sebut Polantas Tak Lagi Menilang, Warga: Tilang Elektronik Lebih Menakutkan

Kapolri Sebut Polantas Tak Lagi Menilang, Warga: Tilang Elektronik Lebih Menakutkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X