11 Orang Menjadi Tersangka Kericuhan di Kemendagri - Kompas.com

11 Orang Menjadi Tersangka Kericuhan di Kemendagri

Kompas.com - 12/10/2017, 16:55 WIB
Suasana kericuhan di depan kantor Kementerian Dalam Negeri di Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (11/10/2017). Kericuhan itu terkait dengan pelaksanaan Pilkada di Tolikara, Papua.Instagram Suasana kericuhan di depan kantor Kementerian Dalam Negeri di Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (11/10/2017). Kericuhan itu terkait dengan pelaksanaan Pilkada di Tolikara, Papua.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menetapkan 11 dari 15 orang yang diamankan terkait kericuhan di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, sebagai tersangka.

"Jadi ada setelah kita lakukan pemeriksaan kemduian gelar perkara, ada 11 orang yang statusnya kita naikkan jadi tersangka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/10/2017).

Argo menjelaskan, mereka ditetapkan menjadi tersangka karena terbukti membuat kericuhan di Kemendagri. Hal tersebut diketahui setelah polisi meminta keterangan dari saksi-saksi.

Baca: PNS Kemendagri Laporkan Massa Perusak Kantor Kemendagri

"Sebelas orang itu kita lakukan penahanan. Sementara 4 orang lainnya kita bebaskan," kata Argo.

Baca: Mendagri Minta Usut Aktor Penyerangan Kantor Kemendagri

Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat digeruduk sejumlah orang pada Rabu (11/10/2017) sekitar pukul 15.00 WIB. Massa merangsek masuk ke dalam kantor dan merusak sejumlah barang.

Baca: 15 Orang Terluka dalam Kericuhan di Kemendagri

Kompas TV Pasca Diserang, Aktivitas di Kemendagri Kembali Normal


EditorAna Shofiana Syatiri
Komentar

Terkini Lainnya

Ganjar Pranowo Kembali Aktif Jadi Gubernur Jawa Tengah

Ganjar Pranowo Kembali Aktif Jadi Gubernur Jawa Tengah

Regional
Ridwan Kamil Targetkan Raih 10 Persen Suara Pemilih Gamang

Ridwan Kamil Targetkan Raih 10 Persen Suara Pemilih Gamang

Regional
Bangunan Berarsitektur Unik Ini Jadi Spot Foto di Yogyakarta

Bangunan Berarsitektur Unik Ini Jadi Spot Foto di Yogyakarta

Regional
Dedi Mulyadi Nilai Polri, TNI dan Pemprov Jabar Profesional Kawal Kampanye

Dedi Mulyadi Nilai Polri, TNI dan Pemprov Jabar Profesional Kawal Kampanye

Regional
PDI-P: SBY 'Playing Victim', Dihantui Cara Berpikirnya Sendiri

PDI-P: SBY "Playing Victim", Dihantui Cara Berpikirnya Sendiri

Nasional
Bertolak ke AS, Sandiaga Uno Akan Tinjau Teknologi Atasi Kemacetan

Bertolak ke AS, Sandiaga Uno Akan Tinjau Teknologi Atasi Kemacetan

Megapolitan
Kemenkumham: KPU Tak Berwenang Larang Eks Koruptor Jadi Caleg

Kemenkumham: KPU Tak Berwenang Larang Eks Koruptor Jadi Caleg

Nasional
Kembali Jadi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil Kampanyekan Jangan Golput

Kembali Jadi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil Kampanyekan Jangan Golput

Regional
Kemenkumham: PKPU Larangan Eks Koruptor Jadi Caleg Tak Berlaku jika Belum Diundangkan

Kemenkumham: PKPU Larangan Eks Koruptor Jadi Caleg Tak Berlaku jika Belum Diundangkan

Nasional
Ridwan Kamil dan Oded Kembali Pimpin Kota Bandung

Ridwan Kamil dan Oded Kembali Pimpin Kota Bandung

Regional
Polisi Serahkan ke Imigrasi 7 WNA Asal China yang Ditangkap di Perairan Kupang

Polisi Serahkan ke Imigrasi 7 WNA Asal China yang Ditangkap di Perairan Kupang

Regional
PNS Mabes Polri yang Selundupkan Sabu ke Rutan Suaminya Terlibat Kasus Ekstasi Jumbo

PNS Mabes Polri yang Selundupkan Sabu ke Rutan Suaminya Terlibat Kasus Ekstasi Jumbo

Megapolitan
Kemenhub Akan Bagikan 5000 Jaket Keselamatan untuk Operator Kapal di Danau Toba

Kemenhub Akan Bagikan 5000 Jaket Keselamatan untuk Operator Kapal di Danau Toba

Nasional
Mencari Pihak yang Bertanggung Jawab Atas Kaburnya 2 Tahanan Polres Jaktim...

Mencari Pihak yang Bertanggung Jawab Atas Kaburnya 2 Tahanan Polres Jaktim...

Megapolitan
Guru Asal Mesir Ditemukan Meninggal Dunia di Ponpes Pabelan Magelang

Guru Asal Mesir Ditemukan Meninggal Dunia di Ponpes Pabelan Magelang

Regional

Close Ads X