"Orang Dalam" Jadi Sindikat Pencuri Parfum di Anak Perusahaan Garuda

Kompas.com - 16/10/2017, 12:26 WIB
Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengungkap sindikat pencuri parfum oleh oknum pegawai PT Aerowisata Food Services (ACS), anak usaha Garuda Indonesia, di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (16/10/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengungkap sindikat pencuri parfum oleh oknum pegawai PT Aerowisata Food Services (ACS), anak usaha Garuda Indonesia, di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (16/10/2017).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

TANGERANG, KOMPAS.com - Tiga oknum pegawai PT Aerowisata Food Services (ACS), anak usaha Garuda Indonesia, tertangkap setelah berkali-kali mencuri parfum di kantornya sendiri.

Mereka adalah DN (bagian gudang), DB (bagian laundry), dan DS (sopir). Ketiganya bekerja sama mencuri parfum yang biasa dipakai sebagai pewangi toilet di pesawat dan dijual kembali dengan harga tinggi.

"Kasusnya terjadi pada bulan Agustus lalu. Setelah penyelidikan dan penyidikan selama dua bulan, kami berhasil mengungkap tersangka dari berbagai kota, dari Cianjur, lalu Garut, dan yang satunya ketangkap di sini," kata Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar Arif Rachman, saat konferensi pers di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (16/10/2017) siang.

Menurut Arif, komplotan pencuri ini ketahuan setelah pihak perusahaan mencurigai sejumlah parfum yang hilang dari gudang pada 22 Agustus 2017. Setelah kasusnya dilaporkan ke polisi, ada beberapa pegawai yang tiba-tiba menghilang, yang belakangan diketahui sebagai bagian dari sindikat tersebut.

Baca: Pencuri Ponsel Gentayangan di Terminal Kargo Soetta, Pelakunya Ternyata...

"Saat bekerja malam, (pelaku) tanpa izin mengambil properti resmi milik PT ACS berupa parfum. Keuntungannya dibagi-bagi, masing-masing Rp 5 juta per orang," ujar Arif.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku sudah bekerja di PT ACS selama sepuluh tahun. Mereka juga sudah sepuluh kali mencuri parfum, dengan total barang yang dicuri kurang lebih sebanyak 50 dus dengan isi ribuan botol parfum.

Baca: Tenda yang Diduga Milik Sindikat Pencuri Kabel Ditemukan di Gorong-gorong

"Mereka pakai selimut untuk menutupi, kemudian troli makanan untuk membawa, dibawa keluar pakai mobil boks. Mereka bekerja shift malam, saat bekerja mereka mencuri parfum. Troli makanan dikamuflasekan, ditutup dengan selimut, lalu dibawa keluar," ujar Arif.

Baca: Polisi Kantongi Identitas Sindikat Pencuri Kabel di Merdeka Selatan

Ketiganya kini telah diamankan di Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk diperiksa lebih lanjut. Atas tindakannya, para pelaku dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 PKL yang Jualan di Trotoar Tanah Abang Ditertibkan, Gerobak Dagangan Diangkut Satpol PP

30 PKL yang Jualan di Trotoar Tanah Abang Ditertibkan, Gerobak Dagangan Diangkut Satpol PP

Megapolitan
Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Megapolitan
Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Megapolitan
Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Megapolitan
Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Megapolitan
Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Megapolitan
Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Megapolitan
Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Megapolitan
Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X