Divonis Mati, Pelaku Bantah Rencanakan Pembunuhan di Pulomas

Kompas.com - 17/10/2017, 16:20 WIB
Suasana ruang sidang di PN Jakarta Timur setelah Hakim Ketua Gede Ariawan memvonis para terdakwa perampokan dan pembunuhan di Pulomas pidana hukuman mati dan seumur hidup. Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comSuasana ruang sidang di PN Jakarta Timur setelah Hakim Ketua Gede Ariawan memvonis para terdakwa perampokan dan pembunuhan di Pulomas pidana hukuman mati dan seumur hidup.
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim kuasa hukum terdakwa kasus pembunuhan dan perampokan di Pulomas menentang keputusan majelis hakim yang menjatuhkan hukuman mati kepada kliennya.

Salah seorang kuasa hukum terdakwa, Amudi Sidabutar menyayangkan putusan majelis hakim yang mengabulkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Dalam putusan itu dikatakan ada perencanaan pembunuhan sesuai dengan dakwaan primer JPU. Padahal faktanya di lapangan terdakwa ini tidak mengenal para korbannya," kata Amudi selepas sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Selasa (17/10/2017).

Selain itu, dalam putusannya, Hakim Ketua Gede Ariawan juga menyebutkan bahwa sebelum peristiwa perampokan dan pembunuhan pada 26 Desember 2016 terjadi, para terdakwa  melakukan survei rumah Pulomas.

Baca: Dua Terdakwa Perampokan dan Pembunuhan di Pulomas Divonis Mati

Survei tersebut dilakukan sehari sebelumnya atau tepat pada 25 Desember 2016 untuk mengamati lingkungan di sekitar rumah incaran terdakwa.

"Kalau hakim mengasumsikan tanggal 25 itu ada survei kan tetap para terdakwa tidak masuk ke dalam rumah sehingga para terdakwa ini tidak tahu bagaimana kondisi dalam rumah yang berujung pada penyekapan korban di dalam kamar mandi," jelas Amudi.

Atas vonis tersebut, Amudi dan kuasa hukum terdakwa lainnya sepakat bakal mengajukan banding kepada pengadilan.

"Kalau soal banding itu kan hak, soal putusan perkara bagi terdakwa, kami kuasa hukum juga tidak sependapat dengan pertimbangan majelis hakim," tuntas Amudi.

Baca: Divonis Mati, Terdakwa Pembunuhan di Pulomas Dinilai Meninggalkan Trauma Mendalam bagi Zanette

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

Meriahkan Imlek 2571, Bandara Soetta Bagi-bagi Angpau sampai Akhir Bulan

Megapolitan
Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Diperkirakan Kering Nanti Malam

Megapolitan
Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

Cawagub DKI Riza Patria: Tidak Ada Lobi Khusus kepada Anggota DPRD

Megapolitan
Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran Tersisa 1 Meter

Megapolitan
Waspada Virus Corona, Pemkot Tangsel Koordinasi dengan Bandara Soekarno-Hatta

Waspada Virus Corona, Pemkot Tangsel Koordinasi dengan Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Underpass Kemayoran Banjir, Anies: Pemprov DKI Ikut Bantu meski Bukan Kewenangan Kami

Underpass Kemayoran Banjir, Anies: Pemprov DKI Ikut Bantu meski Bukan Kewenangan Kami

Megapolitan
Tiang di Sawangan Depok Nyaris Roboh, Disangga Pakai Tangga Kayu di Tengah Jalan

Tiang di Sawangan Depok Nyaris Roboh, Disangga Pakai Tangga Kayu di Tengah Jalan

Megapolitan
Cerita Eks Warga yang Tak Tahan Banjir di Pondok Gede Permai, Jual Rumah lalu Pulang Kampung

Cerita Eks Warga yang Tak Tahan Banjir di Pondok Gede Permai, Jual Rumah lalu Pulang Kampung

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Depan Bocah di Bekasi Mengaku Beraksi hingga Ratusan Kali

Pelaku Masturbasi di Depan Bocah di Bekasi Mengaku Beraksi hingga Ratusan Kali

Megapolitan
Anies Klaim Angka Kemiskinan di Jakarta Terendah se-Indonesia dalam 5 Tahun

Anies Klaim Angka Kemiskinan di Jakarta Terendah se-Indonesia dalam 5 Tahun

Megapolitan
Pelaku Penodongan di Warteg Titip Celurit kepada Saudaranya, Ditangkap di Jonggol

Pelaku Penodongan di Warteg Titip Celurit kepada Saudaranya, Ditangkap di Jonggol

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Pelaku Terakhir, Seluruh Penodong di Warteg Pesanggrahan Tertangkap

Polisi Tangkap Dua Pelaku Terakhir, Seluruh Penodong di Warteg Pesanggrahan Tertangkap

Megapolitan
Anies kepada Kader Gerindra DKI: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan

Anies kepada Kader Gerindra DKI: Dulu Takbiran Dilarang, Sekarang Diizinkan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Masturbasi di dalam Mobil di Pinggir Jalan Gatot Subroto

Polisi Tangkap Pria yang Masturbasi di dalam Mobil di Pinggir Jalan Gatot Subroto

Megapolitan
Saat Anies dan Sandiaga Melepas Rindu di Acara Gerindra

Saat Anies dan Sandiaga Melepas Rindu di Acara Gerindra

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X