Gatot Brajamusti Minta Kontribusinya Dalam Perfilman dan Agama Diakui

Kompas.com - 17/10/2017, 19:20 WIB
Gatot Brajamusti dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARGatot Brajamusti dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti menyampaikan keberatan atau eksepsi terhadap kasus kepemilikan satwa langka dan senjata api yang didakwakan kepadanya, Selasa (17/10/2017).

Gatot melalui penasihat hukumnya, yaitu Ahmad Rifai, meminta agar hakim dan masyarakat mengakui kontribusinya dalam bidang perfilman dan agama Islam di Tanah Air. Ia menyampaikan hal itu agar hakim dapat menjatuhkan putusan yang adil kepadanya.

"Terdakwa Gatot semula dikenal sebagai guru spiritual di kalangan selebritis di Indonesia dan sering diberitakan mempunyai murid artis seperi Elma Theana, Reza Artamevia, dan lain-lain," kata Ahmad Rifai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa sore.

Baca juga: Jaksa Sebut Banyak Korban Perkosaan Gatot Brajamusti

Ahmad menjelaskan, Gatot terpilih sebagai Ketua Parfi pada 2012 hingga 2016. Kemudian pada 2016, Gatot terpilih lagi untuk menjabat hingga 2020. Sayangnya, proses pemilihan kembali Gatot sebagai Ketua Parfi menjadi titik balik yang menjebloskan Gatot ke penjara terkait beragam tindak pidana.

"Ada banyak hal yang dilakukan terdakwa melalui program kerja di Parfi yang membawa dampak positif bagi Tanah Air. Kesuksesan terbukti ketika mencalonkan dirinya sendiri terdakwa mendapat mayoritas dukungan dari pemilik suara, yaitu insan film sehingga terpilih kembali," ujar Ahmad.

Gatot juga disebut memberi kontribusi bagi agama Islam melalui perannya menyiarkan ajaran Islam. Gatot disebut terus-menerus mengamalkan ajaran Islam.

"Bahwa perlu kami sampaikan kepada masyarakat, terdakwa adalah sosok religius yang taat dan patuh terhadap agama Islam, tidak henti-hentinya menyiarkan agama Islam walau di balik jeruji besi. Namun tidak meluruhkan tekad mulianya," kata Ahmad Rifai.

Lihat juga: Gatot Brajamusti Didakwa Paksa Remaja 16 Tahun Ikut Ritual Seks

Gatot Brajamusti ditangkap di sebuah hotel di Kota Mataram, NTB, tidak lama setelah ia dipilih lagi untuk memimpin Parfi, pada 28 Agustus 2016. Polisi menemukan satu paket sabu di celananya dan hasil tes urine menunjukkan dia positif menggunakan narkoba.

Penangkapan Gatot itu ditindaklanjuti dengan penggeledahan di rumahnya di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Di rumah itu, polisi menemukan benda-benda terkait narkoba, senjata api, amunisi, dan hewan yang dilindungi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 24 Januari: Bertambah 93, Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 4.883

UPDATE 24 Januari: Bertambah 93, Kasus Covid-19 di Tangsel Kini 4.883

Megapolitan
IDI Jakarta Sebut PPKM Periode Pertama Belum Efektif Kurangi Kasus Covid-19

IDI Jakarta Sebut PPKM Periode Pertama Belum Efektif Kurangi Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 24 Januari: Jakarta Catat 3.512 Kasus Positif Covid-19, Kasus Aktif Tembus 24.224

UPDATE 24 Januari: Jakarta Catat 3.512 Kasus Positif Covid-19, Kasus Aktif Tembus 24.224

Megapolitan
Daftar 49 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridenfikasi

Daftar 49 Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridenfikasi

Megapolitan
Banjir Mulai Surut, Ruas Jalan di Bekasi Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Mulai Surut, Ruas Jalan di Bekasi Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Megapolitan
Minggu Sore, 10 Lokasi di Jakut dan Jaktim Tergenang Air

Minggu Sore, 10 Lokasi di Jakut dan Jaktim Tergenang Air

Megapolitan
Banjir Melanda 6 Kecamatan di Bekasi, Ketinggian Air Sempat Mencapai 1,2 Meter di Pondok Gede

Banjir Melanda 6 Kecamatan di Bekasi, Ketinggian Air Sempat Mencapai 1,2 Meter di Pondok Gede

Megapolitan
Tiga Hari Dibuka, Sudah 86 Jenazah Dimakamkan di TPU Bambu Apus dengan Protap Covid-19

Tiga Hari Dibuka, Sudah 86 Jenazah Dimakamkan di TPU Bambu Apus dengan Protap Covid-19

Megapolitan
Hujan Deras, Beberapa Perumahan dan Ruas Jalan di Bekasi Banjir

Hujan Deras, Beberapa Perumahan dan Ruas Jalan di Bekasi Banjir

Megapolitan
Daftar 25 Kelurahan di Jakarta dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi, Jagakarsa 312 Kasus

Daftar 25 Kelurahan di Jakarta dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi, Jagakarsa 312 Kasus

Megapolitan
Hujan Deras Sejak Minggu Pagi, 10 Lokasi di Jakarta Tergenang Air

Hujan Deras Sejak Minggu Pagi, 10 Lokasi di Jakarta Tergenang Air

Megapolitan
Imbas RS Penuh, Penularan Covid-19 dari Klaster Keluarga di Tangsel Meningkat

Imbas RS Penuh, Penularan Covid-19 dari Klaster Keluarga di Tangsel Meningkat

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, Wagub DKI Sampaikan Belasungkawa

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, Wagub DKI Sampaikan Belasungkawa

Megapolitan
Ruang ICU Penuh, Wakil Wali Kota Tangsel: Masyarakat Jangan Sakit

Ruang ICU Penuh, Wakil Wali Kota Tangsel: Masyarakat Jangan Sakit

Megapolitan
PPKM di Tangsel Belum Maksimal, Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Tak Sesuai Target

PPKM di Tangsel Belum Maksimal, Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Tak Sesuai Target

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X