"Soal Pembangunan Sumber Waras, Nanti Saya Lapor Pak Gubernur Dulu"

Kompas.com - 19/10/2017, 16:17 WIB
 Suasana Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, Senin (18/4). Direktur Utama RS Sumber Waras Abraham Tedjanegara mengatakan, seluruh proses jual-beli dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Audit Badan Pemeriksa Keuangan menemukan ketidakwajaran pembelian lahan RS Sumber Waras yang berpotensi merugikan negara sekitar Rp 191 miliar. Kompas/Hendra A Setyawan Suasana Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, Senin (18/4). Direktur Utama RS Sumber Waras Abraham Tedjanegara mengatakan, seluruh proses jual-beli dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Audit Badan Pemeriksa Keuangan menemukan ketidakwajaran pembelian lahan RS Sumber Waras yang berpotensi merugikan negara sekitar Rp 191 miliar.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta belum dapat memberikan informasi mengenai progres pembangunan Rumah Sakit Kanker DKI di lahan eks-Rumah Sakit Sumber Waras.

"Maaf, untuk Sumber Waras tunggu dulu barangkali, nanti kami lapor Pak Gubernur dulu," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan DKI, Een Haryani saat dihubungi Kompas.com, Kamis (19/10/2017).

Sama halnya dengan Een, Kadis Kesehatan DKI, Koesmedi Priharto pun masih enggan berkomentar.

Ditemui di RS Sumber Waras, Direktur Umum Rumah Sakit Sumber Waras, Abraham Tedjanegara mengatakan, pikahnya telah berkomunikasi dengan Dinkes terkait pembangunan rumah sakit tersebut.

Baca: Tidak Pakai APBD, Pembangunan RS Sumber Waras Akan Gunakan Skema KPBU

"Itu gambar bangunannya udah jadi, saya lihat sendiri. Mungkin tahun 2018 pembangunannya sudah dimulai," ujar Abraham, Kamis.

Ia mengatakan, bangunan tersebut akan terdiri dari 2.000 ruang rawat inap.

"Pemprov juga mengonsepkan ada rumah singgah di rumah sakit itu," kata dia.

Baca: Sandiaga Minta Pemprov DKI Bayar Kerugian Pembelian Lahan RS Sumber Waras

Sebelum dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno memastikan siap melanjutkan pembangunan RS Sumber Waras ketika menjabat nanti.

Pada saat itu, ia meminta kerugian negara dalam pembelian lahan RS Sumber Waras yang disebut oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), segera dibayar.

Baca: Dinkes DKI Pastikan Pembangunan RS Sumber Waras Tetap Dilanjutkan

"Bayar ajalah. Kalau itu temuan BPK ya harus dibayarlah tapi yang bayar kan harus yang diuntungkanlah," kata Sandiaga ditemui di Karawaci, Tangerang, Sabtu (22/7/2017).

Sandiaga memastikan, setelah menjabat pada Oktober 2017 nanti, ia tak akan menganggarkan ganti rugi kerugian negara itu meski BPK menyebut Pemprov DKI Jakarta-lah yang bertanggung jawab atas pembelian.

Baca: Belum Ada Progres Pembangunan RS Sumber Waras, Dinkes Akan Minta Arahan Djarot

Pemprov DKI Jakarta membeli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) senilai Rp 800 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2014.

BPK menyebut Pemprov DKI membeli dengan harga lebih mahal dari seharusnya sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp 191 miliar.

Baca: Takut Kasus RS Sumber Waras Terulang, Ahok Gunakan Appraisal Beli Lahan Cengkareng Barat

Namun, KPK telah menyatakan tidak menemukan adanya tindak pidana korupsi dalam kasus pembelian lahan milik Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15,3 Hektare Lahan TPU di Bekasi Masih Kosong

15,3 Hektare Lahan TPU di Bekasi Masih Kosong

Megapolitan
Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

Megapolitan
BERITA FOTO: Dampak Banjir di Jakarta Minggu Kemarin

BERITA FOTO: Dampak Banjir di Jakarta Minggu Kemarin

Berita Foto
Minta Anies Tak 'Tenggelamkan' Kelapa Gading, Warga Tuntut Dana Banjir Dikembalikan

Minta Anies Tak "Tenggelamkan" Kelapa Gading, Warga Tuntut Dana Banjir Dikembalikan

Megapolitan
247 Gardu Listrik Telah Kembali Dinyalakan PLN Setelah Banjir Surut

247 Gardu Listrik Telah Kembali Dinyalakan PLN Setelah Banjir Surut

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Lagi-lagi Jakarta Banjir | Viral Video Seorang Ibu Jambak Anak Muda di KRL

[POPULER JABODETABEK] Lagi-lagi Jakarta Banjir | Viral Video Seorang Ibu Jambak Anak Muda di KRL

Megapolitan
Ini Penyebab Banjir di RSCM Versi Damkar

Ini Penyebab Banjir di RSCM Versi Damkar

Megapolitan
BMKG: Jakarta Hujan Petir Nanti Malam, Bogor, Depok, Bekasi Hujan Ringan Seharian

BMKG: Jakarta Hujan Petir Nanti Malam, Bogor, Depok, Bekasi Hujan Ringan Seharian

Megapolitan
Mayat Wanita Setengah Telanjang Ditemukan di Aliran Sungai Ciliwung

Mayat Wanita Setengah Telanjang Ditemukan di Aliran Sungai Ciliwung

Megapolitan
Jakarta Banjir, Netizen Serbu Tagar #WajahBaruJakarta untuk Sindir Anies

Jakarta Banjir, Netizen Serbu Tagar #WajahBaruJakarta untuk Sindir Anies

Megapolitan
[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

Megapolitan
Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Megapolitan
Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Megapolitan
Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Megapolitan
Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X