Warga Bukit Duri Menang Gugatan "Class Action" soal Penggusuran - Kompas.com

Warga Bukit Duri Menang Gugatan "Class Action" soal Penggusuran

Kompas.com - 26/10/2017, 05:40 WIB
Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Petugas Satpol PP melalui dua back hoe membongkar bangunan semi permanen yang berada di area bantaran aliran Sungai Ciliwung di RW 01 Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017). Setelah bangunan diratakan dengan tanah, Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) akan memulai memasang sheet pile sebagai lanjutan proyek normalisasi Ciliwung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memutus gugatan class action (gugatan yang diajukan seseorang atau sebuah kelompok kecil atas nama sebuah kelompok besar) yang diajukan warga Bukit Duri terkait penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta pada 28 September 2016. Dalam putusan yang dibacakan pada Rabu (25/10/2017), hakim memenangkan warga.

"Hasilnya gugatan warga Bukit Duri diterima, kemudian Pemprov DKI dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum," kata pengacara warga penggugat, Vera Soemarwi ketika dikonfirmasi, Rabu malam.

Vera mengatakan, dalam amar putusannya majelis hakim menyatakan penggusuran yang dilakukan pemerintah telah melanggar hak asasi manusia. Pemerintah secara sewenang-wenang menggusur warga penggugat tanpa musyawarah dan ganti rugi yang berkeadilan. Atas pertimbangan itu, warga dinyatakan berhak menerima ganti rugi.

Baca juga : BBWSCC Pertanyakan Status Warga Bukit Duri yang Ajukan Gugatan Class Action

"Ganti rugi yang diputuskan hakim itu Rp 200 juta untuk 89 anggota kelompok dan empat perwakilan kelompok," ujar Vera.

Vera mengatakan putusan ini akan diserahkan majelis hakim dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan setelah diperbaiki. Ia berharap pemerintah segera membayarkan ganti rugi,

"Pasti kami meminta kepada Pemprov agar memproses putusan ini," ujar Vera.

Gugatan class action diajukan sebagian warga Bukit Duri pada 10 Mei 2016 setelah rumah mereka yang terletak di bantaran Sungai Ciliwung dipastikan akan digusur.

Normalisasi sungai tersebut dinilai warga tidak memiliki dasar hukum sehingga tidak bisa dilanjutkan.

Keadaan jalan inspeksi Bukit Duri - Kampung Melayu, Selasa (11/7/2017)Lila Wisna Putri Keadaan jalan inspeksi Bukit Duri - Kampung Melayu, Selasa (11/7/2017)

Mereka yang digugat yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat casu quo (cq) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat cq Direktorat Jenderal Bina Marga cq Dinas Pekerjaan Umum, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Selatan, Kepala Dinas Tata Ruang Provinsi DKI Jakarta, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta, Kepala Dinas Perumahan Provinsi DKI Jakarta, Camat Tebet dan Lurah Bukit Duri.

Warga menuntut ganti rugi hingga Rp 1,07 triliun.

Baca juga : PTUN Menangkan Banding Pemkot Jaksel soal Penggusuran Warga Bukit Duri

Selain gugatan class action, warga juga menempuh upaya hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Mereka menggugat surat peringatan penggusuran yang dikeluarkan Kepala Satpol PP Jakarta Selatan sebagai maladministrasi. Di tingkat pertama, PTUN memenangkan warga. Pemkot Jaksel kemudian mengajukan banding dan menang.

Warga kemudian mengajukan kasasi dan kini tengah menunggu putusan.


EditorEgidius Patnistik
Komentar

Terkini Lainnya

Orangtua Korban Penembakan Sekolah Texas Sebut Motif Pelaku karena Asmara

Orangtua Korban Penembakan Sekolah Texas Sebut Motif Pelaku karena Asmara

Internasional
Keponakan Novanto Mengaku Berikan Uang ke Jafar Hafsah dan Nur Assegaf

Keponakan Novanto Mengaku Berikan Uang ke Jafar Hafsah dan Nur Assegaf

Nasional
Kesaksian Juru Parkir Amankan Pria yang Shalat di Tengah Jalan

Kesaksian Juru Parkir Amankan Pria yang Shalat di Tengah Jalan

Megapolitan
Seorang Bayi Lahir di Pulau yang 12 Tahun Larang Adanya Kelahiran

Seorang Bayi Lahir di Pulau yang 12 Tahun Larang Adanya Kelahiran

Internasional
Cerita dari Rumah Habibie Setelah Tahu Seoharto Ingin Mundur

Cerita dari Rumah Habibie Setelah Tahu Seoharto Ingin Mundur

Nasional
Hasanudin Sebut Reformis Sejati Itu Habibie

Hasanudin Sebut Reformis Sejati Itu Habibie

Regional
Penjaga Auditorium Muhammadiyah Ditemukan Tewas, Diduga Sudah 3 Hari

Penjaga Auditorium Muhammadiyah Ditemukan Tewas, Diduga Sudah 3 Hari

Regional
Jaksa Sebut Sidang Kasus Pembunuhan Istri dan Dua Anak Ditunda karena Saksi Belum Siap

Jaksa Sebut Sidang Kasus Pembunuhan Istri dan Dua Anak Ditunda karena Saksi Belum Siap

Megapolitan
Polisi yang Viral Nyanyikan Lagu soal Teroris Pernah Jadi Pengamen dan Penyemir Sepatu

Polisi yang Viral Nyanyikan Lagu soal Teroris Pernah Jadi Pengamen dan Penyemir Sepatu

Regional
Keponakan Novanto Akui Serahkan Uang kepada Agun Gunandjar

Keponakan Novanto Akui Serahkan Uang kepada Agun Gunandjar

Nasional
Sebelum Rumahnya Dirusak, Warga Ahmadiyah di Lombok Diminta Bertobat

Sebelum Rumahnya Dirusak, Warga Ahmadiyah di Lombok Diminta Bertobat

Nasional
Iseng Lempari 3 Bus dengan Batu, 3 Remaja di Aceh Timur Ditangkap Polisi

Iseng Lempari 3 Bus dengan Batu, 3 Remaja di Aceh Timur Ditangkap Polisi

Regional
Kabin Pesawat Maskapai ANA Dipenuhi Asap, 137 Penumpang Dievakuasi

Kabin Pesawat Maskapai ANA Dipenuhi Asap, 137 Penumpang Dievakuasi

Internasional
BPPTKG: Dua Letusan Freatik Gunung Merapi Hari Ini Bersuhu 274,9 Derajat Celcius

BPPTKG: Dua Letusan Freatik Gunung Merapi Hari Ini Bersuhu 274,9 Derajat Celcius

Regional
Tulis Status Menistakan Agama di Facebook, Mahasiswa Jadi Tersangka

Tulis Status Menistakan Agama di Facebook, Mahasiswa Jadi Tersangka

Regional

Close Ads X