Kebakaran Pabrik Mercon Kosambi dan Jatuhnya Balok Tol Pasuruan-Probolinggo, K3 Dievaluasi

Kompas.com - 30/10/2017, 10:00 WIB
Korban meninggal akibat ledakan mercon dibawa ambulan di Jalan SMPN, Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10/2017). KOMPAS/AGUS SUSANTOKorban meninggal akibat ledakan mercon dibawa ambulan di Jalan SMPN, Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10/2017).
|
EditorDian Maharani

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri mengatakan ia akan membentuk tim evaluasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Tim ini dibentuk sebagai respon dari kebakaran pabrik mercon di Kosambi, Tangerang dan jatuhnya balok jembatan Tol Pasuruan-Probolinggo yang sama-sama menewaskan pekerja.

"Ini menjadi momentum kita secara keseluruhan untuk mengevaluasi masalah K3 di indutri yang mengunakan bahan berbahaya dan kasus satu lagi di Pasuruan, kami akan buat tim evaluasi," ujar Hanif di RSU Kabupaten Tangerang, Minggu (30/10/2017).

Hanif mengakui selama ini kesadaran dan pelaksanaan K3 di Indonesia masih kurang baik. Industri pengolahan bahan berbahaya dan konstruksi khususnya, rentan dengan kecelakaan. Tim evaluasi ini, kata Hanif, nantinya akan bekerja sama dengan Pemda dan instansi lainnya untuk memastikan tiap pekerjaan mengikuti standar K3.

"Ini untuk memastikan industri bisa comply dengan aturan K3," ujarnya.

Menurut Hanif, Undang-undang Keselamatan Kerja yang disusun tahun 1970 dan masih berlaku sampai saat ini, masih relevan dan sudah cukup baik. Yang kurang, hanyalah pelaksanaan dan pengawasan di lapangan.

Baca juga : Satu Lagi Korban Kebakaran Pabrik Mercon di Tangerang Meninggal Dunia


"Ihwal keselamatan sudah sangat baik (aturannya), sanksinya ini kurang tajam, kurang menakutkan," ujar Hanif.

Pabrik mercon di kawasan Kosambi, Tangerang kebakaran pada Kamis (26/10/2017). Setidaknya ada 48 dari 103 pekerja yang tewas. Sisanya mengalami luka-luka dari berat hingga ringan.

Sementara itu, balok flyover Tol Pasuruan-Probolinggo jatuh pada Minggu (29/10/2017) pagi. Pekerja mekanik dari kontraktr PT Waskita bernama Heri meninggal dunia tergencet balok seberat 100 kilogram. Sedangkan dua korban luka berat adalah Sugiono, sopir mekanik dari PT Waskita serta Nurdin, karyawan PT Pancang Sakti.

Baca juga : Kecelakaan Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo, 1 Tewas dan 2 Luka-luka

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Zebra Jaya Digelar Lagi, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Operasi Zebra Jaya Digelar Lagi, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Megapolitan
Pemprov DKI Kaji Tarif Sewa Rusunawa Pasar Rumput

Pemprov DKI Kaji Tarif Sewa Rusunawa Pasar Rumput

Megapolitan
BMKG: Suhu di Jakarta Diprediksi 35 Derajat Celsius, Waspada Angin Kencang

BMKG: Suhu di Jakarta Diprediksi 35 Derajat Celsius, Waspada Angin Kencang

Megapolitan
Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Megapolitan
Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Megapolitan
Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Megapolitan
Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Megapolitan
PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Megapolitan
PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Megapolitan
Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Megapolitan
Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Megapolitan
Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X