4 Stasiun MRT Berada di Kawasan Rawan Banjir, Bagaimana Antisipasinya?

Kompas.com - 31/10/2017, 19:09 WIB
Direktur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta Jakarta William P Sabandar (tengah) didampingi Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono (kiri) dan Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim (kanan) meninjau perkembangan pembangunan proyek MRT di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017). Lima stasiun mass rapid transit (MRT) Jakarta akan terintegrasi langsung dengan halte-halte Transjakarta yaitu di Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Blok M, Stasiun Sisingamangaraja, Stasiun Dukuh Atas, dan Stasiun Hotel Indonesia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pd/17 ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIDirektur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta Jakarta William P Sabandar (tengah) didampingi Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono (kiri) dan Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim (kanan) meninjau perkembangan pembangunan proyek MRT di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017). Lima stasiun mass rapid transit (MRT) Jakarta akan terintegrasi langsung dengan halte-halte Transjakarta yaitu di Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Blok M, Stasiun Sisingamangaraja, Stasiun Dukuh Atas, dan Stasiun Hotel Indonesia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pd/17
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim, menyebutkan ada empat stasiun MRT yang terletak di kawasan rawan banjir. Keempat stasiun itu yakni Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, dan Bendungan Hilir.

Menurut Silvia, meski terletak di bawah tanah, keempat stasiun ini sudah dirancang agar tetap kering jika muncul genangan.

"Mencegah air masuk in the first place, pintu masuk kami buat lebih tinggi, jadi harus naik dulu baru masuk ke dalam, itu supaya mencegah masuk," kata Silvia di Lebak Bulus, Selasa (31/10/2017).

Ada pula flat gate barrier yang merespon otomatis terhadap ketinggian air ketika terjadi banjir. Selain itu, di stasiun juga dibangun sump pit yakni lubang untuk menampung air ketika masuk. Air kemudian bisa dipompa kembali ke luar.

Baca juga : Konstruksi MRT Sudah Tersambung dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus

Tak hanya banjir, gempa pun juga menjadi pertimbangan dalam konstruksi MRT. Silvia memastikan konstruksi baik layang atau bawah tanah, tahan gempa.

Selain itu, jika terjadi mati listrik, MRT sudah menyiapkan rencana darurat. Kereta tetap akan bisa melaju ke stasiun terdekat untuk menurunkan penumpang.

"Jarak antar stasiun itu 800 meter sampai satu kilometer, paling jauh dua kilometer, jadi desain kereta masih bisa punya momentum untuk meluncur," kata Silvia.

Jika terpaksa berhenti, mulut kereta akan terbuka dan penumpang bisa keluar. Menurut Silvia, ini adalah skenario terburuk yang mungkin dihadapi MRT.

Baca juga : PT MRT Ditunjuk Jadi Pengelola Kawasan TOD di Stasiun

Tahun depan, MRT berencana menggandeng kepolisian, Dinas Penanggulangan Kebakaran, BPBD, dan semua instansi terkait untuk latihan kesiapan menghadapi bencana.

"Jadi kalau ada emergency kami tahu harus ngapain, jadi penanggulangan bisa cepat," kata Silvia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Millen Cyrus Tak Berkeberatan Ditahan di Sel Pria

Polisi Sebut Millen Cyrus Tak Berkeberatan Ditahan di Sel Pria

Megapolitan
Rencana Belajar Tatap Muka, Orangtua Ingin Diterapkan Setelah Ada Vaksin

Rencana Belajar Tatap Muka, Orangtua Ingin Diterapkan Setelah Ada Vaksin

Megapolitan
Nilai RAPBD DKI 2021 di Tinggkat Banggar Disepakati Rp 82,5 Triliun

Nilai RAPBD DKI 2021 di Tinggkat Banggar Disepakati Rp 82,5 Triliun

Megapolitan
6 Serbuan Karangan Bunga di Ibu Kota, Dukungan untuk Pangdam Jaya hingga Ahok-Djarot

6 Serbuan Karangan Bunga di Ibu Kota, Dukungan untuk Pangdam Jaya hingga Ahok-Djarot

Megapolitan
Gelapkan 48 Motor Sewaan, Satpam di Tangerang Ditangkap Polisi

Gelapkan 48 Motor Sewaan, Satpam di Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Sekelompok Pemuda Tawuran di Johar Baru, Kocar-kacir Saat Dibubarkan Polisi

Sekelompok Pemuda Tawuran di Johar Baru, Kocar-kacir Saat Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Dugaan Pungli Bansos oleh Ketua RT, Lurah Pluit: Warga Sukarela dan Terpaksa Beri Uang

Dugaan Pungli Bansos oleh Ketua RT, Lurah Pluit: Warga Sukarela dan Terpaksa Beri Uang

Megapolitan
Wajah Baru Halte Senen, Dilengkapi Lift dan Ruang Ramah Perempuan dan Anak

Wajah Baru Halte Senen, Dilengkapi Lift dan Ruang Ramah Perempuan dan Anak

Megapolitan
Memasuki Akhir Tahun, PAD Kota Bekasi Belum Capai Target

Memasuki Akhir Tahun, PAD Kota Bekasi Belum Capai Target

Megapolitan
Rapid Test Massal di Petamburan Tak Diperpanjang

Rapid Test Massal di Petamburan Tak Diperpanjang

Megapolitan
Jika Terbukti Bersalah Lakukan Pungli Bansos, Ketua RT 02 Muara Angke Akan Diberhentikan

Jika Terbukti Bersalah Lakukan Pungli Bansos, Ketua RT 02 Muara Angke Akan Diberhentikan

Megapolitan
3 Orang Reaktif Covid-19 di Petamburan Kabur Saat Menunggu Swab Antigen

3 Orang Reaktif Covid-19 di Petamburan Kabur Saat Menunggu Swab Antigen

Megapolitan
Sempat Ikut Maulid Nabi dan Kontak dengan Jemaah, 120 Warga Tebet Timur Non-reaktif Covid-19

Sempat Ikut Maulid Nabi dan Kontak dengan Jemaah, 120 Warga Tebet Timur Non-reaktif Covid-19

Megapolitan
Anies: Sudah Ada 9.000 Titik Wifi Gratis di Jakarta

Anies: Sudah Ada 9.000 Titik Wifi Gratis di Jakarta

Megapolitan
Penerimaan Pajak Restoran di Kota Bekasi Rp 198 Miliar, Terbesar di Sektor Pariwisata

Penerimaan Pajak Restoran di Kota Bekasi Rp 198 Miliar, Terbesar di Sektor Pariwisata

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X