Polisi Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Kebakaran Pabrik Mercon

Kompas.com - 02/11/2017, 17:59 WIB
Lima jenazah korban ledakan pabrik mercon dibawa menuju Tangerang dari RS Polri, Senin (30/10/2017) sore. Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comLima jenazah korban ledakan pabrik mercon dibawa menuju Tangerang dari RS Polri, Senin (30/10/2017) sore.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Disaster Victims Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati Kombes Pramujoko mengungkapkan adanya sejumlah kesulitan yang dihadapi timnya dalam mengidentifikasi belasan jenazah yang masih ada di RS Polri.

"Untuk kondisi jenazah yang hancur parah, ternyata data ante mortem-nya (data saat korban masih hidup) enggak bisa digunakan, seperti ada foto gigi bagian atas korban yang diberikan keluarga, tetapi ternyata gigi bagian atas korban sudah hancur," kata Pramujoko dalam jumpa pers di Posko Ante Mortem RS Polri, Kamis (2/11/2017).

Sampel DNA pun tak bisa dipakai. Menurut Pramujoko, tidak semua sampel DNA bisa digunakan untuk memperoleh identitas jenazah lantaran kondisinya yang hancur parah.

Baca juga : Sepekan Setelah Ledakan Pabrik Mercon, 17 Kantong Jenazah Masih Ada di RS Polri


Selain itu, kebanyakan sampel DNA yang diberikan dari kakak atau adik korban. Sampel DNA tersebut dinilai Pramujoko kurang baik untuk mengidentifikasi jenazah korban.

"Paling bagus sampelnya itu DNA ante mortem dia (korban), misalnya ketika hidup dia pakai sikat gigi. Dicocokkan dengan DNA korban, berarti korban ini yang punya sikat gigi itu," kata Pramujoko.

Sampel DNA juga bisa dari barang pribadi milik korban. Sampel DNA terbaik lainnya adalah yang berasal dari garis keturunan atas atau dengan kata lain dari ayah atau ibunya.

"Sebab seseorang itu kan memiliki setengah DNA ayah dan ibunya. Itu mungkin beberapa hambatan yang kami alami saat ini," kata Pramujoko.

Kendati mengalami kesulitan tersebut, Kabid Pelayanan RS Polri Kombes Sumirat menyatakan bakal terus melakukan proses identifikasi dengan menggunakan data ante mortem yang telah diberikan keluarga.

"Kami terus upayakan agar semuanya bisa teridentifikasi," ujar Sumirat.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituduh Lakukan Penipuan, Pendiri Kaskus Andrew Darwis Klaim Beli Gedung Sesuai Aturan

Dituduh Lakukan Penipuan, Pendiri Kaskus Andrew Darwis Klaim Beli Gedung Sesuai Aturan

Megapolitan
Dinas Peternakan Tangsel Gelar Vaksinasi Hewan Secara Gratis

Dinas Peternakan Tangsel Gelar Vaksinasi Hewan Secara Gratis

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara Membaik Pasca-perluasan Ganjil Genap

Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara Membaik Pasca-perluasan Ganjil Genap

Megapolitan
Hari Kedua Pemutihan Sanksi Pajak, Samsat Jakpus Masih Sepi Antrean

Hari Kedua Pemutihan Sanksi Pajak, Samsat Jakpus Masih Sepi Antrean

Megapolitan
Cegah Pemalsuan KIR, Pemprov DKI Digitalisasi Sistem Pengujian Kendaraan

Cegah Pemalsuan KIR, Pemprov DKI Digitalisasi Sistem Pengujian Kendaraan

Megapolitan
Tanpa Tunggu Aduan, Polisi Segel Industri Peleburan Aluminium di Cilincing yang Resahkan Warga

Tanpa Tunggu Aduan, Polisi Segel Industri Peleburan Aluminium di Cilincing yang Resahkan Warga

Megapolitan
Waduk Pondok Ranggon Dikeruk

Waduk Pondok Ranggon Dikeruk

Megapolitan
Sambil Menangis, Sopir Minta Maaf kepada Polisi yang Naik ke Kap Mobilnya

Sambil Menangis, Sopir Minta Maaf kepada Polisi yang Naik ke Kap Mobilnya

Megapolitan
Antisipasi Musim Hujan, Tiga Waduk di Jakarta Timur Diperdalam

Antisipasi Musim Hujan, Tiga Waduk di Jakarta Timur Diperdalam

Megapolitan
Tolak Pengesahan Revisi UU KPK, Sekelompok Mahasiswa Bawa Tikus ke Gedung KPK

Tolak Pengesahan Revisi UU KPK, Sekelompok Mahasiswa Bawa Tikus ke Gedung KPK

Megapolitan
Polusi Udara di Cilincing, Siswa SMK Dilibatkan untuk Pasang Filter di Sekolah

Polusi Udara di Cilincing, Siswa SMK Dilibatkan untuk Pasang Filter di Sekolah

Megapolitan
Begini Penjelasan Pemerintah soal Ketiadaan Meja dan Kursi di SDN Jatimulya 09 Bekasi

Begini Penjelasan Pemerintah soal Ketiadaan Meja dan Kursi di SDN Jatimulya 09 Bekasi

Megapolitan
Ikuti Instruksi Anies, Sudisdik Wilayah II Jakut Kebut Pemasangan Filter di SDN Cilincing 07 Pagi

Ikuti Instruksi Anies, Sudisdik Wilayah II Jakut Kebut Pemasangan Filter di SDN Cilincing 07 Pagi

Megapolitan
Pemprov DKI Potong Tunggakan Pajak, Samsat Jakbar Bakal Buka Ruang Tambahan

Pemprov DKI Potong Tunggakan Pajak, Samsat Jakbar Bakal Buka Ruang Tambahan

Megapolitan
Ini Komisi yang Ingin Ditempati Putra Bamsoet hingga Kakak Nia Ramadhani di DPRD DKI

Ini Komisi yang Ingin Ditempati Putra Bamsoet hingga Kakak Nia Ramadhani di DPRD DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X