Jonru Berpotensi Gagal Ajukan Praperadilan

Kompas.com - 06/11/2017, 13:19 WIB
Tersangka kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial, Jonru Ginting (tengah) berjalan keluar dari ruang penyidikan dengan pengawalan petugas kepolisian usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/10/2017). Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah melakukan penahanan terhadap Jonru Ginting di Rutan Polda Metro Jaya sejak Sabtu (30/9/2017). ANTARA FOTO/RENO ESNIRTersangka kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial, Jonru Ginting (tengah) berjalan keluar dari ruang penyidikan dengan pengawalan petugas kepolisian usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/10/2017). Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah melakukan penahanan terhadap Jonru Ginting di Rutan Polda Metro Jaya sejak Sabtu (30/9/2017).
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka ujaran kebencian Jonru Ginting berpotensi gagal mengajukan praperadilan setelah sidang perdana praperadilannya ditunda, Senin (6/11/2017).

Pasalnya, berkas penyidikannya sendiri sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk diteliti kelengkapannya. Jika jaksa menyatakan berkas sudah lengkap alias P-21 dan sidang segera didaftarkan, kesempatan Jonru membela diri hanya tinggal di sidang perkara.

"Ini, kan, sudah tahap 1. Kalau tahap 2 (penyerahan barang bukti dan tersangka) nanti jaksa melimpahkan (perkara) ke pengadilan, enggak apa-apa," kata Kabid Hukum Polda Metro Jaya Kombes Agus Rokhmat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin.

Agus mengatakan, kepolisian tidak akan menjegal upaya praperadilan Jonru. Kepolisian bekerja untuk melengkapi berkas sesuai dengan kewajiban penyidik.


"Kami ikuti prosedur hukum yang berlaku, kewajiban penyidik melengkapi alat bukti," ujar Agus.

Baca juga: Sidang Praperadilan Jonru Ditunda

Jika praperadilan batal digelar, menurut Agus, hal itu adalah konsekuensi hukum yang biasa. Agus memastikan kepolisian akan mengikuti proses yang ada.

Sidang perdana praperadilan yang diajukan Jonru Ginting di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/11/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Sidang perdana praperadilan yang diajukan Jonru Ginting di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/11/2017).
Sidang praperadilan Jonru ditunda selama sepekan setelah termohon dua, yakni Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dianggap tidak hadir lantaran tidak membawa surat kuasa.

Baca juga: Berkas Perkara Jonru Masih Kurang Keterangan Saksi Ahli Sosiologi

Jonru ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya sejak 30 September 2017. Ia dilaporkan sebulan sebelumnya oleh Muannas Al Aidid atas unggahannya di media sosial.

Jonru dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam pasal tersebut ancaman hukuman maksimalnya 6 tahun penjara.

Jonru juga diduga melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Dalam UU ini, ancaman hukuman maksimalnya 5 tahun penjara.

Tidak hanya itu, polisi juga menjerat Jonru dengan Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan terhadap Suatu Golongan Tertentu dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

Megapolitan
Hingga Jumat Pagi, Ini 19 RW di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Hingga Jumat Pagi, Ini 19 RW di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Megapolitan
Kunjungi Bayi yang Ditolong Polantas, Dirlantas PMJ Senang Namanya Dipakai Orangtua Bayi

Kunjungi Bayi yang Ditolong Polantas, Dirlantas PMJ Senang Namanya Dipakai Orangtua Bayi

Megapolitan
Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Megapolitan
Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Megapolitan
Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Megapolitan
Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Megapolitan
Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Megapolitan
Banjir di Cawang Akibat Luapan Kali Ciliwung Berangsur Surut

Banjir di Cawang Akibat Luapan Kali Ciliwung Berangsur Surut

Megapolitan
Utang Beli Sapi Tak Kunjung Dibayar, Pensiunan PNS di Depok Dicokok Polisi

Utang Beli Sapi Tak Kunjung Dibayar, Pensiunan PNS di Depok Dicokok Polisi

Megapolitan
Kasus Narkoba Menjerat Aulia Farhan 'Anak Jalanan', Positif Sabu dan Ekstasi

Kasus Narkoba Menjerat Aulia Farhan "Anak Jalanan", Positif Sabu dan Ekstasi

Megapolitan
Luapan Kali Ciliwung Sebabkan 13 RW di Jakarta Timur Kebanjiran hingga Ribuan Warga Mengungsi

Luapan Kali Ciliwung Sebabkan 13 RW di Jakarta Timur Kebanjiran hingga Ribuan Warga Mengungsi

Megapolitan
Toko Retail di Bekasi Siap Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Toko Retail di Bekasi Siap Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Megapolitan
Terbuai Perhiasan Palsu dan Janji Dinikahi, Anak di Bawah Umur Dicabuli Teman Ayahnya hingga Trauma

Terbuai Perhiasan Palsu dan Janji Dinikahi, Anak di Bawah Umur Dicabuli Teman Ayahnya hingga Trauma

Megapolitan
Ada Aksi 212 di Patung Kuda dan Istana Negara, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Polisi

Ada Aksi 212 di Patung Kuda dan Istana Negara, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X