Kompas.com - 06/11/2017, 16:12 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana saat ditemui di Wihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, Rabu (12/7/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana saat ditemui di Wihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, Rabu (12/7/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com —
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana menegaskan, tidak ada preman di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal itu disampaikan saat menjawab pertanyaan mengenai cara menata Tanah Abang.

"Enggak ada preman di situ," ujar Lulung di Jalan Imam Bonjol, Senin (6/11/2017).

Menurut Lulung, kasus kriminal seperti perampokan dan pencopetan tidak banyak terjadi di Tanah Abang. Hal tersebut membuktikan tidak adanya premanisme di Tanah Abang.

"Kalau pencopetan satu atau dua, di (Pasar) Senen juga ada, tetapi yang sifatnya massal saya yakin enggak ada," ujar Lulung.

Baca juga: Sandi Libatkan PKL dan Preman Bahas Penataan Kawasan Tanah Abang

Pedagang kaki lima (PKL) mengokupasi jalur pedestrian Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Pedagang kaki lima (PKL) mengokupasi jalur pedestrian Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).

Ucapan Lulung berbeda dengan hasil penelusuran Ombudsman RI yang menemukan dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum anggota satpol PP. Pungli itu disebut diserahkan dari preman kepada oknum anggota satpol PP.

Selain itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga pernah mengatakan ingin berdiskusi dengan PKL dan juga preman untuk menyelesaikan kesemrawutan di Tanah Abang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Protes Dugaan Korupsi Damkar Depok, Sandi Dipanggil Kemendagri untuk Klarifikasi

Protes Dugaan Korupsi Damkar Depok, Sandi Dipanggil Kemendagri untuk Klarifikasi

Megapolitan
UPDATE 15 April: 1.338 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Kemayoran

UPDATE 15 April: 1.338 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Kemayoran

Megapolitan
Merasa Berjasa Menangkan Bima Arya, Rizieq Shihab Sesalkan Kenapa Pakai Jalur Hukum

Merasa Berjasa Menangkan Bima Arya, Rizieq Shihab Sesalkan Kenapa Pakai Jalur Hukum

Megapolitan
TKI Diperas Usai Isolasi Mandiri, RS Wisma Atlet Sebut Ulah Sopir Travel Liar

TKI Diperas Usai Isolasi Mandiri, RS Wisma Atlet Sebut Ulah Sopir Travel Liar

Megapolitan
1.595 Kasus Aktif Covid-19 di Depok, Ini Data Sebaran Tiap Kelurahan

1.595 Kasus Aktif Covid-19 di Depok, Ini Data Sebaran Tiap Kelurahan

Megapolitan
Ketika Karyawan Kepercayaan Bos Curi 14 iPhone dari Tempat Kerja karena Terlilit Utang Trading

Ketika Karyawan Kepercayaan Bos Curi 14 iPhone dari Tempat Kerja karena Terlilit Utang Trading

Megapolitan
Banjir di Kota Bekasi Sudah Surut Total Kamis Pagi

Banjir di Kota Bekasi Sudah Surut Total Kamis Pagi

Megapolitan
Cerita Satpam Ganti Seragam Cokelat, Sering Dikira Polisi dan Ditakuti Warga

Cerita Satpam Ganti Seragam Cokelat, Sering Dikira Polisi dan Ditakuti Warga

Megapolitan
Seorang Waria Dianiaya Pemuda di Cengkareng

Seorang Waria Dianiaya Pemuda di Cengkareng

Megapolitan
Momen Rizieq Shihab Murka dengan Bima Arya: Sebut Pembohong hingga Kesal Dilaporkan ke Polisi

Momen Rizieq Shihab Murka dengan Bima Arya: Sebut Pembohong hingga Kesal Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Bulan Puasa, Sentra Vaksinasi di Istora Senayan Tetap Ramai

Bulan Puasa, Sentra Vaksinasi di Istora Senayan Tetap Ramai

Megapolitan
Mahasiswa Pengedar Ganja Tertangkap, Jual 'Gele' Pakai Amplop di Kampus-kampus Ibu Kota

Mahasiswa Pengedar Ganja Tertangkap, Jual "Gele" Pakai Amplop di Kampus-kampus Ibu Kota

Megapolitan
Penyebab Terjadinya Hujan Es di Bekasi Menurut Penjelasan BMKG

Penyebab Terjadinya Hujan Es di Bekasi Menurut Penjelasan BMKG

Megapolitan
Sering Dicibir Warga, Tugu Pamulang Kini Ditutupi Seng

Sering Dicibir Warga, Tugu Pamulang Kini Ditutupi Seng

Megapolitan
Sejumlah Fakta Persoalan Kelebihan Bayar Pengadaan Mobil Damkar Pemprov DKI Jakarta

Sejumlah Fakta Persoalan Kelebihan Bayar Pengadaan Mobil Damkar Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X