Kompas.com - 07/11/2017, 16:42 WIB
Penulis Stanly Ravel
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, yang mengatakan pejalan kaki membuat macet di kawasan Tanah Abang, mendapat tanggapan dari Koalisi Pejalan Kaki.

Alfred Sitorus selaku Ketua Koalisi Pejalan Kaki sepakat dengan pernyataan tersebut. Namun ia mempertanyakan fungsi trotoar di Tanah Abang.

"Yang mau kami perjelas dan tanyakan sebenarnya trotoar di Tanah Abang itu menurut Gubernur yang sekarang fungsinya untuk apa? Ini penting agar tidak salah perspektif," ucap Alfred saat dihubungi Kompas.com, selasa (7/11/2017).

"Pertanyaan tersebut penting ditanyakan, karena takut ada yang khilaf atau lupa mengenai fungsi dari trotoar," ujar Alfred.

Baca : Apa Maksud Sandi dengan Pejalan Kaki Bikin Macet Tanah Abang?

Selain itu, Alfred mengatakan, tidak perlu bantuan drone untuk melihat kemacetan di Tanah Abang. Seseorang dapat datang langsung ke Tanah Abang untuk melihat kemacetan yang terjadi di sana.

Sejumlah petugas Satpol PP berjaga di atas trotoar yang dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (18/10/2017). Meskipun sudah ditertibkan, para PKL tersebut masih saja berjualan di atas trotoar dengan alasan harga sewa toko yang sangat mahal.ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA Sejumlah petugas Satpol PP berjaga di atas trotoar yang dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (18/10/2017). Meskipun sudah ditertibkan, para PKL tersebut masih saja berjualan di atas trotoar dengan alasan harga sewa toko yang sangat mahal.
"Kalau disebutkan seperti itu (pejalan kaki bikin macet), anak TK sekalipun kalau diajak datang dan ditanya yang bikin macet siapa sudah bisa menilai karena pejalan kaki. Tapi masalah kenapa pejalan kaki sampai turun ke jalan mereka kan tidak tahu bahwa akibatnya karena trotoar dipakai untuk dagang," ucap Alfred.

Alferd mengimbau Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tidak menyimpulkan sesuatu hanya dari laporan foto. 

"Jangan hanya berdasarkan foto saja lalu dibuat statement," ucap Alfred.

Baca juga : Pejalan Kaki Bikin Macet Tanah Abang, Anies Bilang Itu Hasil Riset

Kompas TV Pedagang berjualan di trotoar dekat Stasiun Tanah Abang.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenangan Pahit Petugas Damkar Saat Temukan Korban Tewas dalam Kebakaran Indekos di Tambora

Kenangan Pahit Petugas Damkar Saat Temukan Korban Tewas dalam Kebakaran Indekos di Tambora

Megapolitan
Achmad Hermanto Dardak Akan Dimakamkan di TMP Kalibata pada Minggu Pagi

Achmad Hermanto Dardak Akan Dimakamkan di TMP Kalibata pada Minggu Pagi

Megapolitan
Kronologi Aksi Teror Penembakan di Cengkareng, Bank hingga Toserba Ditembaki dari Jalanan

Kronologi Aksi Teror Penembakan di Cengkareng, Bank hingga Toserba Ditembaki dari Jalanan

Megapolitan
Politisi PSI Sebut Anies Belum Tepati Janji Kampanye soal Rumah DP 0 Persen

Politisi PSI Sebut Anies Belum Tepati Janji Kampanye soal Rumah DP 0 Persen

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan pada Siang hingga Malam Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan pada Siang hingga Malam Hari

Megapolitan
Janji Kampanye Anies soal Rumah DP 0 Persen yang Berubah ke Pembangunan Rusunawa

Janji Kampanye Anies soal Rumah DP 0 Persen yang Berubah ke Pembangunan Rusunawa

Megapolitan
Cara ke PIK Avenue Naik Transportasi Umum

Cara ke PIK Avenue Naik Transportasi Umum

Megapolitan
Rute Kereta Progo dan Jadwalnya 2022

Rute Kereta Progo dan Jadwalnya 2022

Megapolitan
Rute Kereta Mutiara Selatan dan Jadwalnya 2022

Rute Kereta Mutiara Selatan dan Jadwalnya 2022

Megapolitan
7 Toko Oleh-Oleh Nusantara di Jakarta

7 Toko Oleh-Oleh Nusantara di Jakarta

Megapolitan
10 Tempat Bermain Anak di Mall Jakarta

10 Tempat Bermain Anak di Mall Jakarta

Megapolitan
Bank dan Toserba di Cengkareng Sudah Tutup saat Penembakan, Dipastikan Tak Ada Korban

Bank dan Toserba di Cengkareng Sudah Tutup saat Penembakan, Dipastikan Tak Ada Korban

Megapolitan
2 Pencuri Masuk Rumah Warga Kalideres Lewat Jendela, 2 Ponsel dan Tas Berisi Surat Berharga Raib

2 Pencuri Masuk Rumah Warga Kalideres Lewat Jendela, 2 Ponsel dan Tas Berisi Surat Berharga Raib

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Ditemukan Meninggal di Danau Resapan Air di Cikarang Utara

Bocah 5 Tahun Ditemukan Meninggal di Danau Resapan Air di Cikarang Utara

Megapolitan
Warga Jakbar Dilatih jadi Duta Wisata hingga Kembangkan Potensi Rekreasi Wilayah

Warga Jakbar Dilatih jadi Duta Wisata hingga Kembangkan Potensi Rekreasi Wilayah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.