Fotonya Disebut Ada di Katalog Hotel Alexis, Model Ini Lapor Polisi

Kompas.com - 07/11/2017, 16:47 WIB
Model Widuri Agnesty dan kuasa hukumnya Krisna Murti di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/11/2017). Kompas.com/Akhdi Martin PratamaModel Widuri Agnesty dan kuasa hukumnya Krisna Murti di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/11/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Widuri Agnesty, seorang model, melaporkan sejumlah akun media sosial ke polisi atas tudingan pencemaran nama baik. Dia melaporkan akun-akun media sosial tersebut karena mencatut foto dirinya dan dimasukan ke dalam katalog pekerja di Hotel Alexis.

Widuri datang dengan ditemani kuasa hukumnya, Krisna Murti, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya pada Selasa (7/11/2017) siang.

"Kedatangan kami hari ini, saya sebagai kuasa hukum Widuri, melaporkan sebuah akun yang menyebarluaskan katalog Alexis yang seakan (Widuri) pekerja Alexis," ujar Krisna.

Krisna belum mencantumkan siapa terlapor dalam membuat laporan itu. Menurut dia, hal tersebut nantinya akan dibuktikan oleh polisi.

Baca juga : Ditjen Imigrasi Cek soal 104 Tenaga Asing di Hotel Alexis

"Nanti laporan hasil lidik ada beberapa akun dan akan dicari oleh penyidik, terlapornya sebuah akun, ini menyebarkanluaskan melalui Instagram," kata dia.

Widuri mengaku telah dirugikan atas tersebarnya foto-foto dirinya yang dikaitkan sebagai pekerja Hotel Alexis itu. Dia merasa dirugikan secara materil dan imateril.

"Banyak kerjaan menjadi pending dan butuh kejelasan hukum atas kasus ini, yang utama berkeluarga, ibu saya yang lahirkan saya melihat anaknya di katalog seperti itu kan memalukan," kata Widuri.

Widuri mengaku pertama kali mengetahui hal tersebut dari rekan-rekannya.

"Saya pertama kali dari temen-temen, syok banget, aduh ini, apa ini ada Alexis segala macam terus saya dapat dari beberapa rekan juga," ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Megapolitan
Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Megapolitan
Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Megapolitan
Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

Megapolitan
Akses Smart E-budgeting Butuh NIK dan KK, Ini Jawaban Pemprov DKI

Akses Smart E-budgeting Butuh NIK dan KK, Ini Jawaban Pemprov DKI

Megapolitan
Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Eksploitasi Anak

Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Mengemis, Polisi Gandeng KPAI Usut Dugaan Eksploitasi Anak

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Ganti Bantuan Sembako Jadi BLT di Tahun 2021

Pemprov DKI Akan Ganti Bantuan Sembako Jadi BLT di Tahun 2021

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Pasang Wi-fi Gratis di Seluruh RW Padat Penduduk

Pemprov DKI Akan Pasang Wi-fi Gratis di Seluruh RW Padat Penduduk

Megapolitan
Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Sang Ibu Mengemis

Bayi Dua Tahun Meninggal Saat Diajak Sang Ibu Mengemis

Megapolitan
Terlambat Serahkan KUA-PPAS 2021, Pemprov DKI: Ini Baru Terjadi

Terlambat Serahkan KUA-PPAS 2021, Pemprov DKI: Ini Baru Terjadi

Megapolitan
Golkar: Normalisasi Sungai Terhenti sejak 2018 karena Tak Ada Pembebasan Lahan

Golkar: Normalisasi Sungai Terhenti sejak 2018 karena Tak Ada Pembebasan Lahan

Megapolitan
Fraksi PAN Usul Hibah Tahunan Pemprov DKI Untuk NU dan Muhammadiyah

Fraksi PAN Usul Hibah Tahunan Pemprov DKI Untuk NU dan Muhammadiyah

Megapolitan
Fraksi PSI Tolak Pelibatan Swasta dalam Proyek LRT Jakarta

Fraksi PSI Tolak Pelibatan Swasta dalam Proyek LRT Jakarta

Megapolitan
 Nasdem Minta Pemprov DKI Beri Perhatian Lebih ke Warga di Kepulauan Seribu

Nasdem Minta Pemprov DKI Beri Perhatian Lebih ke Warga di Kepulauan Seribu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X