Kompas.com - 07/11/2017, 17:42 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono Kompas.com/Akhdi Martin PratamaKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menilai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF untuk kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum perlu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, tak ada jaminan jika dibentuk TGPF sebuah kasus bisa terungkap.

"Ada beberapa TGPF-TGPF dibentuk, seperti TGPF Trisakti, sampai sekarang kita belum dapatkan pelaku penembakan. Kemudian ada kasus Munir, sampai sekarang yang berjalan dari penyidik Kepolisian," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/11/2017).

Menurut Argo, banyak kasus yang hingga kini belum terungkap. Dia meminta publik bersabar dan mempercayai polisi untuk mengungkapnya.

Baca juga : Wapres Kalla Tak Setuju Usul Pembentukan TGPF Kasus Novel Baswedan

Untuk kasus penyerangan Novel, penyidik masih terus melakukan penyelidikan guna mencari pelakunya.

"Banyak kasus seperti di Jakarta Barat, ada pembunuhan satu keluarga, belum kami dapatkan pelaku, di Kebon Jeruk juga satu keluarga belum kami dapatkan. Itu masalah waktu saja," kata Argo.

Ia menambahkan, tak semua kasus yang belum terungkap perlu dibentuk TGPF.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menurut saya, kalau yang berkaitan dengan hal-hal yang kasus lama belum terungkap, nanti masyarakat semua bisa meminta TGPF," kata dia.

Sudah lebih dari 200 hari sejak Novel disiram air keras. Namun pelaku penyiraman itu hingga saat ini belum juga terungkap.

Novel disiram cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal di dekat Masjid Jami Al Ihsan di daerah Kelapa Gading pada 11 April 2017. Saat itu, Novel baru saja selesai menunaikan shalat Subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya tersebut, sekitar pukul 05.10 WIB.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, 9 Orang Luka dan Sesak Napas

Kebakaran di Stasiun LRT Pegangsaan Dua, 9 Orang Luka dan Sesak Napas

Megapolitan
Pasien Covid-19 Turun Signifikan, RSUD Kota Bekasi Bongkar Semua Tenda Darurat

Pasien Covid-19 Turun Signifikan, RSUD Kota Bekasi Bongkar Semua Tenda Darurat

Megapolitan
Deretan Kasus Pungli Bansos, Oknum Diduga Kutip Puluhan hingga Ratusan Ribu Uang Warga

Deretan Kasus Pungli Bansos, Oknum Diduga Kutip Puluhan hingga Ratusan Ribu Uang Warga

Megapolitan
IKAPPI Keluhkan Kurangnya Sosialisasi Kebijakan Wajib Vaksinasi di Pasar Tradisional Jakarta

IKAPPI Keluhkan Kurangnya Sosialisasi Kebijakan Wajib Vaksinasi di Pasar Tradisional Jakarta

Megapolitan
Jadi Tersangka, Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Tak Ditahan

Megapolitan
Ribuan Barang Bukti Narkoba Dihancurkan Pakai Blender dan Dicampur Larutan Pembersih

Ribuan Barang Bukti Narkoba Dihancurkan Pakai Blender dan Dicampur Larutan Pembersih

Megapolitan
Maling Motor Bobol Pagar dan Cakram di Pulogadung, Polisi Lakukan Penyelidikan

Maling Motor Bobol Pagar dan Cakram di Pulogadung, Polisi Lakukan Penyelidikan

Megapolitan
Pajak Sewa Toko Dibebaskan, Asosiasi Mal Butuh Penghapusan PPh Final Selama Setahun

Pajak Sewa Toko Dibebaskan, Asosiasi Mal Butuh Penghapusan PPh Final Selama Setahun

Megapolitan
Ketua RT di Jakpus Diduga Lakukan Pungli Bansos, Kutip Rp 10.000 dari Tiap Penerima

Ketua RT di Jakpus Diduga Lakukan Pungli Bansos, Kutip Rp 10.000 dari Tiap Penerima

Megapolitan
Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Jadi Tersangka

Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Jadi Tersangka

Megapolitan
Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Jakarta Barat Belum Capai Target Harian

Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Jakarta Barat Belum Capai Target Harian

Megapolitan
Laporan Terhadap Anak Akidi Tio Dicabut, Polisi Akan Klarifikasi Pelapor

Laporan Terhadap Anak Akidi Tio Dicabut, Polisi Akan Klarifikasi Pelapor

Megapolitan
Polda Metro: Anak Akidi Tio Dilaporkan atas Dugaan Penipuan pada 2020, Kini Pelapor Ingin Cabut Laporan

Polda Metro: Anak Akidi Tio Dilaporkan atas Dugaan Penipuan pada 2020, Kini Pelapor Ingin Cabut Laporan

Megapolitan
Polisi Tangkap WN China di Ancol, 1 Kilogram Ketamine Diamankan

Polisi Tangkap WN China di Ancol, 1 Kilogram Ketamine Diamankan

Megapolitan
Insiden Ambulans dan Sedan di Pamulang Berujung Damai, Polisi Tak Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong

Insiden Ambulans dan Sedan di Pamulang Berujung Damai, Polisi Tak Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X