Dianggap "Buram", Jakarta Utara Jadi "Pilot Project" Hotel Syariah

Kompas.com - 08/11/2017, 16:16 WIB
Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo G Jeffrey Rantung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (27/9/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIDirektur Utama PT Jakarta Tourisindo G Jeffrey Rantung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (27/9/2017).
Penulis Nursita Sari
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Jakarta Tourisindo berencana mengembangkan destinasi wisata halal atau halal tourism di Jakarta.

Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo G Jeffrey Rantung mengatakan, destinasi wisata halal akan dimulai dengan mengembangkan hotel syariah. Jakarta Utara akan menjadi pilot project pengembangan hotel syariah.

"Melihat kondisi Jakarta Utara yang kita semua setuju daerah sana mungkin selama ini dianggap daerah enggak jelas, daerah yang agak 'buram', kami justru ingin masuk di situ. (hotel syariah) hadir untuk menetralisasi ini, sehingga mengangkat nilai-nilai sosial dan ekonomi daerah itu," ujar Jeffrey di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/11/2017).

PT Jakarta Tourisindo sudah membidik satu lokasi di Jakarta Utara untuk mengembangkan hotel syariah. Lokasinya berada di kawasan Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara.

Baca juga : Seperti Apa Gambaran Hotel Syariah dalam Konsep Halal Tourism?

"Jakarta Islamic Center menjadi salah satu tujuan yang memang kami mendapat arahan langsung dari Pak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk bisa kami kelola," kata Jeffrey.

Dia mengatakan, ada bangunan di belakang masjid yang selama ini difungsikan sebagai tempat pelatihan. Bangunan menyerupai hotel itu merupakan aset Dinas Sosial DKI Jakarta. Bangunan itu nantinya akan difungsikan sebagai hotel syariah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Ini Kata Praktisi soal Wisata Halal di DKI Jakarta

"(membangun hotel syariah) memakai gedung yang ada, kami tidak membangun. Kami mengoperasikan gedung yang sudah ada, yang selama ini memang belum terpakai sebagai hotel," ucap Jeffrey.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelumnya ingin mengembangkan destinasi wisata halal di Ibu Kota. Salah satu cara yang dilakukan adalah pengembangan hotel syariah.

Baca juga : Menpar: Jakarta Masuk Top 5 Pengembangan Wisata Halal di Indonesia

 

Kompas TV Indonesia Gali Potensi Wisata Halal


"Halal tourism ini sekarang jadi ikon bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh wilayah Asia, kami enggak ingin ketinggalan. Bahwa di London (destinasi wisata halal) juga sudah mulai tumbuh," kata Sandi, Kamis pekan lalu.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Sebut Tuntutan dalam Gugatan Polusi Udara Sudah Dikerjakan Sebelum Putusan Majelis Hakim

Anies Sebut Tuntutan dalam Gugatan Polusi Udara Sudah Dikerjakan Sebelum Putusan Majelis Hakim

Megapolitan
UPDATE 16 September: 25 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

UPDATE 16 September: 25 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Bodetabek Diguyur Hujan Nanti Malam

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Bodetabek Diguyur Hujan Nanti Malam

Megapolitan
90 Orang Nonton di XXI BSD Plaza, Pengelola: Lebih Banyak dari Pembukaan Sebelumnya

90 Orang Nonton di XXI BSD Plaza, Pengelola: Lebih Banyak dari Pembukaan Sebelumnya

Megapolitan
Keseleo Usai Rampok Rumah di Tambora, Pemuda Ini Tak Bisa Kabur hingga Ditangkap Polisi

Keseleo Usai Rampok Rumah di Tambora, Pemuda Ini Tak Bisa Kabur hingga Ditangkap Polisi

Megapolitan
Kadis Pastikan Bioskop yang Beroperasi di Tangsel Siap Jalani Protokol

Kadis Pastikan Bioskop yang Beroperasi di Tangsel Siap Jalani Protokol

Megapolitan
Sejumlah Pengunjung Mal Masih Takut Nonton di Bioskop, Tak Mau Ambil Risiko Tertular Covid-19

Sejumlah Pengunjung Mal Masih Takut Nonton di Bioskop, Tak Mau Ambil Risiko Tertular Covid-19

Megapolitan
Anies dan Luhut Tinjau Proyek Tanggul Laut di Muara Baru

Anies dan Luhut Tinjau Proyek Tanggul Laut di Muara Baru

Megapolitan
Kunjungi Pembukaan Bioskop di Bintaro Xchange Mall, Kadispar Sebut Penonton Masih Sedikit

Kunjungi Pembukaan Bioskop di Bintaro Xchange Mall, Kadispar Sebut Penonton Masih Sedikit

Megapolitan
Ini Wilayah Prioritas Penanganan Banjir di Jakarta Selatan

Ini Wilayah Prioritas Penanganan Banjir di Jakarta Selatan

Megapolitan
WNA Pemilik Visa Kini Bisa Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta

WNA Pemilik Visa Kini Bisa Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Tidak Ada Mediasi Terkait Perselisihan Nicholas Sean dan Ayu Thalia, Kasus Terus Berlanjut

Tidak Ada Mediasi Terkait Perselisihan Nicholas Sean dan Ayu Thalia, Kasus Terus Berlanjut

Megapolitan
PSI: Montreal Hanya Bayar 18,7 M untuk Formula E, Mengapa Jakarta Ditagih Commitment Fee Rp 2,4 T?

PSI: Montreal Hanya Bayar 18,7 M untuk Formula E, Mengapa Jakarta Ditagih Commitment Fee Rp 2,4 T?

Megapolitan
Polisi: Banyak Pengemudi Mobil Jadi Korban Jambret di Lampu Merah, tapi Tidak Melapor

Polisi: Banyak Pengemudi Mobil Jadi Korban Jambret di Lampu Merah, tapi Tidak Melapor

Megapolitan
Tak Sengaja Seret Kabel Telepon di Ciater, Sopir Kontainer Ditilang karena Kelebihan Muatan

Tak Sengaja Seret Kabel Telepon di Ciater, Sopir Kontainer Ditilang karena Kelebihan Muatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.