Kompas.com - 09/11/2017, 17:12 WIB
Seorang warga Jalan Jambu Air, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat tengah mencuci baju di aliran Kali Maja, Rabu (8/11/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaSeorang warga Jalan Jambu Air, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat tengah mencuci baju di aliran Kali Maja, Rabu (8/11/2017).
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS. com - Setelah bertahun-tahun belum mendapatkan tanggapan terkait penyediaan air bersih, akhirnya Rabu (8/11/2017) petugas dari PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) mendatangi kantor kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Warga di permukiman di sana terpaksa menggunakan air keruh untuk beraktivitas sehari-hari.

"Baru saja kemarin hari Rabu itu datangnya. Akhirnya Palyja datang untuk survey pemasangan PAM di Jalan Jambu Air, Pegadungan," ujar Sekretaris Kelurahan Pegadungan Fatihin Tajidul Anwar saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/11/2017).

Ia mengatakan, petugas Palyja menyerahkan lembar-lembar kuesioner untuk dibagikan kepada warga kawasan tersebut.

Baca juga : Kawasan Pegadungan yang Tak Teraliri Air Bersih itu Permukiman Legal

"Jadi nanti warga harus isi formulirnya, nanti kalau lebih dari 60 persen warga menyatakan butuh dipasangnya (pipa) PAM, maka Palyja akan pasang salurannya," kata Fatihin.

Kali Maja, Jalan Jambu Air, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat dijadikan tempat mencuci warga. Foto diambil pada Rabu (8/11/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Kali Maja, Jalan Jambu Air, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat dijadikan tempat mencuci warga. Foto diambil pada Rabu (8/11/2017).
Puluhan tahun warga Jalan Jambu Air, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat menantikan pemasangan pipa PAM karena air tanah di kawasan ini terasa asin dan tak layak konsumsi. Akibatnya warga memanfaatkan air keruh di Kali Maja untuk mencuci pakaian dan perkakas logam.

Baca juga : Cerita Warga Pegadungan yang Puluhan Tahun Menanti Air Bersih...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Warga telah berulang kali bersurat melalui RT dan RW dan kami telah teruskan ke tingkat Camat hingga Walikota," ujar Fatihin.

Tempat penampungan dan pengolahan sampah di tepi Kali Maja, Jalan Jambu Air, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (8/11/2017).Kompas.com/Sherly Puspita Tempat penampungan dan pengolahan sampah di tepi Kali Maja, Jalan Jambu Air, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (8/11/2017).
Ia mengatakan, pipa PAM belum dipasang karena letak kawasan Jalan Jambu Air yang terlalu jauh dari jaringan pipa primer. Fatihin berharap, pipa PAM segera dipasang agar warga dapat menikmati air bersih.

Baca juga : Kelurahan Pegadungan Bisa Dialiri PAM, asal...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Megapolitan
Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

Megapolitan
Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.