Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/11/2017, 11:42 WIB
Stanly Ravel

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Massa buruh dari berbagai organisasi mulai memadati area depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Dari pantauan Kompas.com, buruh mulai berdatangan dari segala penjuru. Mereka mulai berdatang pada pukul 10.30 dengan menggunakan berbagai kendaraan.

Para buru melakukan orasi menolak upah minimum provinsi (UMP) yang diklaim tidak sesuai berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Buruh menuntut UMP direvisi serta harga listrik, bahan pokok, dan lain sebagainya diturunkan.

Para buruh yang berkumpul di depan Balai Kota DKI masih sebagian. Sebagian buruh masih berkumpul di Masjid Istiqlal untuk menunaikan shalat Jumat lebih dulu. Setelah itu, baru berkumpul di Balai Kota.

Baca juga: Sandi Akan Temui Buruh yang Demo Tolak UMP Hari Ini

Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta berdemo di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/11/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta berdemo di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/11/2017).
"Kami sudah mati-matian membela Anies dan Sandi untuk bisa memakmurkan rakyat dan buruh, tetapi malah sebaliknya, ini bagaimana? Hidup buruh," kata salah seorang buruh di atas mobil komando.

Baca juga: Saat Buruh Merasa Jadi Komoditas Politik Anies-Sandi...

Sambil menunggu bergabungnya teman-teman buruh yang ada di Masjid Istiqlal, buruh menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Baca juga: Ketika Keberpihakan Anies-Sandi terhadap Buruh Dipertanyakan...

Kompas TV Para buruh berencana berunjuk rasa menolak penetapan UMP DKI Rp 3,6 juta.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Zita Anjani Minta Pemerintah Wadahi Minat Siswa Terhadap Teknologi

Zita Anjani Minta Pemerintah Wadahi Minat Siswa Terhadap Teknologi

Megapolitan
Perempuan Terjun dari 'Flyover' Ancol, Polisi: Percobaan Bunuh Diri

Perempuan Terjun dari "Flyover" Ancol, Polisi: Percobaan Bunuh Diri

Megapolitan
Sempat Tak Sadarkan Diri, Perempuan yang Lompat dari 'Flyover' Ancol Sudah Siuman

Sempat Tak Sadarkan Diri, Perempuan yang Lompat dari "Flyover" Ancol Sudah Siuman

Megapolitan
Heru Budi Kenang Sosok Eks Sekda DKI Fadjar Panjaitan: Selama Berkarier Pribadinya Baik

Heru Budi Kenang Sosok Eks Sekda DKI Fadjar Panjaitan: Selama Berkarier Pribadinya Baik

Megapolitan
Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, 6 Masih Buron

Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, 6 Masih Buron

Megapolitan
Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Gang Barjo Andalkan Uang Donasi Perbaiki Fasum yang Rusak akibat Longsor

Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Gang Barjo Andalkan Uang Donasi Perbaiki Fasum yang Rusak akibat Longsor

Megapolitan
Pembebasan Lahan Terdampak Longsor di Bogor Tak Jelas, Nasib Warga 'Digantung'

Pembebasan Lahan Terdampak Longsor di Bogor Tak Jelas, Nasib Warga "Digantung"

Megapolitan
Heru Budi: Selama Menjadi Sekda DKI, Fadjar Panjaitan Dikenang sebagai Pribadi yang Baik

Heru Budi: Selama Menjadi Sekda DKI, Fadjar Panjaitan Dikenang sebagai Pribadi yang Baik

Megapolitan
Aiman Witjaksono Hadirkan Ahli Hukum Pidana dan Pers di Sidang Praperadilan

Aiman Witjaksono Hadirkan Ahli Hukum Pidana dan Pers di Sidang Praperadilan

Megapolitan
Aiman Witjaksono Bawa Tiga Bukti di Sidang Praperadilan Hari Ini

Aiman Witjaksono Bawa Tiga Bukti di Sidang Praperadilan Hari Ini

Megapolitan
Operasi Pasar Murah di Bekasi Membeludak, Pj Wali Kota: Ada Keterlambatan Datangnya Pasokan

Operasi Pasar Murah di Bekasi Membeludak, Pj Wali Kota: Ada Keterlambatan Datangnya Pasokan

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Tomang Keluhkan Distribusi Sembako yang Tidak Merata

Pedagang Kelontong di Tomang Keluhkan Distribusi Sembako yang Tidak Merata

Megapolitan
Korban Longsor Gang Barjo Bogor Menanti Pembangunan yang Tak Kunjung Terealisasi

Korban Longsor Gang Barjo Bogor Menanti Pembangunan yang Tak Kunjung Terealisasi

Megapolitan
Mantan Sekda DKI Fadjar Panjaitan Meninggal Dunia

Mantan Sekda DKI Fadjar Panjaitan Meninggal Dunia

Megapolitan
Masuk ke Wilayah Zona Hitam Bencana, Warga Gang Barjo Bogor Menolak Direlokasi

Masuk ke Wilayah Zona Hitam Bencana, Warga Gang Barjo Bogor Menolak Direlokasi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com