Masih Ada Calo Tilang Berkeliaran di PN Jakarta Selatan

Kompas.com - 10/11/2017, 13:57 WIB
Ratusan orang menanti giliran menjalani sidang tilang untuk Operasi Zebra 2014 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2014). KOMPAS.COM/UNO KARTIKARatusan orang menanti giliran menjalani sidang tilang untuk Operasi Zebra 2014 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2014).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski DKI Jakarta kini sudah menerapkan e-Tilang tanpa sidang, masih ada saja calo tilang yang berkeliaran di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jumat (10/11/2017) yang biasa menjadi hari sidang bagi pelanggar lalu lintas, kini tak seramai biasanya. Pasalnya, proses tilang kini sudah dialihkan langsung ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Namun, calo-calo masih berkeliaran di depan pengadilan, menawarkan jasanya untuk mengambil SIM atau STNK pelanggar di Kejaksaan.

"Kalau mau diambilin bisa, sejam saja," kata salah seorang calo kepada Kompas.com.

Baca juga : Terkena Razia, Seorang Wanita Bujuk Petugas Tilang di Tempat

Biaya jasa yang dikenakan tergantung pasal yang diterima pelanggar serta barang bukti yang disita. Jika yang disita STNK, maka biayanya lebih mahal.

Menurut calo tersebut, besaran denda setelah pemberlakuan e-Tilang lebih mahal dari zaman tilang masih disidang oleh hakim secara terbuka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Calo tersebut enggan mengungkap caranya bisa mengurus tilang di Kejaksaan. Mereka hanya berada di luar pengadilan, menawarkan pengendara yang lewat.

Sementara itu di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sendiri, tidak tampak calo. Tidak ada orang yang menawarkan jasa pengurusan tilang.

Baca juga : Motor Pinjaman Kena Tilang CCTV, Siapa yang Ditilang?



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemilihan Ketua RT dan RW di Jakpus Digelar Daring

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemilihan Ketua RT dan RW di Jakpus Digelar Daring

Megapolitan
Anggota Fraksi PDI-P DPRD DKI Minta Semua Anggaran Formula E Dicoret

Anggota Fraksi PDI-P DPRD DKI Minta Semua Anggaran Formula E Dicoret

Megapolitan
Polisi Tangkap 7 Pengeroyok Pemuda hingga Tewas di Teluknaga, 4 di Antaranya Masih di Bawah Umur

Polisi Tangkap 7 Pengeroyok Pemuda hingga Tewas di Teluknaga, 4 di Antaranya Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Tetap Bisa Lihat Babi meski Tidak Telanjang, Saksi Perkara Hoaks Babi Ngepet Sempat Ragu

Tetap Bisa Lihat Babi meski Tidak Telanjang, Saksi Perkara Hoaks Babi Ngepet Sempat Ragu

Megapolitan
RSUD Kabupaten Tangerang Perkuat Strategi Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

RSUD Kabupaten Tangerang Perkuat Strategi Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Megapolitan
Ingin Interpelasi Anies soal Formula E, PSI: Apa Starling dan Tukang Mi Ayam Bisa Jualan di Sana?

Ingin Interpelasi Anies soal Formula E, PSI: Apa Starling dan Tukang Mi Ayam Bisa Jualan di Sana?

Megapolitan
Soal Izin Acara Besar, Wali Kota Tangerang: Tunggu Arahan Pemerintah Pusat agar Seragam

Soal Izin Acara Besar, Wali Kota Tangerang: Tunggu Arahan Pemerintah Pusat agar Seragam

Megapolitan
Wajah Baru Kawasan Stasiun Tebet: Dulu Kumuh, Sekarang Lebih Nyaman

Wajah Baru Kawasan Stasiun Tebet: Dulu Kumuh, Sekarang Lebih Nyaman

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Serahkan Tindak Lanjut Penyegelan 6 TPS Ilegal ke KLHK

Wali Kota Tangerang Serahkan Tindak Lanjut Penyegelan 6 TPS Ilegal ke KLHK

Megapolitan
Sebut Harga Tiket Formula E Setara Dua Bansos, Anggota PSI: Kita Harus Puasa untuk Bisa Nonton?

Sebut Harga Tiket Formula E Setara Dua Bansos, Anggota PSI: Kita Harus Puasa untuk Bisa Nonton?

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Dua Saksi Kunci Mengaku Tak Tahu Skenario

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Dua Saksi Kunci Mengaku Tak Tahu Skenario

Megapolitan
Dituding Bikin Parlemen Jalanan karena Mangkir Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ini Kata M Taufik

Dituding Bikin Parlemen Jalanan karena Mangkir Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ini Kata M Taufik

Megapolitan
Polisi: Pria di Tangerang Sudah Diintai 4 Hari Sebelum Ditembak

Polisi: Pria di Tangerang Sudah Diintai 4 Hari Sebelum Ditembak

Megapolitan
Polisi Pastikan Pria yang Tewas Ditembak di Tangerang Bukan Ustaz

Polisi Pastikan Pria yang Tewas Ditembak di Tangerang Bukan Ustaz

Megapolitan
Polisi Selidiki Asal Senjata Api yang Digunakan Pelaku buat Tembak Pria di Tangerang

Polisi Selidiki Asal Senjata Api yang Digunakan Pelaku buat Tembak Pria di Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.