Sandi: Di Beberapa Daerah, Warga Apresiasi Gerak Cepat Pasukan Oranye

Kompas.com - 14/11/2017, 10:28 WIB
Pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengumpulkan sampah dari saluran air di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, Senin (26/6). Setiap kelurahan tetap menugaskan pekerja PPSU bekerja pada hari libur. Penerapan sistem piket ini berbeda di tiap kelurahan KOMPAS/JOHANES GALUH BIMANTARAPekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengumpulkan sampah dari saluran air di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, Senin (26/6). Setiap kelurahan tetap menugaskan pekerja PPSU bekerja pada hari libur. Penerapan sistem piket ini berbeda di tiap kelurahan
Penulis Nursita Sari
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, banyak warga di beberapa wilayah di Jakarta yang justru mengapresiasi kinerja petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) atau pasukan oranye. Hal itu diketahui berdasarkan data media sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Saya pantau di mesin kita, social media machine kita, menunjukkan ada beberapa daerah yang warganya mengapresiasi gerak cepat dari pasukan oranye," ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (14/11/2017).

Meski begitu, Sandi mengakui masih ada warga yang melaporkan kinerja pasukan oranye yang kurang sigap. Dia meminta jajaran wali kota hingga lurah untuk terus mengawasi kinerja mereka.

Baca juga : Sekarang Pasukan Oranye Kok Jadi Kurang Sigap...

"Pastikan pasukan oranye kita on the guard karena kita terima masukan dari masyarakat ada (pasukan oranye) beberapa daerah yang sigap, tapi ada beberapa daerah yang belum," kata dia.

Sandi meminta masyarakat turut mengawasi kinerja pasukan oranye. Warga bisa melaporkan kinerja pasukan oranye yang kurang sigap. Namun, Sandi juga meminta warga turut mengapresiasi kinerja pasukan oranye yang sudah baik dan sigap.

Petugas PPSU bergotong-royong memperbaiki tanggul.KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNA Petugas PPSU bergotong-royong memperbaiki tanggul.
"Yang kurang sigap itu tentunya harus ditingkatkan kewaspadaannya dan kesigapannya," ucap Sandi.

Baca juga : Hujan Deras, Genangan di Mana-mana

Salah seorang warga, Reza, sebelumnya mengatakan, tanggul di Kampung Air RT 003 RW 006 Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kerap jebol jika musim hujan datang. Meski begitu, Reza menyebut selalu ada pasukan oranye yang sigap membantu warga.

Namun, kinerja pasukan oranye kini tak sesigap dahulu. Menurut Reza, dahulu pasukan oranye selalu bekerja dari pagi. Hal itu sudah jarang dilihatnya lagi.

Baca juga : Hujan Deras Guyur Jakarta, Genangan Muncul di Pejaten dan Cawang

"Semenjak (Jakarta) dipimpin Anies-Sandi (Gubernur-Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno), pasukan oranye jadi kurang sigap," ucap Reza, Senin (13/11/2017).

Apel ratusan petugas PPSU di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/7/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Apel ratusan petugas PPSU di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/7/2017).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Megapolitan
18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Megapolitan
UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Megapolitan
Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Megapolitan
Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Direktur RSUD Depok: Kami Tambah ICU dan Ruang Isolasi Pasien Covid-19, Langsung Penuh Lagi

Direktur RSUD Depok: Kami Tambah ICU dan Ruang Isolasi Pasien Covid-19, Langsung Penuh Lagi

Megapolitan
Suami Nindy Ayunda Miliki Senpi Ilegal Sejak 2018

Suami Nindy Ayunda Miliki Senpi Ilegal Sejak 2018

Megapolitan
RSUD Depok Jajaki Kerja Sama dengan Sekolah Perawat untuk Tangani Covid-19

RSUD Depok Jajaki Kerja Sama dengan Sekolah Perawat untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Flyover Tanjung Barat dan Lenteng Agung Akan Diuji Coba Pekan Ini

Flyover Tanjung Barat dan Lenteng Agung Akan Diuji Coba Pekan Ini

Megapolitan
Wagub: Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik, Angka Kematian Terus Turun, Kini 1,6 Persen

Wagub: Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik, Angka Kematian Terus Turun, Kini 1,6 Persen

Megapolitan
Polisi: Pelaku Investasi Fiktif Mengaku Menantu Mantan Petinggi Polri, Korban Rugi Rp 39 Miliar

Polisi: Pelaku Investasi Fiktif Mengaku Menantu Mantan Petinggi Polri, Korban Rugi Rp 39 Miliar

Megapolitan
Selama Pandemi, Dinas LH DKI Musnahkan 1,5 Ton Limbah Masker

Selama Pandemi, Dinas LH DKI Musnahkan 1,5 Ton Limbah Masker

Megapolitan
Update Covid-19 di Kota Bekasi: Rawalumbu Jadi Kecamatan dengan Kasus Aktif Terbanyak

Update Covid-19 di Kota Bekasi: Rawalumbu Jadi Kecamatan dengan Kasus Aktif Terbanyak

Megapolitan
Cerita Arif Yahya Pasien Klaster Liburan: Saya Dulu Tidak Percaya Covid-19 Ada

Cerita Arif Yahya Pasien Klaster Liburan: Saya Dulu Tidak Percaya Covid-19 Ada

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X