Normalisasi Kali Pesanggrahan Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Kompas.com - 14/11/2017, 15:26 WIB
Kali Pesanggrahan yang melintasi Jalan Padang, Ulujami, Jakarta Selatan. KOMPAS.com/NIBRAS NADAKali Pesanggrahan yang melintasi Jalan Padang, Ulujami, Jakarta Selatan.
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir masih menghantui sebagian wilayah Ibu Kota yang dilintasi Kali Pesanggrahan. Camat Pesanggrahan M Fadjar Churniawan mengatakan, upaya mengentaskan banjir di wilayahnya terhambat normalisasi kali yang belum rampung.

"Normalisasinya perlu dilanjutkan, tapi masih terkendala pembebasan lahan warga," kata Fadjar ketika dihubungi, Selasa (14/11/2017).

Fadjar menyebut di kelurahan Bintaro ada 22 bidang di bantaran kali yang perlu dibebaskan, sedangkan di Ulujami ada 20 bidang.

Akibat normalisasi yang belum dilanjutkan ini, Fadjar menyebut banjir parah masih terjadi di perumahan Mini Country dan Ulujami Indah. Wilayah yang sebelumnya diklaim bebas banjir pun sempat kembali tergenang pada Minggu (12/11/2017).


Baca juga : Mengapa Sejumlah Wilayah di Pesanggrahan Banjir Lagi? 

"IKPN itu sebenarnya sudah aman, ada sheet pile terus di atasnya ada turap lagi, cuma kemarin memang hujannya besar," ujar Fadjar.

Fadjar mengatakan jika warga sudah sepakat soal ganti rugi, maka lahan dibebaskan dan normalisasi bisa dilanjutkan. Tiang-tiang pancang dan sheet pile masih terdampar di pinggir kali menunggu normalisasi dilanjutkan.

Baca juga : Normalisasi Ciliwung-Pesanggrahan-Sunter Baru Capai 61 Persen

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Megapolitan
Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Megapolitan
Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Megapolitan
Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Megapolitan
Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Megapolitan
Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Megapolitan
Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X