Warga Bukit Duri Sebut Dinas Kebersihan Kini Jarang Angkut Sampah dan Lumpur di Ciliwung

Kompas.com - 14/11/2017, 16:43 WIB
Warga bukit duri menunjukan tingkat ketinggian air saat volume naik stanlyWarga bukit duri menunjukan tingkat ketinggian air saat volume naik
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski tidak lagi ada pemukiman liar dan tidak lagi mengalami banjir, namun warga Bukti Duri, Jakarta Selatan, mengeluhkan soal lumpur yang menumpuk akibat naiknya volume air beberapa waktu lalu.

Mereka berharap Dinas Kebersihan DKI bisa sigap melakukan pembersihan agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan, seperti meningkatnya volume yang membuat meluapnya air ke jalan.

"Sudah mulai banyak lumpur numpuk sejak mulai hujan kemarin-kemarin. Kalau dulu lebih intens sering dibersihkan, tapi sekarang mulai jarang kelihatannya. Untuk permukiman liar wilayah Bukit Duri dan kampung Melayu sudah bersih," kata Sigit warga Bukit Duri yang ditemui Kompas.com, Selasa (14/11/2017).

Menurut Sigit, dirinya dan warga sangat memperhatikan kebersihan sejak bangunan pada pinggir kali diratakan dan dijadikan jalan. Mereka sekali-sakali bergotong royong membersihkan jalan dan sampah-sampah pada pinggiran kali.

Baca : "Maaf-maaf Ya, Waktu Zaman Pak Ahok Enggak Pernah Banjir..."

Tumpukan Lumpur di pingirkali Bukit Duristanly Tumpukan Lumpur di pingirkali Bukit Duri

Tapi untuk lumpur yang menumpuk, mereka mengaku butuh bantuan dinas terkait karena pengerjaannya harus dilakukan menggunakan peralatan berat.

"Biasanya satu minggu itu bisa dua atau tiga kali, menggunakan ekskavator lalu diangkut langsung ke truk, sekarang jarang ya," ucap Sigit.

Baca : Mengapa Sejumlah Wilayah di Pesanggrahan Banjir Lagi?

"Kalau banjir Alhamdulillah sudah tidak lagi, tapi volume airnya kalau hujan deras itu tinggi, apalagi dapat kiriman dari Bogor."

"Setelah itu, sampah-sampah sampai lumpur langsung terlihat di pinggir beton batas kali. Kami takutnya tersumbat dan banjir lagi," ucap Lina, warga Bukit Duri yang bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Kompas.com sudah menghubungi pihak Dinas Kebersihan, namun belum direspons.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Mudik Berakhir, Bandara Soekarno-Hatta Mulai Dipadati Penumpang Pesawat

Larangan Mudik Berakhir, Bandara Soekarno-Hatta Mulai Dipadati Penumpang Pesawat

Megapolitan
Pelaku Belum Diperiksa, Ayah Korban Pencabulan Anak Anggota DPRD Bekasi Pertanyakan Keseriusan Polisi

Pelaku Belum Diperiksa, Ayah Korban Pencabulan Anak Anggota DPRD Bekasi Pertanyakan Keseriusan Polisi

Megapolitan
Kejari Depok: Dugaan Korupsi Damkar Dilimpahkan ke Seksi Pidana Khusus

Kejari Depok: Dugaan Korupsi Damkar Dilimpahkan ke Seksi Pidana Khusus

Megapolitan
Larangan Mudik Berakhir, 200 Penumpang Berangkat dari Terminal Poris Plawad ke Kampung Halaman

Larangan Mudik Berakhir, 200 Penumpang Berangkat dari Terminal Poris Plawad ke Kampung Halaman

Megapolitan
Tanah Longsor Timpa 2 Rumah di Keranggan, Tangsel

Tanah Longsor Timpa 2 Rumah di Keranggan, Tangsel

Megapolitan
Keluarga Korban Kecewa Polisi Lamban Tangani Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Keluarga Korban Kecewa Polisi Lamban Tangani Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Megapolitan
4 Penumpang Bus di Pulogebang Reaktif Covid-19, Hari Ini

4 Penumpang Bus di Pulogebang Reaktif Covid-19, Hari Ini

Megapolitan
Terminal Kampung Rambutan Adakan Tes Covid-19 Acak, 1 Pemudik Dibawa ke Wisma Atlet

Terminal Kampung Rambutan Adakan Tes Covid-19 Acak, 1 Pemudik Dibawa ke Wisma Atlet

Megapolitan
Libur Lebaran Usai, Operasional MRT Kembali Normal

Libur Lebaran Usai, Operasional MRT Kembali Normal

Megapolitan
ART yang Terekam Video Aniaya Majikannya di Cengkareng Ditangkap

ART yang Terekam Video Aniaya Majikannya di Cengkareng Ditangkap

Megapolitan
Hingga Sekarang, Polisi Belum Periksa Anak Anggota DPRD Bekasi yang Dituduh Perkosa Gadis Remaja

Hingga Sekarang, Polisi Belum Periksa Anak Anggota DPRD Bekasi yang Dituduh Perkosa Gadis Remaja

Megapolitan
Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Megapolitan
Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Megapolitan
Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X