Kompas.com - 14/11/2017, 19:52 WIB
Pekerja Harian Lepas  UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Tambora membersihkan Kanal Banjir Barat di kawasan Latumenten, Jakarta Barat, Selasa (18/4/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPekerja Harian Lepas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Tambora membersihkan Kanal Banjir Barat di kawasan Latumenten, Jakarta Barat, Selasa (18/4/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Penulis Nursita Sari
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, petugas harian lepas (PHL) UPK Badan Air atau pasukan oranye selalu rutin membersihkan sungai-sungai di Jakarta setiap hari. Mereka membersihkan sampah di sungai sejak pagi, setelah "apel".

"Kali, sungai, waduk, danau, tetap kami yang kerjakan dari UPK Badan Air Dinas LH. Kami bagi mereka per regu sesuai ruas kali dan sungai, pembersihan tetap dilakukan tiap hari," ujar Isnawa melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa (14/11/2017).

Isnawa mengatakan, petugas UPK Badan Air juga terkadang menggunakan alat berat untuk membersihkan sungai yang sangat kotor. Dia mengaku selalu mengawasi pekerjaan anak buahnya itu melalui grup aplikasi percakapan dan media sosial.

"Terkadang kami dorong dengan alat berat apabila perlu penanganan yang lebih ekstra," kata dia.

Awi Syamsudin (kanan), Pekerja Harian Lepas  UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Tambora membersihkan Kali Opak Perniagaan, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (18/4/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Awi Syamsudin (kanan), Pekerja Harian Lepas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Tambora membersihkan Kali Opak Perniagaan, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (18/4/2017). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Meski demikian, Isnawa mengimbau warga tak melimpahkan semua pekerjaan menjaga kebersihan kepada pasukan oranye. Dia meminta warga turut menjaga kebersihan sungai.

"Kami berharap agar warga juga bantu pasukan oranye dalam menjaga lingkungan tetap bersih, kali, sungai tetap bersih," ucap Isnawa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (3/8/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (3/8/2017).
Warga Bukti Duri, Jakarta Selatan, sebelumnya mengeluhkan soal sampah dan lumpur yang menumpuk akibat naiknya volume air beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka berharap Dinas Lingkungan Hidup DKI bisa sigap melakukan pembersihan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti meningkatnya volume yang membuat meluapnya air ke jalan.

"Sudah mulai banyak lumpur numpuk sejak mulai hujan kemarin-kemarin. Kalau dulu lebih intens sering dibersihkan, tapi sekarang mulai jarang kelihatannya. Untuk permukiman liar wilayah Bukit Duri dan kampung Melayu sudah bersih," kata Sigit, warga Bukit Duri.

Kompas TV Berikut tiga berita terpopuler versi KompasTV hari ini.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Polisi Gencar Gerebek Kantor Pinjol Ilegal | KRL Tabrak Motor di Tanah Abang

[POPULER JABODETABEK] Polisi Gencar Gerebek Kantor Pinjol Ilegal | KRL Tabrak Motor di Tanah Abang

Megapolitan
Fakta Pria yang Masturbasi di Jok Motor, Mahasiswa Aktif yang Sudah Beraksi 20 Kali

Fakta Pria yang Masturbasi di Jok Motor, Mahasiswa Aktif yang Sudah Beraksi 20 Kali

Megapolitan
Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Megapolitan
Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Megapolitan
Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Megapolitan
Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Megapolitan
Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Megapolitan
Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Megapolitan
1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

Megapolitan
Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Megapolitan
Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Megapolitan
Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.