Forum Pengajar FIB UI Tolak Dekan Petahana Dicalonkan Lagi

Kompas.com - 16/11/2017, 10:43 WIB
Masjid Ukhuwah Islamiyah yang berada di tengah kampus UI di Depok, Jawa Barat. WikipediaMasjid Ukhuwah Islamiyah yang berada di tengah kampus UI di Depok, Jawa Barat.
|
EditorEgidius Patnistik

DEPOK, KOMPAS.com - Panitia seleksi calon dekan (PSCD) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) telah mengajukan lima nama untuk dicalonkan sebagai dekan FIB UI masa jabatan 2017 hingga 2021.

Namun, munculnya nama petahana yakni Dr Adrianus LG Waworuntu, MA yang kembali dicalonkan menjadi dekan FIB UI dikeluhkan para pengajar yang tergabung dalam Forum Pengajar FIB UI.

Dalam sepucuk surat yang ditujukan untuk Rektor UI, Prof Dr Ir Muhammad Anis, M Met, Forum Pengajar FIB UI melalui juru bicaranya Iswahyudi Soenarto menginginkan agar petahana tak lagi dipilih menjadi dekan FIB UI.

"Kami (Forum Pengajar FIB UI) berharap petahana tidak terpilih lagi, sebagaimana yang kami tulis dalam surat kepada Rektor," ucap Iswahyudi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/11/2017).

Alasan Forum Pengajar FIB UI karena petahana tidak memiliki integritas, leadership dan kecakapan manajerial yang baik untuk memajukan kelangsungan FIB UI.

"Kami berharap dapat memperoleh dekan yang memiliki integritas, leadership dan kecakapan manajerial, dan sayangnya kami tidak bisa lagi berharap pada petahana, yang selama menjabat justru menunjukan kualitas sangat jauh dari ideal," kata Iswahyudi dalam suratnya yang ditujukan kepada Rektor UI.

Iswahyudi menambahkan, jika petahana kembali menjabat sebagai dekan FIB UI, nasib FIB UI tidak akan berkembang sebagaimana yang diharapkan para pengajar di FIB UI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nasib FIB UI sedikit banyak tergantung pada pilihan Rektor tanggal 21 November 2017. Jika beliau tetap mempertahankan petahana, nasib FIB kemungkinan tidak banyak berubah," tambahnya.

Sebagai bentuk perlawanan, jika petahana kembali terpilih sebagai dekan, Forum Pengajar FIB UI akan selalu mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan dekan.

"Kami akan tetap menjadi pressure group untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan yang menurut kami merugikan FIB UI," kata dia.

Staf hubungan masyarakat (Humas) UI, Egia Tarigan, yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pihak Rektorat UI telah menerima pernyataan sikap forum itu. "Iya betul, Mas, suratnya ada," kata Egia, Kamis.

Dia mengatakan, proses pemilihan dekan tetap akan dijalankan sesuai produser yang telah diatur. Para kandidat yang memasuki tahap asesmen di tingkat pimpinan universitas adalah para kandidat yang telah melalui proses tingkat penjaringan fakultas.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 28 November: Bertambah 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, 19 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 28 November: Bertambah 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, 19 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Depok Rencanakan Sejumlah Pembangunan di Wilayah Timur Tahun Depan, dari RSUD hingga Jalan Penghubung

Pemkot Depok Rencanakan Sejumlah Pembangunan di Wilayah Timur Tahun Depan, dari RSUD hingga Jalan Penghubung

Megapolitan
Seleksi ASN Depok, Wakil Wali Kota: Objektif, Tak Ada KKN, Curang Langsung Diskualifikasi

Seleksi ASN Depok, Wakil Wali Kota: Objektif, Tak Ada KKN, Curang Langsung Diskualifikasi

Megapolitan
Demo Minta Anies Batalkan UMP DKI 2022, Massa Buruh Akan Bergerak ke Balai Kota dari Pulogadung

Demo Minta Anies Batalkan UMP DKI 2022, Massa Buruh Akan Bergerak ke Balai Kota dari Pulogadung

Megapolitan
Kronologi Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Tabrak Dua Mobil, Sopir Diduga Pikun

Kronologi Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Tabrak Dua Mobil, Sopir Diduga Pikun

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tambah 3 Kasus Covid-19 di Depok, Nihil Kasus Sembuh dan Kematian

UPDATE 28 November: Tambah 3 Kasus Covid-19 di Depok, Nihil Kasus Sembuh dan Kematian

Megapolitan
Misteri Aksi Penembakan di Exit Tol Bintaro yang Tewaskan Satu Orang...

Misteri Aksi Penembakan di Exit Tol Bintaro yang Tewaskan Satu Orang...

Megapolitan
Buruh Akan Kepung Balai Kota Hari Ini, Minta Anies Cabut Keputusan UMP DKI 2022

Buruh Akan Kepung Balai Kota Hari Ini, Minta Anies Cabut Keputusan UMP DKI 2022

Megapolitan
Gara-gara “Salam dari Binjai”, Pohon Pisang Milik Warga Depok Dirusak oleh Para Bocah

Gara-gara “Salam dari Binjai”, Pohon Pisang Milik Warga Depok Dirusak oleh Para Bocah

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG untuk Jabodebek: Waspada Potensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang

Peringatan Dini BMKG untuk Jabodebek: Waspada Potensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 28 November: Tangsel Catat Penambahan 4 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Salah Satu Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Meninggal Dunia

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di DKI Jakarta 100,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

UPDATE 28 November: DKI Jakarta Tambah 51 Kasus Covid-19

Megapolitan
Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Tarif TransPakuan Berlaku Mulai Januari 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.