"Mangkal" Seenaknya, Ojek "Online" Jadi Penyebab Kemacetan

Kompas.com - 16/11/2017, 11:37 WIB
Ojek Online yang manggkal di bawah kolong flyover dekat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017). StanlyOjek Online yang manggkal di bawah kolong flyover dekat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017).
Penulis Stanly Ravel
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pengemudi ojek online sering mengokupasi badan jalan sehingga menimbulkan kemacetan di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, di beberapa kawasan padat lalu lintas, seperti di depan kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), depan Mall Kasablanka, sampai Stasiun Tebet, Kamis (16/11/2017), banyak ojek online  mangkal seenaknya di bahu jalan. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi itu menjadi terhambat.

Perilaku para ojek online yang berhenti dan melawan arah seenaknya juga menjadi pemandangan umum.

"Hampir tiap hari memang begini, Mas, karena kebanyakan orang turun dari kereta langsung pesan (ojek online)," kata Narto, petugas parkir di salah satu ruko dekat Stasiun Tebet.

Baca juga: Penataan Tanah Abang, Sandi Libatkan Perusahaan Ojek Online

"Mereka (ojek online) nunggu orderan sepertinya, jadi banyak yang mangkal di pinggir jalan," ujar Narto.

Tanpa adanya petugas lalu lintas, baik dari kepolisian maupun dinas perhubungan di lokasi, menandakan minimnya pengaturan di kawasan tersebut.

Selain parkir sembarangan di bahu jalan, ada beberapa ojek online yang sengaja ngetem di putaran jalan bawah kolong flyover Tebet arah Jatinegara. Kondisi ini membuat akses berputar arah bagi pengguna jalan lain terganggu akibat adanya penyempitan jalan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Jaktim Klaim Banjir Hanya di Satu Titik, Bagaimana Faktanya?

Wali Kota Jaktim Klaim Banjir Hanya di Satu Titik, Bagaimana Faktanya?

Megapolitan
Dari DPRD Jawa Barat ke Pilkada Depok, Imam Budi Jadi Pejabat dengan Laporan Aset Termahal

Dari DPRD Jawa Barat ke Pilkada Depok, Imam Budi Jadi Pejabat dengan Laporan Aset Termahal

Megapolitan
Pradi Supriatna Maju Pilkada Depok, Laporan Kekayaannya Rp 3,8 Miliar

Pradi Supriatna Maju Pilkada Depok, Laporan Kekayaannya Rp 3,8 Miliar

Megapolitan
Perda Penanggulangan Covid-19 Bakal Atur Sanksi hingga Jaminan Sosial Masyarakat di Jakarta

Perda Penanggulangan Covid-19 Bakal Atur Sanksi hingga Jaminan Sosial Masyarakat di Jakarta

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pilih Satu Hotel sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Pilih Satu Hotel sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
UPDATE: RSD Patriot Candrabhaga Rawat 14 Pasien Covid-19 dengan Status Tanpa Gejala

UPDATE: RSD Patriot Candrabhaga Rawat 14 Pasien Covid-19 dengan Status Tanpa Gejala

Megapolitan
Polda Metro Gandeng Komunitas Ojol Bantu Pengawasan Protokol Kesehatan

Polda Metro Gandeng Komunitas Ojol Bantu Pengawasan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Azizah Ma'ruf - Ruhamaben Bakal Gencar Kampanye Daring Hadapi Pilkada Tangel

Azizah Ma'ruf - Ruhamaben Bakal Gencar Kampanye Daring Hadapi Pilkada Tangel

Megapolitan
14 Perusahaan di Jaktim Ditutup Sementara, Sebagian Besar di Cakung dan Pulogadung

14 Perusahaan di Jaktim Ditutup Sementara, Sebagian Besar di Cakung dan Pulogadung

Megapolitan
Kisah Balqis Berjuang Hadapi Penyakit Langka Vaskulitis, Jarinya Mengering hingga Putus Sendiri

Kisah Balqis Berjuang Hadapi Penyakit Langka Vaskulitis, Jarinya Mengering hingga Putus Sendiri

Megapolitan
Wagub DKI: Sanksi dan Operasi Yustisi Hanya Berkontribusi 20 Persen Penanganan Covid-19

Wagub DKI: Sanksi dan Operasi Yustisi Hanya Berkontribusi 20 Persen Penanganan Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Harap Perda Covid-19 Bisa Mempertegas Aturan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Wagub DKI Harap Perda Covid-19 Bisa Mempertegas Aturan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Pilkada Tangsel di Tengah Pandemi Covid-19, Seperti Apa Gaya Kampanye Muhamad-Sara?

Pilkada Tangsel di Tengah Pandemi Covid-19, Seperti Apa Gaya Kampanye Muhamad-Sara?

Megapolitan
Polisi Buru Geng Motor yang Tewaskan Warga di Bintaro

Polisi Buru Geng Motor yang Tewaskan Warga di Bintaro

Megapolitan
LHKPN Mohammad Idris Rp 3,1 Miliar

LHKPN Mohammad Idris Rp 3,1 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X