Ratusan Lampu Penerangan Koridor 13 Transjakarta Dipastikan Tak Dipasang Tahun Ini

Kompas.com - 16/11/2017, 14:45 WIB
Bus transjakarta melintas di koridor 13 Cileduk - Tendean, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Layanan transjakarta koridor 13 mulai beroperasi hari ini, meskipun beberapa halte di koridor tersebut masih belum bisa difungsikan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOBus transjakarta melintas di koridor 13 Cileduk - Tendean, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017). Layanan transjakarta koridor 13 mulai beroperasi hari ini, meskipun beberapa halte di koridor tersebut masih belum bisa difungsikan.
Penulis Nursita Sari
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Penerangan dan Energi DKI Jakarta Yuli Hartono memastikan lampu penerangan di Koridor 13 Transjakarta (Kapten Tendean-Ciledug) tidak akan dipasang tahun 2017 ini. Perusahaan pemenang lelang disebut wanprestasi dan tidak melakukan pekerjaannya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru memutus kontrak perusahaan yang wanprestasi itu pada Oktober 2017. Akibatnya, Pemprov DKI tak bisa kembali melakukan lelang pada tahun ini.

"Tinggal tersisa tiga bulan (sejak Oktober), lelang (membutuhkan waktu) dua bulan. Pelaksanaan sebulan enggak bisa, saya enggak sanggup," ujar Yuli di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (16/11/2017).

Saat perusahaan pemenang lelang wanprestasi, Pemprov DKI Jakarta mulanya membuka opsi pemasangan lampu penerangan dilakukan oleh pemenang kedua.

Baca juga : Perjalanan Transjakarta di Semua Koridor Terganggu Pembangunan Infrastruktur 

Namun, opsi itu tidak jadi dilaksanakan. Dana untuk pengadaan lampu penerangan itu  dimatikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2017.

Dinas Penerangan dan Energi DKI Jakarta kembali memasukkan anggaran pengadaan lampu penerangan Koridor 13 dalam rancangan APBD 2018 senilai Rp 14 miliar. Persiapan lelang pada 2018 akan dimulai pada Desember mendatang.

Suasana di Jalan Raya Ciledug, dekat Halte Adam Malik, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2017) petang. Ruas jalan yang dilintasi bus transjakarta Koridor 13 (Tendean-Ciledug) ini cukup padat karena bercampur dengan kendaraan umum lainnya.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana di Jalan Raya Ciledug, dekat Halte Adam Malik, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2017) petang. Ruas jalan yang dilintasi bus transjakarta Koridor 13 (Tendean-Ciledug) ini cukup padat karena bercampur dengan kendaraan umum lainnya.

Yuli menjelaskan, proses lelang membutuhkan waktu dua bulan, sementara pemasangan lampunya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Oleh karena itu, dia memprediksi lampu penerangan Koridor 13 paling cepat terpasang pada Mei 2018.

"Iya, sekitar itu (Mei 2018). Dulu (tahun 2017) juga prediksi kita kan di Mei-Juni, Mei udah pelaksanaan, ternyata lelangnya mundur-mundur, akhirnya batal," kata dia.

Baca juga : Trotoar di Jalur Koridor 13 Berlubang hingga Terhalang Tiang Listrik

Yuli menuturkan, saat ini Koridor 13 Transjakarta baru dipasang sekitar 60 lampu penerangan. Lampu itu berada di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga DKI Jakarta karena satu paket dengan konstruksi jalan layang itu. Sementara itu, pengadaan lampu penerangan nanti mencapai 400 buah.

"Lampunya beberapa jenis, ada lampu di bawah pilar, lampu sorot, lampu PJU, pemasangan tiang, lampu RGB warna-warni, itu sekitar ada 400-an titik," ucap Yuli.

Akibat penerangan jalan belum maksimal, operasionalisasi bus transjakarta di Koridor 13 pun masih terbatas hingga pukul 19.00 WIB.

Baca juga : Halte Puri Beta Sulit Diperbesar meski Penumpang Koridor 13 Bertambah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi 'Air Terjun' di Tol Becakayu

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi "Air Terjun" di Tol Becakayu

Megapolitan
Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Megapolitan
Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Megapolitan
Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X