Tunggu Penumpang hingga Sinyal Kabur Jadi Alasan Ojek "Online" Mangkal

Kompas.com - 16/11/2017, 15:58 WIB
Separuh jalan di depan Stasiun Tebet jadi tempat parkir ojek online, Senin (18/9/2017). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARSeparuh jalan di depan Stasiun Tebet jadi tempat parkir ojek online, Senin (18/9/2017).
Penulis Stanly Ravel
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi pemandangan umum saat melihat beberapa kawanan ojek online bergerombol di suatu lokasi. Mulai dari pinggir jalan, depan pusat perbelanjaan, trotoar, halte, sampai kolong flyover.

Alasan paling pamungkas yang banyak di keluarkan adalah menunggu penumpang, selebihnya sekadar beristirahat melepas lelah.

"Lagi nunggu pelanggan belum turun dari kereta, sekalian "ngadem" di sini (kolong flyover)," kata Firman salah satu mitra ojek online berseragam hijau.

Beberapa ojek online yang ngetem di halte dekat mal Kota Casablanca juga mengatakan hal serupa. Namun ada alasan unik lain yang diutarakan, yakni masalah sinyal.

Baca juga : Sudin Perhubungan Minta Ojek Online Dibimbing agar Tak Mangkal Seenaknya

"Kalau di pinggir jalan gini sinyal masih bagus, jadi gampang dapat penumpang," ujar Usman yang biasa mencari penumpang menggunakan Honda BeAT di kawasan Kuningan dan Tebet.

"Kalau sambil jalan kita nyari orderan tuh sinyalnya suka kabur-kaburan, (jadi) kerebut ojek lain," kata Usman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ojek Online yang manggkal di bawah kolong flyover dekat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017).Stanly Ojek Online yang manggkal di bawah kolong flyover dekat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017).

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi dan pengamat transportasi Darmaningtyas, mengatakan pola ojek online yang suka mengkal dikarenakan makin ketatnya persaingan di lapangan.

"Kalau satu atau dua tahun lalu mungkin mereka lebih banyak di jalan terima order, sekarang makin masif ojek online-nya. Artinya mereka satu sama lain juga rebutan kan," ucap Dharmaningtyas kepada Kompas.com, Kamis (16/11/2017).

"Coba bikin survei berapa sekarang penghasilan mereka dalam sehari atau seminggu, pasti turun drastis (dibandingkan dulu)," kata Dharmaningtyas.

Baca juga : Kebutuhan Tidak Imbang, Lebih Banyak Ojeknya daripada Penggunanya

Kompas TV Pada akhirnya, anggota parlemen Brasil sepakat untuk menerapkan aturan dengan versi yang lebih ringan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Periode Natal dan Tahun Baru 2022, Polres Tangsel Gelar Razia Prokes Covid-10

Megapolitan
Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Mobil Honda HRV Hangus Terbakar di Tol Dalam Kota Slipi

Megapolitan
Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Dua Rumah Terbakar di Tamansari dan Tambora, Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Duduk Perkara Pebalap Liar Keroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Bunga Bangkai Tumbuh di Joglo Kembangan, Lurah: Buat Edukasi Anak Sekolah

Bunga Bangkai Tumbuh di Joglo Kembangan, Lurah: Buat Edukasi Anak Sekolah

Megapolitan
Polda Metro Jaya Janji Usut Dugaan Pengaturan Skor Perserang di Liga 2

Polda Metro Jaya Janji Usut Dugaan Pengaturan Skor Perserang di Liga 2

Megapolitan
Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Megapolitan
Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Megapolitan
Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Megapolitan
Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Megapolitan
4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

Megapolitan
Menengok Masjid Wal Adhuna di Muara Baru yang Jadi Saksi Bisu Tenggelamnya Jakarta secara Perlahan

Menengok Masjid Wal Adhuna di Muara Baru yang Jadi Saksi Bisu Tenggelamnya Jakarta secara Perlahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.