Kompas.com - 20/11/2017, 01:38 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto sudah bisa diperiksa penyidik. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan Novanto di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan dua tahap. Pertama oleh dokter tim RSCM dan selanjutnya oleh Ikatan Dokter Indonesia untuk mencari second opinion. Kedua tes menunjukkan kondisi kesehatan Novanto tak membutuhkan rawat inap.

"Kalau ada pertanyaan apakah yang bersangkutan sudah bisa diperiksa terkait penanganan perkara, itu sudah bisa," kata Jubir KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di RSCM Kencana, Jakarta, Minggu (19/11/2017) menjelang tengah malam.

Baca juga : Video: Detik-detik Kedatangan Novanto di Gedung KPK dengan Rompi Baru

Dalam jumpa pers itu, hadir pula Dirut RSCM Soejono, Sekjen IDI Adib Khumaidi, dan Komisioner KPK Laode M Syarif.

Bersamaan dengan digelarnya jumpa pers di lobi utama rumah sakit, penyidik KPK bersama pihak RSCM membawa Novanto keluar lewat pintu belakang. Ketua DPR itu dipindahkan ke rumah tahanan KPK.

Novanto dirawat di RSCM setelah sebelumnya mengalami kecelakaan mobil di kawasan Permata Hijau, Kamis (19/11/2017). Mobil yang ditumpangi Novanto menabrak tiang listrik.

Saat itu, Novanto tengah menuju ke studio salah satu stasiun televisi swasta untuk melakukan siaran langsung. Setelah melangsungkan siaran langsung, Novanto yang tengah diburu lembaga antirasuah berencana mendatangi KPK untuk memberikan keterangan.

Adapun KPK memburu Novanto setelah yang bersangkutan berkali-kali tak memenuhi panggilan KPK, baik sebagai saksi maupun tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.

Dalam kasus ini, Novanto bersama sejumlah pihak diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan saat menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat perbuatannya bersama sejumlah pihak tersebut negara diduga dirugikan Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Konten 'Prank' Laporan KDRT Baim Wong dan Paula, Akankah Berakhir Damai?

Kasus Konten "Prank" Laporan KDRT Baim Wong dan Paula, Akankah Berakhir Damai?

Megapolitan
Ketika Anies Kunjungi Rumah Warga di Pesanggrahan Pagi-pagi...

Ketika Anies Kunjungi Rumah Warga di Pesanggrahan Pagi-pagi...

Megapolitan
Jelang Parade HUT ke-77 TNI, Sejumlah Warga Padati Kawasan Bundaran HI hingga Patung Kuda

Jelang Parade HUT ke-77 TNI, Sejumlah Warga Padati Kawasan Bundaran HI hingga Patung Kuda

Megapolitan
Update Banjir Jakarta: Dari 81, Kini Tinggal 9 RT yang Masih Terendam

Update Banjir Jakarta: Dari 81, Kini Tinggal 9 RT yang Masih Terendam

Megapolitan
Saat Tangsel Dilanda Banjir Hampir 1 Meter hingga Tol BSD Ditutup...

Saat Tangsel Dilanda Banjir Hampir 1 Meter hingga Tol BSD Ditutup...

Megapolitan
Saat Polisi Didesak Pidanakan Baim Wong dan Paula, Kini Justru Buka Peluang Damai

Saat Polisi Didesak Pidanakan Baim Wong dan Paula, Kini Justru Buka Peluang Damai

Megapolitan
Transformasi Pelabuhan Muara Angke yang Dulu Kotor, Becek, dan Bau...

Transformasi Pelabuhan Muara Angke yang Dulu Kotor, Becek, dan Bau...

Megapolitan
Ketika Pria Nyentrik Pelaku Aksi Cabul Kini Masuk Daftar Hitam KRL hingga Bus Transjakarta...

Ketika Pria Nyentrik Pelaku Aksi Cabul Kini Masuk Daftar Hitam KRL hingga Bus Transjakarta...

Megapolitan
BPBD: Banjir di 9 Lokasi di Tangsel Berangsur Surut

BPBD: Banjir di 9 Lokasi di Tangsel Berangsur Surut

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] 7 Ruas Jalan dan 2 Kelurahan di Jakarta Banjir | Kasus Penembakan Petugas Linmas di Tambora

[POPULER JABODETABEK] 7 Ruas Jalan dan 2 Kelurahan di Jakarta Banjir | Kasus Penembakan Petugas Linmas di Tambora

Megapolitan
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Istana dan Monas pada HUT Ke-77 TNI

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Istana dan Monas pada HUT Ke-77 TNI

Megapolitan
Aturan Baru Naik-Turun Bus Transjakarta, Penumpang Wajib 'Tap Out', Minimal Saldo Rp 5.000

Aturan Baru Naik-Turun Bus Transjakarta, Penumpang Wajib "Tap Out", Minimal Saldo Rp 5.000

Megapolitan
Mencoba Sistem Baru Transjakarta, Harus 2 Kali 'Tap In' dengan Alasan Kartu Terblokir

Mencoba Sistem Baru Transjakarta, Harus 2 Kali "Tap In" dengan Alasan Kartu Terblokir

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan pada Siang hingga Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan pada Siang hingga Malam

Megapolitan
Jejak Tradisi dan Peran Masyarakat Tionghoa di Indonesia yang Terekam di Museum Benteng Heritage Tangerang

Jejak Tradisi dan Peran Masyarakat Tionghoa di Indonesia yang Terekam di Museum Benteng Heritage Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.