Kompas.com - 20/11/2017, 18:28 WIB
Pasien Kartu Jakarta Sehat (KJS) dirawat di Kelas 2 RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (19/2/2013). Penuhnya ruang  perawatan kelas 3 oleh pasien KJS membuat Pemprov DKI Jakarta memperbolehkan mereka dirawat di kelas 2. Dari 37 tempat tidur kelas dua sekitar 70 persennya digunakan untuk pasien KJS.
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPasien Kartu Jakarta Sehat (KJS) dirawat di Kelas 2 RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (19/2/2013). Penuhnya ruang perawatan kelas 3 oleh pasien KJS membuat Pemprov DKI Jakarta memperbolehkan mereka dirawat di kelas 2. Dari 37 tempat tidur kelas dua sekitar 70 persennya digunakan untuk pasien KJS.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS. com - Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Patris Yusrian Jaya, melalui Kepala Seksi Intel Kejari Jakbar, Teguh Ananto, membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, terkait pengadaan alat kesehatan (alkes).

"Benar, memang ada pemeriksaan itu. Kami memeriksa 10 pejabat RSUD Cengkareng dan 5 pihak swasta pekan lalu. Pemeriksaannya maraton dan berakhir di hari Kamis," kata Teguh saat ditemui di kantornya, Senin (20/11/2017).

Sebelumnya telah kabar tentang adanya pemeriksaan itu yang berlangsung selama seminggu.

Menurut Teguh, pemeriksaan tersebut terkait dengan penyimpangan pengadaan alat kesehatan di RS Cengkareng tahun anggaran 2014.

"Kami mendapatkan info awal indikasi penyimpangan ini dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Nilai pagu anggarannya sebesar Rp 15 miliar dengan nilai kontrak sebesar Rp 10,8 miliar oleh PT HSR," ujar Teguh.

Menurut dia, penyelidikan akan kasus itu telah dilakukan sejak Mei 2017. Saat ini telah dilakukan pengumpulan data dan bahan keterangan oleh Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jakarta Barat. 

"Dalam waktu dekat kasus ini akan ditentukan statusnya. Apakah akan dinaikkan ke tingkat penyidikan atau akan dihentikan karena bukti tak mencukupi," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, ada dugaan penyelewengan pembelian sebanyak 12 item kedokteran umum di RSUD Cengkareng.

"Untuk apa saja itemnya saya belum dapat sampaikan," kata Teguh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Wilayah Paling Padat Penduduk di Jakbar, Kelurahan Kapuk Akan Dimekarkan

Jadi Wilayah Paling Padat Penduduk di Jakbar, Kelurahan Kapuk Akan Dimekarkan

Megapolitan
Viani Limardi Dipecat PSI, Apa Dasar Aturannya?

Viani Limardi Dipecat PSI, Apa Dasar Aturannya?

Megapolitan
Buntut Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver, KPAI Bakal Evaluasi Status Kota Layak Anak Tangsel

Buntut Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver, KPAI Bakal Evaluasi Status Kota Layak Anak Tangsel

Megapolitan
Anggota DPRD Viani Limardi yang Dipecat PSI sebagai Kader Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi

Anggota DPRD Viani Limardi yang Dipecat PSI sebagai Kader Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi

Megapolitan
Ular Kobra Mulai Bermunculan di Permukiman Warga Jaktim, Ini Cara Antisipasinya

Ular Kobra Mulai Bermunculan di Permukiman Warga Jaktim, Ini Cara Antisipasinya

Megapolitan
Potensi Gelombang Ketiga Covid-19, Begini Langkah Pemkot Tangerang

Potensi Gelombang Ketiga Covid-19, Begini Langkah Pemkot Tangerang

Megapolitan
Pemkot Jakpus Gelar Vaksinasi Rabies dengan Layanan Drive Thru

Pemkot Jakpus Gelar Vaksinasi Rabies dengan Layanan Drive Thru

Megapolitan
Meski Tak Penuhi Kuorum, Rapat Paripurna Bahas Interpelasi Formula E Tetap Digelar

Meski Tak Penuhi Kuorum, Rapat Paripurna Bahas Interpelasi Formula E Tetap Digelar

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang 80 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kota Tangerang 80 Persen

Megapolitan
Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua Fraksi PKS: Itu Ilegal

Tak Hadiri Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua Fraksi PKS: Itu Ilegal

Megapolitan
Luhut Tantang Haris Azhar dan Fatia Melihat Laporan Harta Kekayaannya

Luhut Tantang Haris Azhar dan Fatia Melihat Laporan Harta Kekayaannya

Megapolitan
Kepada 7 Fraksi Penolak Interpelasi Formula E, Fraksi PDI-P: Kalau Tak Setuju, Sampaikan di Sidang Paripurna

Kepada 7 Fraksi Penolak Interpelasi Formula E, Fraksi PDI-P: Kalau Tak Setuju, Sampaikan di Sidang Paripurna

Megapolitan
DLH Kota Tangerang Vaksinasi Ratusan Pemulung di TPA Rawa Kucing

DLH Kota Tangerang Vaksinasi Ratusan Pemulung di TPA Rawa Kucing

Megapolitan
Hanya Fraksi PDI-P dan PSI, Ini Anggota DPRD yang Hadir dalam Rapat Paripurna Interpelasi Formula E

Hanya Fraksi PDI-P dan PSI, Ini Anggota DPRD yang Hadir dalam Rapat Paripurna Interpelasi Formula E

Megapolitan
Kesaksian Ibu yang Bayinya Dicat Silver, Tak Tahu Anaknya Dibawa Mengemis, Tiba-tiba Diberi Rp 20.000

Kesaksian Ibu yang Bayinya Dicat Silver, Tak Tahu Anaknya Dibawa Mengemis, Tiba-tiba Diberi Rp 20.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.