Seorang Wanita Ditemukan Meninggal di Pamulang Usai Operasi Tulang Belakang

Kompas.com - 20/11/2017, 21:25 WIB
Ilustrasi jenazah. Ilustrasi jenazah.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Sesosok wanita bernama Fitri Dwi Amelia Hutapea (34) ditemukan tewas di sebuah indekos di Pamulang Permai, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (20/11/2017).

Keberadaan mayat tersebut diawali kecurigaan pemilik kos lantaran mencium bau tak sedap dari dalam kamar Fitri.

"Telah ditemukan mayat jenis kelamin perempuan. Awal kejadian pemilik kos-kosan mencium bau dari kamar korban, kemudian mengetuk kamar korban tidak dibuka. Karena curiga dengan bau itu, pemilik kos melapor ke Polsek Pamulang," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Ahmad Alexander.

Lebih lanjut Ahmad menyampaikan, kamar korban kemudian dibuka paksa menggunakan linggis. Setelah dibuka, terlihat posisi korban dalam keadaan miring dan diperkirakan telah tak bernyawa selama tiga hari.


Baca juga: Kata Warga soal Temuan Mayat di Terminal Kampung Rambutan

Berdasarkan keterangan keluarganya, korban meninggal karena sakit dan kondisinya selepas menjalani operasi tulang belakang.

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Selanjutnya korban dikirim ke rumah sakit dan dari kamar korban ditemukan hasil rontgen dan surat berobat dari RS, tetapi keluarga korban tidak setuju untuk dilakukan visum, luar, dan dalam," tutup Ahmad.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorDian Maharani

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Megapolitan
Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Megapolitan
Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Megapolitan
Close Ads X