Praperadilan Ditolak, Pengacara Tetap Yakin Jonru Tidak Bersalah

Kompas.com - 21/11/2017, 16:36 WIB
Tersangka kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial, Jonru Ginting (tengah) berjalan keluar dari ruang penyidikan dengan pengawalan petugas kepolisian usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/10/2017). Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah melakukan penahanan terhadap Jonru Ginting di Rutan Polda Metro Jaya sejak Sabtu (30/9/2017). ANTARA FOTO/RENO ESNIRTersangka kasus dugaan ujaran kebencian di media sosial, Jonru Ginting (tengah) berjalan keluar dari ruang penyidikan dengan pengawalan petugas kepolisian usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/10/2017). Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah melakukan penahanan terhadap Jonru Ginting di Rutan Polda Metro Jaya sejak Sabtu (30/9/2017).
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Djudju Purwantoro, pengacara tersangka ujaran kebencian Jonru Ginting, tetap meyakini kliennya tidak bersalah. Jonru dan tim pengacaranya dinyatakan kalah dalam praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017).

"Kami sebagai kuasa hukum tetap berkeyakinan bahwa klien kami tidak bersalah," ujar Djudju di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa siang.

Sementara itu Sulistyowati, pengacara Jonru lainnya, menyayangkan hakim yang tak mempertimbangkan saksi yang diajukan pihaknya.

Hakim merasa bahwa pembelaan yang diajukan Jonru sudah masuk pokok materiil dan tidak bisa diperdebatkan dalam sidang praperadilan. Sebab sidang praperadilan hanya memeriksa kelengkapan formil penyidikan.

"Ahli mengatakan bahwa ini persoalannya materiil, artinya harus ada hal yang ditimbulkan pada ujaran itu, kepada siapa, seberapa besar itu diabaikan sama sekali, justru itu yang membuat kami kecewa," kata Sulistyowati.

Kendati demikian, Sulistyowati tetap menghargai putusan hakim.

Baca juga : Jonru Mengeluh Sakit karena Diperiksa, Hakim Sebut Penyidikan Memang Tak Menyenangkan

Jonru ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya sejak 30 September 2017. Ia dilaporkan sebulan sebelumnya oleh Muannas Al Aidid atas unggahannya di media sosial.

Jonru dijerat dengan Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45 Ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dalam pasal tersebut ancaman hukuman maksimalnya 6 tahun penjara. Jonru juga diduga melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Dalam UU ini ancaman hukuman maksimalnya 5 tahun penjara.

Baca juga : Hakim Tolak Praperadilan Jonru

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Geram hingga Reaksi Istana kala Revitalisasi Monas Terus Dilanjutkan...

Ketua DPRD DKI Geram hingga Reaksi Istana kala Revitalisasi Monas Terus Dilanjutkan...

Megapolitan
Fakta Kebakaran di Kebayoran Lama, 1 Korban Tewas karena Terkunci di Rumah

Fakta Kebakaran di Kebayoran Lama, 1 Korban Tewas karena Terkunci di Rumah

Megapolitan
Siapkah Bandara Soekarno-Hatta Cegah Virus Corona Hanya dengan 1 Kapsul Transport?

Siapkah Bandara Soekarno-Hatta Cegah Virus Corona Hanya dengan 1 Kapsul Transport?

Megapolitan
Pemkot Bogor dan Gojek Sepakat Bangun Shelter di Seputar Stasiun Bogor

Pemkot Bogor dan Gojek Sepakat Bangun Shelter di Seputar Stasiun Bogor

Megapolitan
162 Warga Jadi Korban Kebakaran di Kebayoran Lama

162 Warga Jadi Korban Kebakaran di Kebayoran Lama

Megapolitan
Usai Diselamatkan, Wanita yang Mau Bunuh Diri di JPO Sempat Benturkan Kepalanya

Usai Diselamatkan, Wanita yang Mau Bunuh Diri di JPO Sempat Benturkan Kepalanya

Megapolitan
Donny Saragih Juga Pernah Dilaporkan Kasus Penggelapan dan Penipuan ke Polda Metro Jaya

Donny Saragih Juga Pernah Dilaporkan Kasus Penggelapan dan Penipuan ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Ini Informasi Terbaru Terkait Sistem ETLE untuk Pengendara Motor

Ini Informasi Terbaru Terkait Sistem ETLE untuk Pengendara Motor

Megapolitan
Psikolog Ungkap Pelaku Eksibisionisme Senang jika Divideokan Korbannya

Psikolog Ungkap Pelaku Eksibisionisme Senang jika Divideokan Korbannya

Megapolitan
Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Megapolitan
Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Megapolitan
Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X