Tak Ada Dana Hibah untuk LMK pada RAPBD 2018

Kompas.com - 22/11/2017, 11:49 WIB
Pada RAPBD 2018, Pemprov DKI tidak memberikan dana hibah kepada Lembaga Mssyarakat Kota (LMK). Kompas.com/David Oliver PurbaPada RAPBD 2018, Pemprov DKI tidak memberikan dana hibah kepada Lembaga Mssyarakat Kota (LMK).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap tahunnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan dana hibah kepada sejumlah lembaga dan organisasi yang ada di DKI Jakarta.

Mengutip dari laman apbd.jakarta.go.id, Rabu 22/11/2017), dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2018, ada 104 badan, lembaga, oganisasi swasta, dan organisasi masyarakat yang akan mendapatkan dana hibah sebesar Rp 1,75 miliar.

Lembaga yang cukup banyak mendapatkan dana hibah adalah majelis ta'lim, masjid dan mushola. Dana hibah untuk lembaga ini tersebar di beberapa daerah di Jakarta dengan rata-rata dana hibah yang didapatkan sebesar Rp 20 juta sampai Rp 50 juta.

Pada APBD 2017 atau era pemerintahan Gubernur-wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat, dana hibah yang digelonotorkan sebesar Rp 1,47 miliar.

Baca juga : Melihat Harga Pendingin Udara di Rancangan Anggaran Anies-Sandi...

Dana ini diberikan untuk 352 badan, lembaga, oganisasi swasta, dan organinsasi masyarakat. Pada APBD 2017, dana hibah cukup banyak diberikan kepada sejumlah lembaga masyarakat kota (LMK).

Tercatat, dari 352 organisasi atau lembaga yang diberikan, ada 234 LMK yang mendapat dana hibah.

Baca juga : Anggaran Rp 620 Juta untuk Beli Ikan Koi dan Renovasi Kolam DPRD DKI

Adapun pada RAPBD 2018, terlihat tak ada satupun LMK yang mendapatkan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta. Namun, hak itu masih dalam pembahasan antara DPRD dan Pemprov DKI Jakarta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Megapolitan
Berlaku 14 Hari, Penerapan PSBB di Jakarta Sampai 23 April 2020

Berlaku 14 Hari, Penerapan PSBB di Jakarta Sampai 23 April 2020

Megapolitan
Langgar PSBB di Jakarta, Warga Bisa Kena Denda hingga Sanksi Pidana

Langgar PSBB di Jakarta, Warga Bisa Kena Denda hingga Sanksi Pidana

Megapolitan
Anies: 1,25 Juta Keluarga Akan Dapat Bantuan Sembako Tiap Pekan

Anies: 1,25 Juta Keluarga Akan Dapat Bantuan Sembako Tiap Pekan

Megapolitan
Catat, Ini Aturan untuk Perusahaan yang Masih Beroperasi Saat PSBB di Jakarta

Catat, Ini Aturan untuk Perusahaan yang Masih Beroperasi Saat PSBB di Jakarta

Megapolitan
Motor Diizinkan Selama PSBB di Jakarta, tetapi Hanya untuk Penuhi Kebutuhan Pokok

Motor Diizinkan Selama PSBB di Jakarta, tetapi Hanya untuk Penuhi Kebutuhan Pokok

Megapolitan
Selama PSBB di Jakarta, Warga Wajib Pakai Masker Saat Keluar Rumah

Selama PSBB di Jakarta, Warga Wajib Pakai Masker Saat Keluar Rumah

Megapolitan
Hanya 4 Jenis Perkantoran dan 10 Sektor Usaha Diizinkan Beroperasi Selama PSBB Jakarta

Hanya 4 Jenis Perkantoran dan 10 Sektor Usaha Diizinkan Beroperasi Selama PSBB Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X