Kompas.com - 22/11/2017, 14:25 WIB
Pasar daging murah di Kelurahan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (25/7/2014). Kompas.com/Abba GabrilinPasar daging murah di Kelurahan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (25/7/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Mama Ilham, warga Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengaku kecewa adanya wacana pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) tak akan menerima subsidi pangan lagi.

"Iya awal November kemarin waktu ambil sembako di RPTRA sudah dengar-dengar, katanya ini tutup buku (terakhir)," kata Mama Ilham ditemui di rumahnya, Rabu (22/11/2017).

Mama Ilham mengatakan, saban bulan, ia mengambil jatah sekilo daging ayam, sekilo daging sapi, sekilo telur ayam, dan sekilo beras dengan harga Rp 80.000. Menurut dia, program subsidi pangan itu cukup membantu keluarganya.

Dia mengaku punya dua anak. Satu masih bersekolah di SD Negeri di Pasar Minggu, dan satu lagi duduk di bangku SMK.

Baca juga : Sandiaga Pastikan Subsidi Daging Murah untuk Penerima KJP Aman

"Beneran deh, dulu sebelum ada daging murah Rp 35.000, saya sekeluarga cuma setahun sekali makan daging. Sekarang Alhamdulillah bisa setiap bulan," ujar Mama Ilham.

Ratusan warga mengantre pembelian daging murah di Kantor Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (15/12/2016).Nurito / Beritajakarta.com Ratusan warga mengantre pembelian daging murah di Kantor Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (15/12/2016).
Ia menyayangkan jika program tersebut terancam batal hanya karena Pemprov DKI tak lagi memberikan PMD kepada PD Dharma Jaya. Pada era Gubernur Anies Baswedan, ia meminta agar janji menambah tunjangan KJP.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Katanya KJP Plus, kok malah minus? Mana dong plusnya?" ujarnya.

Baca juga : Dirut PD Dharma Jaya: Saya Enggak Tahu Bagaimana Beli Persediaan Daging KJP

Cepi, seorang warga yang anaknya penerima KJP juga menyatakan keberatan jika manfaat KJP berkurang. Apalagi, jika harus digantikan dengan mata anggaran yang menurutnya tidak penting.

"Lebih baik kan buat warga yang butuh KJP, jangan orang susah malah dikurangi," kata Cepi.

Cepi mengaku justru mendengar KJP sekarang bisa dicairkan tunai alih-alih lewat belanja dan penukaran seperti sebelumnya.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PGRI Kritik Sekolah Tatap Muka di Jakarta karena Tak Ikuti Arahan Jokowi

PGRI Kritik Sekolah Tatap Muka di Jakarta karena Tak Ikuti Arahan Jokowi

Megapolitan
Tersisa Satu Tempat Tidur Hemodialisis untuk Pasien Covid-19 di Jakarta

Tersisa Satu Tempat Tidur Hemodialisis untuk Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Presiden Jokowi Bakal Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Puspemkot Tangerang

Presiden Jokowi Bakal Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Puspemkot Tangerang

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Massal di Stadion Patriot Akan Terbuka bagi Warga KTP Non-Bekasi

Vaksinasi Covid-19 Massal di Stadion Patriot Akan Terbuka bagi Warga KTP Non-Bekasi

Megapolitan
Banjir Surut, Warga Payung Mas Ciputat Mulai Bersihkan Rumah dan Kendaraan

Banjir Surut, Warga Payung Mas Ciputat Mulai Bersihkan Rumah dan Kendaraan

Megapolitan
Jokowi Datang, Wali Kota Bekasi Minta Ratusan Ribu Vaksin Covid-19

Jokowi Datang, Wali Kota Bekasi Minta Ratusan Ribu Vaksin Covid-19

Megapolitan
12.000 Anak di Jakarta Dilaporkan Positif Covid-19

12.000 Anak di Jakarta Dilaporkan Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jabodetabek Melonjak, PGRI Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Kasus Covid-19 di Jabodetabek Melonjak, PGRI Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Minta Anies Tak Tarik Rem Darurat, Anggota DPRD: Ekonomi Bisa Layu

Minta Anies Tak Tarik Rem Darurat, Anggota DPRD: Ekonomi Bisa Layu

Megapolitan
Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal di Stadion, Wali Kota Bekasi: Presiden Bangga

Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal di Stadion, Wali Kota Bekasi: Presiden Bangga

Megapolitan
24.878 Orang Ditangkap Terkait Kasus Narkoba di Indonesia sejak Januari 2021

24.878 Orang Ditangkap Terkait Kasus Narkoba di Indonesia sejak Januari 2021

Megapolitan
77 Kendaraan di Perumahan Payung Mas Terendam Banjir Imbas Longsor di Ciputat

77 Kendaraan di Perumahan Payung Mas Terendam Banjir Imbas Longsor di Ciputat

Megapolitan
Permudah Masyarakat, Dinas Pendidikan Kota Bekasi Buka Posko PPDB di 12 Kecamatan

Permudah Masyarakat, Dinas Pendidikan Kota Bekasi Buka Posko PPDB di 12 Kecamatan

Megapolitan
Kasus Naik, Keterpakaian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Capai 77,65 Persen

Kasus Naik, Keterpakaian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Capai 77,65 Persen

Megapolitan
Seberapa Genting Lonjakan Covid-19 di Jakarta? Ini Fakta dan Datanya...

Seberapa Genting Lonjakan Covid-19 di Jakarta? Ini Fakta dan Datanya...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X