Jaminan Sandiaga untuk Daging Murah dan Harapan pada PD Dharma Jaya

Kompas.com - 23/11/2017, 07:52 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan keterangan pers sebelum meninjau venue Asian Games 2018 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (12/11/2017). Sandiaga Uno memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempermudah semua bentuk perizinan yang diperlukan untuk venue Asian Games 2018 di Kompleks GBK.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan keterangan pers sebelum meninjau venue Asian Games 2018 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (12/11/2017). Sandiaga Uno memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempermudah semua bentuk perizinan yang diperlukan untuk venue Asian Games 2018 di Kompleks GBK.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyediaan daging bersubsidi bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) menjadi perbincangan menyusul keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tak memberikan dana penyertaan modal daerah (PMD) kepada PD Dharma Jaya.

PD Dharma Jaya merupakan BUMD yang menjual daging sapi dan daging ayam bersubsidi. Banyak pihak menduga pasokan daging murah itu akan berhenti.

Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjamin bahwa subsidi daging murah tetap aman. Pemprov DKI Jakarta akan menggelontorkan dana sebanyak mungkin untuk subsidi daging.

"Kami akan gelontorkan sebanyak mungkin. Kami akan gunakan seluruh dana yang kami miliki, sumber dana dari manapun, untuk pastikan supply daging cukup dan harga daging stabil," kata Sandiaga, Rabu (22/11/2017).


Sandiaga akan menemui jajaran direksi badan usaha milik daerah (BUMD) khusus pangan untuk membahas soal subsidi bahan pangan ini.

Baca juga : Sandiaga Pastikan Subsidi Daging Murah untuk Penerima KJP Aman

Anggaran Rp 885 miliar untuk 700 ribu warga

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Darjamuni menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran subsidi Rp 885 miliar pada 2018 untuk 6 produk pangan.

Keenam produk pangan bersubsidi itu adalah daging sapi, daging ayam, telur, beras, ikan beku, dan susu.

Darjamuni mengatakan, ada sekitar 700.000 warga yang dapat membeli produk pangan bersubsidi itu, termasuk penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Saat ini, Pemprov DKI Jakarta masih memverifikasi daftar warga yang berhak membeli produk pangan bersubsidi tersebut.

Baca juga : Sandiaga Disebut Sarankan Dharma Jaya Pinjam Dana Bank DKI untuk Modal Daging Bersubsidi

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (26/9/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (26/9/2017).
"Jadi penerima KJP, penghuni rumah susun, lansia, dan juga buruh yang (gajinya) UMP, (penyandang) disabilitas juga, datanya sedang kami collect semua. Insya Allah kami bisa mulai di bulan Januari 2018," ujar Darjamuni.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorKurnia Sari Aziza
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polisi Imbau Korban Lain yang Terima Obat Kedaluwarsa agar Melapor

Polisi Imbau Korban Lain yang Terima Obat Kedaluwarsa agar Melapor

Megapolitan
Diselidiki Unsur Kesengajaan pada Kasus Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa

Diselidiki Unsur Kesengajaan pada Kasus Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa

Megapolitan
Planetarium Baru Akan Direnovasi pada Tahap 2 Revitalisasi TIM

Planetarium Baru Akan Direnovasi pada Tahap 2 Revitalisasi TIM

Megapolitan
Sekwan Persilakan Anggota DPRD DKI yang Tolak atau Mau Jual Pin Emas

Sekwan Persilakan Anggota DPRD DKI yang Tolak atau Mau Jual Pin Emas

Megapolitan
Pencari Suaka yang Mau Demo dan Tempati Trotoar Harus Seizin Polisi

Pencari Suaka yang Mau Demo dan Tempati Trotoar Harus Seizin Polisi

Megapolitan
Pengeroyok Siswi Baru di Bekasi Masih Teror dan Ancam Korbannya

Pengeroyok Siswi Baru di Bekasi Masih Teror dan Ancam Korbannya

Megapolitan
Dinas Perindustrian dan Energi DKI Dibubarkan, Bidang-bidangnya Dilebur ke 4 Dinas Lain

Dinas Perindustrian dan Energi DKI Dibubarkan, Bidang-bidangnya Dilebur ke 4 Dinas Lain

Megapolitan
Ibu Hamil Lain yang Juga Jadi Korban Obat Kedaluwarsa di Kamal Muara Berstatus Saksi

Ibu Hamil Lain yang Juga Jadi Korban Obat Kedaluwarsa di Kamal Muara Berstatus Saksi

Megapolitan
Kantor DPP Golkar Dilempar Bom Molotov, Agung Laksono: Golkar Tetap Solid

Kantor DPP Golkar Dilempar Bom Molotov, Agung Laksono: Golkar Tetap Solid

Megapolitan
UNHCR dan IOM Mengaku Tak Bisa Banyak Bantu Pencari Suaka

UNHCR dan IOM Mengaku Tak Bisa Banyak Bantu Pencari Suaka

Megapolitan
Gedung Bekas Bioskop XXI TIM Akan Masuk Revitalisasi Tahap Dua

Gedung Bekas Bioskop XXI TIM Akan Masuk Revitalisasi Tahap Dua

Megapolitan
Massa Bakar Ban di Jelupang untuk Tuntut Akses Jalan Dibuka Kembali

Massa Bakar Ban di Jelupang untuk Tuntut Akses Jalan Dibuka Kembali

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Nilai Formula E Jadi Ajang Kampanye Mobil Listrik

Ketua DPRD DKI Nilai Formula E Jadi Ajang Kampanye Mobil Listrik

Megapolitan
Disebut 'Perusak Rumah Tangga', Siswi di Bekasi Dikeroyok Kakak Kelas dan Alumni

Disebut "Perusak Rumah Tangga", Siswi di Bekasi Dikeroyok Kakak Kelas dan Alumni

Megapolitan
Agung Laksono Enggan Berspekulasi soal Pelaku Pelemparan Bom Molotov

Agung Laksono Enggan Berspekulasi soal Pelaku Pelemparan Bom Molotov

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X