Keresahan Pedagang Lokbin Taman Kota Intan yang Ditanggapi Pemprov DKI

Kompas.com - 23/11/2017, 09:27 WIB
Situasi di Lokbin Taman Kota Intan, Jalan Cengkeh, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (17/10/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaSituasi di Lokbin Taman Kota Intan, Jalan Cengkeh, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (17/10/2017).
|
EditorKurnia Sari Aziza

JAKARTA, KOMPAS.com - "Pengunjung sepi, omzet kami merosot tajam," ujar seorang pedagang.

"Kami ini sebenarnya mau dibina atau dibinasakan?" ujar pedagang lainnya.

Kira-kira begitulah keluhan para pedagang di Lokasi Binaan (Lokbin) Taman Kota Intan yang terletak di Jalan Cengkeh, Tamansari, Jakarta Barat. Para pedagang ini sebelumnya merupakan pedagang kaki lima ( PKL) yang berdagang di kawasan Kota Tua.

Keluhan para pedagang ini  dituangkan dalam lima poin tuntutuan yang ditulis dalam secarik kertas. Tuntutuan-tuntutuan tersebut ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Baca juga : Sepi Pembeli, Pedagang Binaan Taman Kota Intan Tuntut 5 Hal Ini kepada Anies-Sandi

Tuntutan pedagang yang ditanggapi Pemprov DKI

Tuntutan pertama, para pedagang menginginkan Pemprov DKI membuat akses jalan menuju lokbin. Selama ini, sepinya lokbin diyakini karena tidak adanya akses jalan menuju lokasi binaan. Mereka meminta dibuatkan plang penunjuk arah menuju lokbin tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Anggiat Banjar Nahor mengatakan, pembuatan plang penunjuk arah tak dapat dilakukan tahun ini.

Alasannya, tak ada anggaran pembuatan plang untuk tahun ini. Plang baru dapat dibuat setelah anggaran tahun 2018 keluar. Untuk sementara, Anggiat meminta warga secara swadaya membuat penunjuk arah.

Baca juga : Pedagang Diminta Swadaya Buat Petunjuk Arah Lokbin Taman Kota Intan

Pedagang lokasi binaan Taman Kota Intan menuliskan tuntutannya di secarik kertas, Selasa (21/11/2017).IWAN SUPRIYATNA/KOMPAS.com Pedagang lokasi binaan Taman Kota Intan menuliskan tuntutannya di secarik kertas, Selasa (21/11/2017).
"Sebetulnya plang itu untuk sementara bisa dibuat secara swadaya oleh pedagang dengan menggunakan spanduk atau lain sebagainya, untuk sementara saja," kata Anggiat, Rabu (22/11/2017).

Kedua, para pedagang meminta Pemprov DKI membuat gapura sebagai identitas lokbin. Maka orang-orang yang berada di kawasan Kota Tua mengetahui keberadaan lokbin.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Penjelasan Camat Cipondoh soal Spanduk Lockdown di Kelurahan Petir

Megapolitan
Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Polres Jakarta Barat bersama Satpol PP dan TNI Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Megapolitan
Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

Pelaksanaan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Tangsel Tungggu Keputusan Resmi

Megapolitan
Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Seorang Wanita Positif Covid-19 Kabur dari Isolasi Mandiri di Rumahnya

Megapolitan
Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

Mereka yang Batal Pulang Kampung demi Lindungi Keluarga dari Covid-19...

Megapolitan
ODP Covid-19 di Tebet Melarikan Diri saat Diisolasi Mandiri, Diduga Gangguan Jiwa

ODP Covid-19 di Tebet Melarikan Diri saat Diisolasi Mandiri, Diduga Gangguan Jiwa

Megapolitan
5 Fakta Isolasi Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk, 3 Positif hingga Ada 78 WNA

5 Fakta Isolasi Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk, 3 Positif hingga Ada 78 WNA

Megapolitan
BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Lakukan Penyelundupan

BNN Sebut Jaringan Narkoba Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Lakukan Penyelundupan

Megapolitan
Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

Gaji Wali Kota dan ASN Lingkungan Pemkot Bekasi Akan Dipotong untuk Lawan Covid-19

Megapolitan
KPU Tangsel akan Kembalikan Dana Pilkada agar Dialihkan untuk Penanganan Corona

KPU Tangsel akan Kembalikan Dana Pilkada agar Dialihkan untuk Penanganan Corona

Megapolitan
Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Serentak di Jakarta, Bekasi, dan Depok, Ini Titik Lokasinya

Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Serentak di Jakarta, Bekasi, dan Depok, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
BNN Musnahkan 1,3 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu

BNN Musnahkan 1,3 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu

Megapolitan
Agar Tetap Bisa Makan, Kurir Barang Bekerja walau Ada Wabah Covid-19

Agar Tetap Bisa Makan, Kurir Barang Bekerja walau Ada Wabah Covid-19

Megapolitan
Polres Jakarta Utara Pakai Water Cannon Untuk Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan

Polres Jakarta Utara Pakai Water Cannon Untuk Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan

Megapolitan
Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X