DPRD DKI Tolak Anggaran Rp 4,7 Miliar untuk Pulau Payung, Isinya Villa Swasta

Kompas.com - 23/11/2017, 14:06 WIB
Panorama dermaga di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, yang lengang dilihat dari ketinggian, Minggu (10/5/2015). Pulau Payung yang luasnya hanya sekitar 20 hektar ini dihuni 167 warga. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPanorama dermaga di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, yang lengang dilihat dari ketinggian, Minggu (10/5/2015). Pulau Payung yang luasnya hanya sekitar 20 hektar ini dihuni 167 warga.
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi D DPRD DKI Jakarta membahas program pembuatan reverse osmosis (RO) di 8 pulau Kepulauan Seribu bersama Dinas Sumber Daya Air. Anggota Komisi D Bestari Barus meminta Dinas SDA untuk tidak menganggarkan program pembuata RO di Pulau Payung.

" Pulau payung jangan dianggarkan! Itu pulau pariwisata, sama saja mengembangkan vila-vila di sana. Mobil saja bisa naik di atasnya," kata Bestari di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kamis (23/11/2017).

Dana yang dianggarkan untuk Pulau Payung sebelumnya adalah Rp 4,7 miliar. Bestari mengatakan jumlah penduduk di sana hanya sedikit.

Pulau tersebut juga sudah berkembang dalam sektor pariwisata milik swasta. Bestari mengatakan pembangunan RO di sana malah akan menguntungkan pihak swasta.

Baca juga : Anggaran Rp 0, Begini Kondisi Stadion BMW Sekarang

Suasana rapat Komisi D dengan Dinas Sumber Daya Air di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kamis (23/11/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Suasana rapat Komisi D dengan Dinas Sumber Daya Air di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kamis (23/11/2017).
Menurut Bestari, seharusnya anggaran tersebut diletakan di pos anggaran lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat umum.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan anggaran di Pulau Payung memang paling kecil dibandingkan pulau lain.

"Ini paling kecil, Pak," kata Teguh.

Baca juga : Anggaran Dana Hibah DKI 2018 Rp 1,7 Triliun, APBD 2016 Rp 2,5 Triliun

Namun, Teguh tidak menyetujui penghapusan anggaran di pulau tersebut.

Ketua Komisi D DPRD DKI Iman Satria pun mengumumkan bahwa anggaran RO untuk Pulau Payung dihapus dan akan dialihkan ke program lain.

"Kita sepakat ya anggaran di Pulau Payung ditiadakan," kata Iman.

Baca juga : Anies: Kami Beruntung, Anggaran Tahun Ini Banyak yang Melihat...

Dalam proses rapat, anggaran tersebut akhirnya dipindahkan ke program pembuatan sheetpile di Kali Sentiong Galur. Teguh mengatakan, sebenarnya sudah ada anggaran untuk pembuatan sheetpile di kali itu.

Anggarannya sebesar Rp 79 miliar untuk pembangunan sheetpile sepanjang 2,7 kilometer. Dengan tambahan anggaran ini, pembangunan sheetpile diperpanjang 300-400 meter.

"Itu Kali Sentiong Galur, orang bilang Paseban-lah," kata Teguh.

Baca juga : Mendagri Enggan Komentari Anggaran Renovasi Kolam Air Mancur di DPRD DKI

Suasana kampung di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, Jakarta, yang lengang, Minggu (10/5/2015). Pulau Payung yang luasnya sekitar 20 hektar itu hanya dihuni 167 jiwa. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Suasana kampung di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, Jakarta, yang lengang, Minggu (10/5/2015). Pulau Payung yang luasnya sekitar 20 hektar itu hanya dihuni 167 jiwa.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

Megapolitan
Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Megapolitan
Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Megapolitan
Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Megapolitan
4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

Megapolitan
Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Megapolitan
Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies 'Menjomblo'?

Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies "Menjomblo"?

Megapolitan
Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Megapolitan
Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Megapolitan
Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Megapolitan
5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Megapolitan
Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

Megapolitan
Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X